SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Guna memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik dan tepat sasaran, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau langsung rumah warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kamis (11/6/2026).
Langkah turun ke lapangan ini diambil untuk mengawal langsung program intervensi sosial tersebut.
”Alhamdulillah, hari ini kami bersama Pak Camat Cisoka, Pak Camat Solear, dan Kepala Desa telah mengunjungi rumah warga di Desa Cempaka yang akan direhabilitasi menjadi rumah layak huni. Bahkan hari ini juga pembangunannya sudah mulai dilaksanakan,” kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, kepada Satelit News, Kamis (11/6/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, program RTLH merupakan bagian dari komitmen mendasar Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mendongkrak kualitas hidup masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi warga prasejahtera.
”Mudah-mudahan program RTLH ini membawa keberkahan, sehat untuk ditempati, dan memberikan kenyamanan bagi keluarga yang tinggal di dalamnya,” ujarnya berharap.
Di lokasi yang sama, Camat Cisoka, Sumartono, memaparkan bahwa dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2026, terdapat total 86 rumah di wilayahnya yang masuk dalam target bedah rumah. Secara rinci, 6 unit diakomodasi melalui anggaran Pemerintah Kecamatan, sementara 80 unit lainnya disalurkan melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang Desak Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Cisadane
”Kalau total ada 86. Dan sebagian sudah proses pembangunan, sebagian lagi dalam tahap perencanaan. Tapi pasti dibangun tahun ini,” tegas Sumartono.
Untuk merealisasikan hunian yang layak tersebut, setiap unit rumah mendapatkan alokasi anggaran berkisar antara Rp35 juta hingga Rp40 juta.
”Anggaran kurang lebih sekitar Rp35 hingga Rp40 juta setiap unitnya,” tambah Sumartono.
Lebih lanjut, Sumartono menilai kehadiran langsung Bupati Tangerang di tengah-tengah warganya menjadi gambaran nyata bahwa komitmen pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik di atas kertas, tetapi juga melalui kedekatan emosional dan kepedulian sosial yang nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. (alfian/aditya)
