SATELITNEWS.COM, SERANG – Perayaan HUT ke 26 Provinsi Banten, yang jatuh pada 4 Oktober berlangsung meriah. Dengan tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak”, banyak serangkaian kegiatan digelar dan melibatkan masyarakat lokal dan berbagai elemen lainnya.
Rangkaian HUT dimulai sejak jauh-jauh hari, dengan diluncurkannya logo HUT Banten pada 14 September 2026.
Kemudian Pemprov Banten juga, meluncurkan Qris Samling untuk memudahkan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (KPB).
Pemprov Banten juga menggelar berbagai perlombaan, seperti Pancaniti League Volume 2, pertandingan Voli antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Turnamen Catur, dan berbagai perlombaan lainnya.
Selain itu, dibidang keagamaan juga tidak luput, yakni dengan meggelar panjang Mulud, pemberian apresiasi kepada ratusan guru ngaji, ziarah kubur dan tabur bunga, hingga tablig akbar dengan mengundang dai kondang Ustad Dasad Latif.
Selain itu, masih banyak lagi rangkaian HUT ke 26 Provinsi Banten hingga menggelar bazar murah yang melibatkan banyak masyarakat lokal. Kegiatan itu merupakan salah satu upaya Pemprov Banten untuk menggandeng masyarakat Banten.
Baca Juga: KRL Listrik Rangkasbitung–Merak Disiapkan, Andra Soni: Kebutuhan Masyarakat Harus Dijawab
Diusianya yang ke 26 tahun, Provinsi Banten telah melewati berbagai fase pemerintahan, mulai dari transisi dari Pemprov Jawa Barat, hingga mulai menata pembangunan diberbagai aspek, khususnya dalam upaya mengentaskan disparitas antara Banten Utara dengan Banten Selatan.
Dimasa kepemimpinan Andra Soni, Pemprov Banten mulai memangkas jarak kesenjangan itu, khususnya dalam hal pembangunan sarana dan prasarana pembangunan infrastruktur. Pemprov Banten hingga saat ini selesai membangun 62 ruas jalan di lima wilayah di Provinsi Banten. Secara keseluruhan, panjang jalan yang terbangun melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) sekira 71,05 kilometer.
62 ruas jalan dengan panjang penanganan mencapai 71,05 kilometer yang tersebar di lima wilayah, yakni, 17 ruas sepanjang 29,63 kilometer di Kabupaten Lebak, 30 ruas sepanjang 26,71 kilometer di Kabupaten Pandeglang, 8 ruas sepanjang 9,09 kilometer di Kabupaten Serang, 2 ruas sepanjang 2,01 kilometer di Kabupaten Tangerang, dan 5 ruas sepanjang 4,61 kilometer di Kota Serang.
Tidak hanya sampai disitu, perhatian terhadap pelayanan kesehatan juga tidak luput dari perhatian Gubernur Banten Andra Soni, salah satunya dengan menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan disemua kabupaten/kota di Banten. Program itu telah memberikan pelayanan kesehatan terhadap lebih dari delapan juta masyarakat Banten.
Didunia pendidikan, Gubernur Banten Andra Soni terbilang berani mengeluarkan kebijakan sekolah gratis untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri atau sedrajat, hingga tingkat swasta atau Madrasah Aliyah (MA) dan sedrajat. Lebih dari seribuan siswa MA mendapatkan manfaat dan puluhan ribu siswa SMA merasakan dampak kebijakan itu.
Kemudian, masih banyak berbagai kebijakan Pemprov Banten yang bermanfaay bagi masyarakat banyak, termasuk duni pertanian. Pemprov Banten juga mengusung program Jalan Usaha Tani (JUT) untuk memudahkan petani mengelola hasil panen sekaligus memangkas biaya operasional pertanian.
Baca Juga: 7,2 Juta Warga Banten Manfaatkan CKG, Andra Soni: Gula Darah Hingga TBC jadi Perhatian
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, diusianya yang menginjak 26 tahun, dia dan Wakil Gubernur Banten terus berupaya mewujudkan cita-cita para pendiri Provinsi Banten, salah satunya terkait dengan pelayanan kepada masyarakat.
“Tentunya kita akan berupaya agar apa yang dicita-citakan para pendiri Provinsi Banten dapat terwujud, yaitu mendekatkan pelayanan masyarakat, memaksimalkan pelayanan masyarakat, dan lainnya,” katanya, Minggu (4/10/2026).
Andra mengatakan, Provinsi Banten memiliki demografi yang bagus dan menunjang, selain karena menjadi daerah penyangga ibu kota, juga karena banyak fasilitas lain yang bisa dijadikan sebagai penunjang perekonomian masyarakat dan lainnya.
