SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengapresiasi MUI Kabupaten Tangerang yang meraih sertifikat ISO 9001:2015, sebagai pengakuan atas penerapan sistem manajemen mutu dalam pelayanan kepada umat. MUI Pusat menilai capaian tersebut menjadi prestasi penting, sekaligus menunjukkan bahwa organisasi keulamaan mampu menerapkan tata kelola modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.
Apresiasi tersebut disampaikan perwakilan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) MUI Pusat, KH. Dr. Aminudin Yaqub. Menurutnya, MUI Kabupaten Tangerang menjadi MUI pertama dan satu-satunya di tingkat kabupaten/kota yang memperoleh ISO 9001:2015.
“Kami dari Tim Monev mewakili Pimpinan Majelis Ulama Indonesia ingin mengucapkan selamat, mabruk, congratulations atas meraihnya ISO 9001:2015 untuk MUI Kabupaten Tangerang,” kata Aminudin, dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi dan Kunjungan Kerja Korwil MUI, serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) MUI Provinsi Banten tahun 2026, Jum’at (2/10/2026).
KH Aminudin yang juga Wasekjen MUI Pusat Bidang Fatwa mengatakan, capaian tersebut merupakan penghargaan yang tidak biasa. MUI Kabupaten Tangerang dinilai menjadi pelopor penerapan ISO 9001 di lingkungan MUI tingkat kabupaten/kota.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH. M. Ues Nawawi, beserta seluruh jajaran yang telah membawa organisasi tersebut meraih standar manajemen mutu.
Aminudin menilai, ISO 9001:2015 bukan sekadar penghargaan, tetapi menunjukkan adanya keterbukaan dalam cara berpikir organisasi. Yakni nilai-nilai tradisional keulamaan tetap dipelihara, sementara hal-hal modern yang dinilai baik dapat diadopsi.
Baca Juga: Motor Viar Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Caringin Tangerang, Diduga Korsleting
“Nilai-nilai tradisional keulamaan kita tetap kita pelihara, tetapi hal-hal yang modern yang baru tetap kita ambil,” ujarnya.
Menurut Aminudin, MUI tidak hanya berperan sebagai mufti yang mengkaji persoalan keagamaan berdasarkan khazanah keilmuan yang telah ada, tetapi juga sebagai mujaddid yang dituntut memiliki pikiran terbuka dan mampu merespons perkembangan zaman.
Ia mengatakan, penerapan ISO 9001:2015 membuktikan, bahwa MUI dapat menjadi organisasi modern yang tidak hanya bergantung pada ketokohan, tetapi juga memiliki sistem organisasi yang terstandar.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Monev MUI Pusat juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan dan program MUI di tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Monitoring tersebut, kata Aminudin, bukan untuk menghakimi atau mencari kekurangan, melainkan memperoleh informasi yang lengkap mengenai kondisi organisasi MUI di berbagai daerah.
“Informasi tersebut selanjutnya digunakan untuk melakukan pemetaan kondisi organisasi MUI di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Aminudin juga menyampaikan sejumlah pesan pimpinan MUI Pusat, salah satunya terkait optimalisasi dakwah digital. Rekomendasi tersebut merupakan hasil Kongres Umat Islam yang digelar pada beberapa bulan lalu.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Tangerang Luncurkan Portal JDIH Berbasis E-legislation
Menurut dia, perkembangan teknologi membuat masyarakat, termasuk generasi Z dan generasi Alpha, semakin banyak memperoleh informasi keagamaan melalui ruang digital. Karena itu, MUI dinilai perlu aktif mengisi ruang digital dengan konten dakwah yang benar.
“Ruang digital ini harus kita isi supaya pesan-pesan yang diterima masyarakat kita itu benar,” katanya.
Selain dakwah digital, Aminudin menyampaikan sejumlah isu lain yang menjadi perhatian MUI, termasuk pencegahan penyakit masyarakat seperti LGBT dan penguatan posisi fatwa MUI.
Ia menekankan perlunya koordinasi dalam manhaj ifta atau metode pemberian fatwa, serta adanya kesatuan dalam penyampaian sikap MUI dari tingkat pusat hingga daerah. Ia mengakui fikih merupakan wilayah ijtihadi yang memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat, tetapi perbedaan tersebut perlu dibicarakan secara internal agar sikap kelembagaan ke luar tetap memiliki kesatuan.
MUI Banten Apresiasi Tiga Pilar Pelayanan
Apresiasi serupa disampaikan Ketua MUI Provinsi Banten, KH. Dr. Ahmad Bazari Syam. Ia menilai penerapan standar ISO 9001:2015 di MUI Kabupaten Tangerang bukan sekadar persoalan administratif formalistik, tetapi menunjukkan adanya pembenahan dalam tiga pilar pelayanan, yakni internal, eksternal, dan spiritual.
Menurut Bazari, keberhasilan pertama terlihat dari kekompakan internal kepengurusan MUI Kabupaten Tangerang. Kekompakan tersebut menjadi modal penting karena penerapan sistem manajemen mutu tidak mungkin berjalan tanpa kebersamaan seluruh pengurus.
Pilar kedua adalah hubungan eksternal, yakni kemampuan membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak di luar MUI.
Sementara pilar ketiga adalah spiritual. Menurutnya, para pengurus MUI bekerja dan berkhidmat tanpa semata-mata mengejar honor atau imbalan materi.
“Pengurus MUI Kabupaten Tangerang telah menunjukkan jati dirinya sebagai hamba Allah,” ujarnya.
Bazari juga mengapresiasi kolaborasi lintas organisasi Islam dalam proses tersebut. Ia menyebut keterlibatan unsur Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persatuan Islam (Persis) menjadi gambaran adanya kolaborasi dalam membangun pelayanan MUI Kabupaten Tangerang.
