SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kemenangan dibutuhkan Brasil saat menghadapi Haiti dalam laga kedua Grup C di di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026) pukul 07.30 WIB. Hanya dengan kemenangan peluang Selecao ke fase knock out tetap terjaga.
Pasukan Selecao asuhan Carlo Ancelotti tengah dalam tekanan berat. Hasil imbang 1-1 saat kontra Maroko di laga pembuka Grup C bikin Vinicius Junior dan kolega wajib mengamankan poin penuh demi menjaga asa lolos ke babak 32 besar. Secara performa, Brasil juga terlihat tak cukup ampuh di partai perdana, karena bisa diimbangi Maroko.
Di lain sisi, Haiti baru saja kalah tipis 0-1 dari Skotlandia. Les Grenadiers diprediksi tampil tanpa beban alias nothing to lose. Bisa kebobolan hanya satu saja lawan Tartan Army sudah merupakan langkah positif. Oleh karenanya, laga di Philadelphia ini akan lebih fokus bagaimana Haiti menghalangi Brasil meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026.
Dalam laga melawan Haiti, Brasil tampaknya masih belum bisa memainkan Neymar. Di sisi lain, Selecao terlihat buntu ketika jumpa Maroko. Tidak ada kreativitas yang menyala di babak pertama. Casemiro yang menjadi jangkar tampak sudah melewati masa prime.
Lucas Paqueta, Roger Ibanez, juga Igor Thiago juga tak meyakinkan dalam starting XI pilihan Carlo Ancelotti. Namun, bukan berarti semua gelap. Ketika Danilo, Fabinho, dan Matheus Cunha masuk di babak kedua lawan Maroko, barisan tengah Selecao lebih hidup.
Pertanyaan pun muncul untuk Ancelotti. Mungkinkah dia mempertahankan starting XI yang sama ketika jumpa Haiti? Laga ini adalah arena Selecao perlu mencetak banyak gol, jaga-jaga jika pada ujung laga Grup C, mereka, Maroko, dan Skotlandia punya poin yang sama.
Baca Juga: Ronaldo Mandul, Portugal Pun Tumpul
”Ketika Anda punya rencana, yang sudah disusun secara kohesif, Anda tetap perlu mempertahankan rencana itu kala jumpa situasi sulit. Inilah yang perlu kami perbaiki,” kata Danilo dikutip Reuters.
Demi mencetak banyak gol, Brasil mesti bermain ofensif dan indah, seperti gaya mereka selama ini, meskipun Ancelotti dikenal sebagai sosok pragmatis. Raphinha dan Vinicius Junior butuh tambahan lagi dari Matheus Cunha. Luiz Henrique (Zenit) atau Gabriel Martinelli (Arsenal) mungkin saja dipilih di posisi ujung tombak.
Haiti kemungkinan memilih bermain lebih defensif dengan blok rendah. Les Grenadiers mengandalkan serangan balik cepat melalui Duckens Nazon serta Frantzdy Pierrot. Strategi ini cukup masuk akal mengingat perbedaan kualitas individu kedua kubu cukup jauh. Jika Haiti bermain terbuka, skor telaklah yang tercipta.
Siapa yang diunggulkan? Tentu saja Brasil dengan kemenangan besar. Negara pemegang lima trofi Piala Dunia itu selalu menang dalam tiga pertemuan melawan Haiti dengan total 17 gol dan hanya sekali kebobolan.
Peringkat kedua tim juga kontras seperti langit dan Bumi. Brasil sekarang menghuni ranking 6 dunia, sementara Haiti peringkat 85 dunia di klasemen FIFA terbaru.
Brasil unggul segalanya jika dibandingkan dengan Haiti. Pada 10 tahun lampau, Selecao mencukur Les Grenadiers dengan angka 7-1. Dari segi tren terbaru, Brasil juga lebih positif. Setumpul-tumpulnya lini depan pasukan Carlo Ancelotti, minimal 2 gol bisa mereka buat. (dm)
Baca Juga: Inggris Berhasil Dominan Tapi Ada Celah Kerapuhan
