SATELITNEWS.COM, LEBAK–-Jalan lurus dan panjang ternyata bisa menjadi jebakan bagi pengemudi. Minimnya variasi pandangan saat melintas dalam waktu lama berpotensi membuat konsentrasi menurun hingga memicu rasa kantuk di balik kemudi.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian para pengendara di Kabupaten Lebak yang memiliki wilayah cukup luas dengan karakter jalan beragam. Selain jalur lurus, sejumlah ruas jalan juga memiliki tikungan, tanjakan, turunan hingga kawasan yang penerangannya masih terbatas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setyawan, mengingatkan pengemudi untuk tidak menganggap sepele kondisi jalan, terutama ketika berkendara pada malam hari.
Menurutnya, pengendara tetap harus memperhatikan rambu lalu lintas dan kondisi jalan. Terlebih bagi kendaraan yang beraktivitas pada malam hari ketika pencahayaan maupun rambu di sejumlah titik masih terbatas.
“Saya mohon warga Lebak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, khususnya kendaraan yang beraktivitas pada malam hari. Apalagi di beberapa lokasi mungkin masih ada kekurangan rambu maupun penerangan jalan,” ujar Aris, kepada Satelitnews.com belum lama ini di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, jalan lurus yang panjang justru dapat membuat pengemudi mengalami penurunan konsentrasi. Kondisi itu bisa semakin berbahaya apabila pengemudi dalam keadaan lelah setelah menempuh perjalanan cukup jauh.
Baca Juga: Sopir Mengantuk Picu Kecelakaan Beruntun di Lebak, Truk Hantam 4 Minibus
“Kalau merasa badan kurang fit atau sudah lelah, sebaiknya berhenti terlebih dahulu. Bisa istirahat di rest area atau mencari pom bensin terdekat,” katanya.
Aris menyebut, baik jalan lurus maupun tikungan sama-sama memiliki potensi bahaya apabila pengemudi tidak berhati-hati. Namun, pada ruas jalan yang panjang dan minim belokan, rasa kantuk menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai.
“Kalau ditanya yang lebih berisiko, jalan yang lurus memang kebanyakan membuat sopir mengalami lelah dan mengantuk karena treknya tidak ada belokan,” ucapnya.
Potensi tersebut sebelumnya terlihat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta atau Bypass Rangkasbitung. Insiden itu diduga dipicu pengemudi yang mengalami kantuk berat saat melintas di ruas jalan tersebut.
Beruntung, kecelakaan beruntun itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, peristiwa tersebut menjadi pengingat agar pengemudi tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika kondisi tubuh sudah tidak prima.
Selain faktor kantuk, pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melewati jalan berbelok, perbukitan maupun ruas yang minim penerangan. Kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi jalan dan jarak pandang.
Baca Juga: Dukun Cabul di Lebak Pakai Modus Usir Jin Agar Bisa Setubuhi Korban
“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan berkendara kalau kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk,” pungkas Aris. (mulyana)




