Ia berharap capaian MUI Kabupaten Tangerang dapat menjadi inspirasi bagi pengurus MUI kabupaten/kota lainnya.
“Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi semua pengurus ulama kabupaten/kota di Nusantara,” katanya.
Ues: ISO Bukan Sekadar Mengejar Status
Ketua MUI Kabupaten Tangerang, K.H. M. Ues Nawawi, mengatakan lembaga yang dipimpinnya mengusung jargon “Ikhtiar Dalam Harapan, Doa Dalam Keniscayaan” serta tagline “Khidmat untuk Umat dan Perekat Bangsa”.
Ia mengatakan proses memperoleh ISO 9001:2015 membutuhkan energi, waktu, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit. Proses tersebut merupakan bagian dari upaya membangun legitimasi publik melalui sistem manajemen mutu.
Ues menyampaikan apresiasi kepada para mentor yang membimbing MUI Kabupaten Tangerang dalam melewati berbagai tahapan penilaian, antara lain Prof. Dr. Safrol, Prof. Dr. Hasan, serta Dr. Reni.
Menurut Ues, pengabdian di MUI memiliki dua dimensi, yakni dimensi ikhtiyariah dan kudratiah. Karena itu, pengurus MUI berkhidmat untuk melayani umat dan membina masyarakat agar menjadi umat yang wasathiyah.
Ia menegaskan, penggunaan standar ISO bukan sekadar untuk mengejar nilai atau status.
“Kami dari Majelis Ulama Indonesia bukan sekadar mengejar nilai dan bukan sekadar mengejar status ISO, tetapi lebih kepada bagaimana kita dituntut untuk membuktikan sebagai para ulama yang bekerja dan beramal,” ujarnya.
Ues mengatakan, keberhasilan organisasi tidak cukup dinilai berdasarkan pengakuan internal. Karena itu, MUI Kabupaten Tangerang menggunakan standar eksternal untuk mengukur kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai pengakuan internasional terhadap standar mutu pelayanan MUI Kabupaten Tangerang kepada umat.
Dalam menjalankan perannya, MUI Kabupaten Tangerang juga menempatkan diri sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis Pemerintah Daerah. MUI turut memberikan masukan terhadap berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah daerah, termasuk dalam hal pembinaan keumatan.
Ues menjelaskan visi MUI Kabupaten Tangerang adalah mewujudkan Kabupaten Tangerang yang berkeadaban, religius, dan sejahtera di bawah naungan rida Allah SWT, “Baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur”, melalui MUI yang menjadi rujukan, pengayom, dan penggerak kemaslahatan umat.
Dalam menjalankan fungsi kelembagaan, MUI Kabupaten Tangerang mengemban peran sebagai waratsatul anbiya, mufti, ra’iyah, muslih, dan mujaddid. Fungsi tersebut diwujudkan melalui tausiyah dan ifta, pemberian fatwa, pertimbangan, serta nasihat keagamaan; pembinaan dan pembimbingan umat; advokasi dan kemitraan dengan pemerintah; serta pengawalan akidah dan kerukunan umat.
MUI Kabupaten Tangerang juga terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Letaknya yang berdekatan dengan Kantor Kementerian Agama dan Pengadilan Agama, membuat masyarakat kerap datang untuk berkonsultasi mengenai persoalan keagamaan dan kehidupan pribadi, termasuk persoalan talak dan rujuk.
MUI Kabupaten Tangerang juga membangun komunikasi dengan berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah institusi lainnya untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keumatan.
Dalam bidang program, MUI Kabupaten Tangerang menjalankan berbagai kegiatan mandiri maupun program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Di antaranya kerja sama dengan Dinas Kesehatan terkait penanganan stunting serta dengan DP3A terkait persoalan bullying.
Selain itu, MUI Kabupaten Tangerang memiliki program Muallaf Center yang telah diluncurkan dan disaksikan Bupati Tangerang bersama jajaran Forkopimda.
Ues mengatakan, program tersebut disiapkan untuk memberikan pendampingan kepada warga yang memutuskan memeluk Islam, mulai dari pendampingan keagamaan, pembinaan berkelanjutan, pendampingan sosial dan psikologis, hingga pemberdayaan ekonomi.
Ia berharap MUI Pusat dan MUI Provinsi Banten memberikan arahan, serta dukungan agar Muallaf Center dapat berkembang secara optimal.
Ues mengatakan Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang heterogen dengan karakter masyarakat urban dan keberadaan masyarakat pendatang internasional. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pelayanan dan pembinaan mualaf menjadi semakin penting.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar MUI Kabupaten Tangerang untuk terus melakukan inovasi dalam pelayanan kepada umat dan menjalankan peran sebagai khadimul umat serta perekat bangsa.
Diinformasikan, acara ini dihadiri oleh unsur Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Tangerang, tim mentor ISO 9001:2015 MUI Provinsi Banten Prof. Dr. KH Syafrol Makmur dan Dr. Hj. Reni, Ketua Tim ISO 9001:2015 MUI Kabupaten Tangerang KH Turhaeruddin, Ketua MUI Provinsi Banten Dr. KH. A. Bazari Syam, Sekum MUI Provinsi Banten Dr. H. Endang Saeful, Lc, MA, serta Tim Monev MUI Pusat yaitu Dr. Aminudin Yakub Wasekjen MUI Pusat Bidang Fatwa, Dr. Syamsul Komar Wasekjen MUI Pusat Bidang Ukhuwah Islamiyah, dan Dr. Desmiati MPdi dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (BPPO) MUI Pusat.(aditya)



















