SATELITNEWS.COM, SERANG— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menargetkan tidak ada lagi anak putus sekolah di wilayahnya.
Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu juga mendorong agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa mendapatkan pekerjaan dengan layak dan tidak lagi menjadi pengangguran di Banten.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan, pihaknya menargetkan tidak ada lagi anak putus sekolah dan lama menganggur di Provinsi Banten. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar target tersebut bisa tercapai, yakni dengan perluasan akses pendidikan, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).
Kemudian, lanjutnya, program sekolah gratis, peningkatan mutu pendidikan, hingga penguatan kompetensi lulusan SMK agar dapat bekerja sesuai bidang keahliannya. Pembangunan sekolah baru menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pendidikan di wilayah Banten.
“Ada 7 sekolah yang sudah diresmikan oleh Pak Gubernur kemarin, dan targetnya sampai dengan 2029 insyaallah sampai 18 sekolah unit baru,” katanya, Senin (5/10/2026).
Selain itu, kata Jamaluddin, sejak pertama kali diluncurkan, program sekolah gratis telah menjangkau sekira 60 ribu anak yang bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri atau sederajat pada tahun 2025 dan akan terus ditingkatkan. Ditahun 2026 ini, ditargetkan bisa menjangkau 120 ribu anak, termasuk siswa Madrasah Aliyah (MA) sekira 10 ribuan anak.
Baca Juga: BGN Minta Kepala Daerah Sidak MBG, Begini Respons Wali kota Tangerang
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan akses pendidikan dapat dijangkau masyarakat di seluruh wilayah Banten yang terdiri dari delapan kabupaten/kota.
“Program ini merupakan program unggulan Pak Gubernur berkaitan dengan bagaimana akses pendidikan yang ada di Provinsi Banten, 8 kabupaten/kota, insyaallah terakses semuanya,” ujarnya.
Dia menerangkan, perluasan akses tersebut sekaligus diarahkan untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat memperoleh pendidikan. Sehingga, lanjutnya, persoalan putus sekolah di Provinsi Banten dapat ditekan dan tidak lagi ditemukan anak yang kehilangan akses pendidikan.
“Mudah-mudahan ke depan, mengurangi pengangguran dan juga termasuk tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, itu harapannya,” katanya.
Jamaluddin menyampaikan, target lainnya juga diarahkan kepada lulusan SMK. Pihaknya ingin memastikan jika pendidikan kejuruan tidak berhenti pada kelulusan, tetapi benar-benar membekali siswa dengan kompetensi yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja.
“Tamatan SMK kita dorong tidak ada lagi pengangguran dari jenjang SMK, kita kuatkan terus berkaitan dengan anak-anak lulusan SMK sehingga anak-anak lulusan SMK ini bisa bekerja sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga: Dukun Cabul di Lebak Pakai Modus Usir Jin Agar Bisa Setubuhi Korban
Jamaluddin mengatakan, peningkatan mutu pendidikan juga menjadi perhatiannya. Seperti sekolah dan peserta didik di Banten telah mencatat prestasi pada berbagai ajang tingkat nasional hingga internasional dan hal itu harus mendapatkan apresiasi.
“Kita, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan juara sampai dengan internasional. Kemarin sudah beberapa juara internasional mendapatkan beberapa penghargaan yaitu medali emas. Terus juga tingkat nasional juga kemarin di acara Olimpiade Sains Nasional juga banyak sekolah-sekolah yang mendapatkan emas ya di tingkat nasional,” katanya.
Jamaluddin menerangkan, selain mengejar prestasi akademik dan memperluas akses pendidikan, Dindikbud Banten juga mulai memberi perhatian terhadap penguatan karakter peserta didik. Ia menilai bahwa, pendidikan harus membentuk anak yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mandiri, bertanggung jawab, sopan, dan disiplin.
“Termasuk juga kami sedang memikirkan terkait era sekarang ini berkaitan dengan penguatan karakter. Anak-anak kita harus mandiri, harus melatih tanggung jawab, termasuk juga sopan santunnya, dan juga ini mendukung terkait dengan Tujuh Kebiasaan Program Pak Menteri. Tujuh kebiasaan dan termasuk disiplinnya, saya kira itu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi mengatakan, dunia pendidikan menjadi perhatian serius Pempeov Banten. Butkinya, banyak program atau kebijakan Gubernur Banten yang memperhatikan dunia pendidikan di Banten.
“Program untuk perbaikan kualitas pendidikan ini sangat serius ya, salah satunya program sekolah gratis. Ini merupakan program andalan Pak Gubernur dalam dunia pendidikan,” katanya.
“Tentunya kita akan terus targetkan penambahan peserta penerima manfaat, ya kita lakukan secara bertahap ya. Tetapi pada intinya, pendidikan di Banten saat ini menjadi perhatian utama,” katanya.(adib)




















