SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Gerakan ‘Banten Teduh Tangerang Sejuk’ tancap gas. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aksi penanaman 2 miliar pohon yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH), inisiatif yang dimotori oleh Banksasuci Foundation dan Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) ini terus menggenjot aksi penghijauan di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, situ, danau, hingga ruang terbuka hijau di wilayah Tangerang Raya.
Inisiator Gerakan ‘Banten Teduh Tangerang Sejuk’, Ade Yunus, mengatakan bahwa aksi yang melibatkan para relawan ini bukan sekadar upaya penghijauan. Lebih jauh, langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan air, mencegah erosi, menekan jejak karbon (emisi gas rumah kaca), memperbaiki kualitas udara, serta menurunkan risiko banjir yang menjadi ancaman tiap musim hujan.
”Mengurangi jejak karbon berarti meminimalkan dampak negatif perubahan iklim. Salah satu caranya adalah dengan menanam pohon yang dapat menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen,” ungkap Ade, Sabtu (13/6/2026).
Ade menambahkan, gerakan swadaya mandiri yang berkolaborasi dengan berbagai stakeholders terkait ini menargetkan penanaman 1 juta pohon di wilayah Tangerang Raya.
”Yang sudah ditanam kurang lebih 212.000 pohon. Bismillah, target kami dapat menanam 1 juta pohon. Insyaallah, kami optimis melalui kolaborasi multihelix seluruh pemangku kepentingan, cita-cita ‘Banten Teduh, Tangerang Sejuk’ dapat terwujud,” terangnya.
Dukungan Pemprov Banten
Baca Juga: Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang Desak Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Cisadane
Komitmen para pegiat lingkungan ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa Pemprov Banten mendukung penuh inisiatif tersebut sebagai bentuk nyata mitigasi bencana.
”Alhamdulillah, Pemprov Banten bersama Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk menyalurkan 5.000 bibit pohon melalui DLHK. Di antaranya pohon Ketapang Kencana dan Mahoni yang ditanam di bantaran Sungai Cisadane, anak sungai, hingga saluran irigasi sebagai bentuk nyata pelestarian alam,” ujar Andra Soni.
Andra berharap langkah ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sejuk, dan sehat. “Gerakan ini merupakan implementasi dari Program Bang Kali Andra (Pembangunan Gerakan Kelola Lingkungan Daerah Sejahtera). Semoga kesadaran kolektif ini menjadi langkah awal untuk kita bersama menjaga dan merawat lingkungan secara berkelanjutan,” tandasnya.
Apresiasi Kota dan Kabupaten Tangerang
Dukungan serupa juga mengalir dari Pemerintah Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi para pegiat lingkungan yang beraksi di sepanjang Jalan Baru Bayur, Kecamatan Periuk. Ia menyambut baik semangat anak muda yang memberikan solusi melalui aksi nyata.
”Saya sangat mendukung anak muda yang peduli lingkungan. Program ini merupakan langkah awal kolaborasi pegiat lingkungan dengan visi Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Tangerang,” kata Sachrudin. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Sempat Kabur ke Bandung, Terduga Pelaku Tabrak Lari Tokoh Pramuka Tangerang Ditangkap
Sinergi ini turut diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendorong gerakan ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayahnya.
”Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan ekosistem. Mudah-mudahan ke depan RTH di Kabupaten Tangerang dapat mencapai sekitar 20 sampai 25 persen, supaya kualitas udara tetap segar dan nyaman,” tandas Maesyal Rasyid.
Sebagai catatan, jejak karbon (carbon footprint) adalah ukuran jumlah total emisi karbon dioksida yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung oleh aktivitas manusia, termasuk akumulasi berlebih dari penggunaan produk sehari-hari. (aditya)
