SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Polisi mulai mencocokkan DNA kerangka manusia yang ditemukan di lahan kosong kawasan Perumahan Puri Jaya, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, dengan sampel dari orang-orang yang dilaporkan hilang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang hingga kini belum diketahui pihak keluarganya.
Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis, IPDA Ahmad Dasuki mengatakan, kerangka manusia yang ditemukan pada Kamis (17/9) lalu hingga kini belum menemui pihak keluarganya. Karena itu, kepolisian mulai melakukan pencocokan DNA dengan sejumlah orang yang dilaporkan hilang.
“Kita mulai lakukan pencocokan DNA kerangka dengan orang-orang yang dilaporkan hilang. Ini merupakan upaya untuk mempertemukan dengan pihak keluarganya,” kata IPDA Ahmad Dasuki kepada Satelit News, Kamis (1/10/2026).
Dasuki mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, pihaknya memperoleh informasi mengenai seorang laki-laki yang kerap terlihat di sekitar Stadion Mini Pasar Kemis, tetapi sudah sekitar satu bulan tidak terlihat.
Selain itu, polisi juga menerima laporan dari seorang warga bernama Sutini yang mengaku memiliki anak laki-laki yang telah hilang selama kurang lebih tiga tahun. Untuk memastikan identitas kerangka tersebut, Polsek Pasar Kemis juga melakukan pemeriksaan DNA menggunakan sampel pembanding dari Sutini.
“Hasil pemeriksaan DNA nantinya menjadi dasar untuk memastikan apakah kerangka tersebut memiliki kecocokan dengan pihak keluarga,” katanya.
Baca Juga: Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK Melalui Sahabat Pasyandu
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik sementara, kerangka tersebut memiliki karakteristik laki-laki. Kesimpulan itu didasarkan pada pemeriksaan tulang tengkorak dan tulang panggul.
Korban diperkirakan berada pada rentang usia 30 hingga 50 tahun dengan tinggi badan sekitar 158 hingga 160 sentimeter. Sementara itu, waktu kematian diperkirakan antara satu hingga tiga bulan sebelum kerangka ditemukan.
Di sisi lain, untuk temuan kerangka terpisah di Kuta Bumi, kepolisian belum dapat memastikan identitas korban hanya berdasarkan hasil pemeriksaan forensik tersebut. Polisi masih menunggu laporan serta informasi pendukung dari masyarakat.
“Untuk identitas korban sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Kami masih menunggu dan mengumpulkan informasi pendukung agar proses identifikasi dapat dilakukan secara lebih akurat,” pungkasnya. (alfian/aditya)



