Oleh karena itu, kata dia, Pemprov Banten butuh kolaborasi dengan semua pihak terkait, termasuk media. Karena membangun Banten tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, melainkan butuh kerja sama dengan semua pihak tanpa terkecuali.
“Kita memiliki posisi geografis yang strategis, kondisi ekonomi kuat, kita punya Bandra Soekarno-Hatta, pelabuan Merak, jalan kereta api, dan jalan strategis nasional, kelautan, pariwisata, modal itu harus kita satukan, kita tidak dapat bekerja sendiri, pemprov tidak dapat bekerja sendiri, semua pihak harus bekerja sama, termasuk dari media,” tambahnya.
Andra juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan berdampak dalam momentum peringatan HUT ke 26 Provinsi Banten. Capaian tersebut mencakup pembangunan sekolah baru, infrastruktur jalan dan irigasi, perbaikan rumah tidak layak huni, perluasan layanan kesehatan, hingga eksekusi program strategis nasional.
keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah program maupun capaian indikator di atas kertas, melainkan harus terlihat dari peningkatan kualitas hidup, kemudahan akses layanan dasar, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat Banten.
“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Pemprov Banten pada tahun ini telah meresmikan tujuh unit sekolah baru yang terdiri atas 2 SMA, 4 SMK, dan 1 SKH. Kehadiran sekolah-sekolah baru ini mampu menampung hingga 1.356 peserta didik.
Sementara itu, di bidang infrastruktur, Pemprov Banten mencatat realisasi pembangunan 61 ruas jalan desa dan satu jembatan dengan total panjang 71 kilometer pada 2025.
“Perbaikan juga menyasar tujuh daerah irigasi sepanjang 6,90 kilometer yang memberikan manfaat pengairan untuk lahan pertanian seluas 448,15 hektare,” ujarnya lagi.
Andra menerangkan, guna menciptakan hunian yang sehat, aman, dan produktif, pemerintah juga telah memperbaiki 389 unit rumah tidak layak huni (RTLH).
“Pembangunan infrastruktur permukiman pun terus dipacu dengan terbangunnya 407,43 kilometer jalan lingkungan, 75 kilometer drainase, serta 10 unit posyandu,” tandasnya.
Terkait pelayanan kesehatan, lanjutnya, Pemprov Banten terus mengembangkan kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sejumlah fasilitas layanan baru telah diresmikan di RSUD Malingping, RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan, dan RSUD Uwes Qorny Cilograng.
“Di luar program daerah, Banten juga aktif menyukseskan program prioritas nasional. Saat ini, sebanyak tujuh Sekolah Rakyat telah beroperasi. Melalui Program Sekolah Garuda, empat satuan pendidikan di Banten juga telah ditetapkan sebagai Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda Transformasi,” tukasnya.
“Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten telah menjangkau sekitar 3,5 juta penerima manfaat. Sementara melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 7,2 juta warga Banten telah mendapatkan layanan pemeriksaan cuma-cuma di berbagai fasilitas kesehatan,” imbuhnya.
Andra menerangkan, pada sektor ekonomi akar rumput, 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah dibentuk, dengan 694 di antaranya sudah beroperasi per September 2026.
Kemudian, lanjutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih juga telah bergulir di 15 desa pesisir. Adapun terkait konektivitas wilayah, sebanyak sembilan ruas jalan telah dibangun melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
”Capaian yang telah diraih patut disyukuri dan diapresiasi. Namun, tantangan ke depan harus dijawab dengan kerja yang lebih keras, kolaborasi yang lebih kuat, serta implementasi inovasi agar pelayanan publik semakin berkualitas,” pungkasnya.
Andra berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten untuk tidak menjadikan pekerjaan sebagai rutinitas administratif semata, tetapi sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi warganya. Hal ini sejalan dengan muruah pembentukan Provinsi Banten.
”Yaitu mendekatkan dan memudahkan pelayanan publik, serta memberikan dampak manfaat nyata dari setiap kebijakan dan program kerja,” tutupnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan, Provinsi Banten terus berinovasi dari tahun ke tahun dan terus menuju arah lebih baik. Bahkan, dia sedikit bercerita tentang kondisi Provinsi Banten pada awal berpisah dengan Jawa Barat.
“Saya masih ingat betul bagaimana kondisi Provinsi Banten saat pertama berpisah dengan Jawa Barat. Kalau melihat kondisi sekarang ya sudah lebih baik, tapi kita akan terus berupaya mewujudkan harapan para pendiri Provinsi Banten,” tuturnya. (adib)



















