SATELITNEWS.COM, SERANG – Sebanyak 1.551 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Banten, belum memiliki manajer. Hal itu terjadi, karena Pemerintah Pusat belum memutuskan dan menetapkan pimpinan ribuan koperasi tersebut di Banten.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Banten, Agus Mintono mengatakan, Pemprov Banten masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait pengisian jabatan manajer KDMP.
“Manajer nanti diputuskan oleh pusat, kita belum dapat informasi. Jadi kemungkinan besar disesuaikan dengan gerai yang telah siap dan telah diverifikasi, nanti bertahap,” katanya, Rabu (30/9/2026).
Agus mengatakan, ada perubahan mekanisme terkait penempatan manajer koperasi. Oleh karena, saat ini muncul wacana agar manajer ditempatkan kembali di daerah asal, namun kebijakan tersebut belum dipastikan.
“Dulu itu terjadi perubahan, yang awalnya bisa di-switch ke berbagai tempat, sekarang ada wacana dikembalikan ke daerah asal. Ada wacana, ya. Kita belum tahu juga yang mana yang akan dipakai. Jadi nunggu dari Kemenkop,” ujarnya.
Agus menjelaskan, operasional KDKMP di Banten akan dimulai setelah seluruh proses verifikasi dan validasi (verval) selesai secara menyeluruh. Data tersebut kemudian masuk ke dalam sistem Simkopdes sebelum menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Koperasi.
Baca Juga: 16 Jafung dan Lima CPNS Dilantik, Sekda Banten Ingatkan Integritas
“Targetnya (verval-red) di akhir September, ini tinggal lihat apakah tercapai atau tidak. Kalau di kita, alhamdulillah insya Allah sesuai target,” tandasnya.
Agus menjelaskan, secara badan hukum seluruh Koperasi Desa (Kopdes) di Banten telah berdiri sejak 2025. Namun demikian, secara fisik, Kopdes masih belum terbangun secara menyeluruh. Hal itu lantaran, terbatasnya lahan untuk dibangun Kopdes.
“Kalau Kopdes sudah berdiri sejak tahun 2025 secara badan hukum. Secara fisik di kita sekitar ada 400-an, fisik gerai sedang dibangun dan sudah jadi sekitar 400,” pungkasnya.
Kata Agus, secara keseluruhan ada sekira 1.551 KDMP di Provinsi Banten. Namun, terkait jumlah manajer yang akan ditempatkan, Pemprov Banten masih menunggu penetapan atau plotting dari pemerintah pusat.
“Kalau manajer nanti belum dapat plotting dari pusat, kita belum tahu berapa,” tandasnya.
Agus menjelaskan, hingga saat ini ada beberapa koperasi yang telah berjalan dengan dukungan gerai, sementara sebagian lainnya masih dalam proses. Selain itu, ada juga sekira 694 koperasi yang tersebar di delapan kabupaten dan kota telah berjalan.
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
“Itu ada 694 yang sudah berjalan, dengan modal sebagian daerah ada yang modal swadana, yang sebagian daerah ada yang modal bantuan dari CSR,” terangnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni beberapa waktu lalu menyampaikan, KDMP merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto. Keberadaan koperasi itu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Koperasi ini ada untuk memudahkan masyarakat, supaya perekonomain di setiap desa dapat bergerak dengan cepat. Di Banten, sudah banyak KDMP yang berjalan, sisanya menyusul,” imbuhnya. (adib)



















