SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Laga Portugal kontra Uzbekistan dalam matchday 2 Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) pukul 00.00 WIB, menjadi ajang pembuktian Cristiano Ronaldo. Penyerang Al Nassr ini dikritik karena performanya di bawah rata-rata saat jumpa RD Kongo di laga perdana lalu.
Beban berat menggelayuti pundak armada Roberto Martinez setelah Portugal tampil melempem pada laga pembuka. Selecao das Quinas sempat unggul cepat via tandukan Joao Neves saat kontra RD Kongo, tapi kedodoran di akhir babak pertama bikin skor sama kuat sampai menit akhir.
Khusus Cristiano Ronaldo yang kini sudah 41 tahun, gagal mencetak gol di laga pembuka adalah satu hal. Namun, mendapatkan rapor 6,3 versi WhoScored, sedangkan rata-rata pemain Portugal memperoleh 6,42 tentu bukan hal apik. Ronaldo juga punya misi mencetak gol di enam edisi Piala Dunia beruntun.
Di sisi lain, hasil minor yang lebih negatif dialami Uzbekistan. Serigala Putih tumbang 1-3 dari Kolombia di laga debut bersejarah mereka di Piala Dunia. Stadion memang dipenuhi pendukung Kolombia.Fabio Cannavaro sebagai pelatih mengaku “senang” melihat penampilan anak asuhnya, kendatipun belum bisa meraup poin.
“Itu tidak mudah, kami main di Meksiko, tapi rasanya seperti bmain di Kolombia, semua pendukung Kolombia hadir di sini,” ujar Cannavaro, dikutip dari Reuters.
“Tidak mudah bermain melawan tim seperti Kolombia, atau Portugal,” imbuhnya.
Baca Juga: Ronaldo Mandul, Portugal Pun Tumpul
Mengingat Uzbekistan kini terbenam di dasar klasemen Grup K tanpa poin, sementara Portugal juga tertahan di peringkat 3 klasemen sementara, kemenangan jadi harga mati bagi kedua kubu. Jika tidak, mereka berpeuang angkat koper lebih awal. Untuk Selecao yang bertabur bintang, itu bisa menjad aib besar.
Di atas kertas, Portugal diunggulkan karena datang ke Piala Dunia 2026 dengan status peringkat 5 FIFA. Namun, itu saja ternyata tidak cukup buat jaminan, sebab RD Kongo yang menahan mereka di laga perdana secara peringkat FIFA bahkan lebih rendah dari Uzbekistan.
Dalam duel kedua Grup K nanti, Roberto Martinez diprediksi langsung menginstruksikan anak asuhnya untuk mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Ujian terbesar bagi Cristiano Ronaldo dan kolega yakni soal efektivitas penyelesaian akhir di lini depan yang terpantau masih tumpul di laga perdana.
Saat kontra RD Kongo, Portugal sebenarnya tidak kurang peluang. Statistik FIFA mencatat bahwa Vitinha dan kolega menguasai 68 persen aliran bola, membuat tujuh peluang, tetapi cuma satu saja yang akhirnya terkonversi jadi gol.
Jika nantinya Portugal mampu tampil klinis dan menundukkan Uzbekistan, kans lolos menuju babak 32 besar kian terbuka, sekaligus memutus rekor buruk Portugal yang tak pernah menang dalam dua laga terakhir saat menjamu tim Asia di panggung Piala Dunia.
Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tentu masih ingat saat mereka tumbang 2-1 dari Korea Selatan pada Piala Dunia 2022, setelah ditahan Iran 1-1 di Piala Dunia 2018.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Masih Belum Panas
Sementara itu, sebagai tim Asia, kali ini Uzbekistan di peringkat 50 FIFA datang dengan motivasi berlipat untuk mencetak poin bersejarah. Anak asuh Cannavaro diprediksi pragmatis, menumpuk pemain di lini belakang demi meredam agresivitas serangan Portugal.
Kembalinya ketajaman Abbosbek Fayzullayev yang mencetak gol ke gawang Kolombia bakal jadi tumpuan utama Serigala Putih untuk melancarkan skema serangan balik cepat, bersama striker andalan Eldor Shomurodov.
Hanya saja, kali ini Cannavaro harus memutar otak lebih keras usai lini pertahanan Serigala Putih berlubang, menyusul absennya Khusniddin Alikulov akibat cedera ligamen. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
PORTUGAL (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Tomas Araujo, Renato Veiga, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha; Bernardo Silva, Bruno Fernandes, Pedro Neto; Cristiano Ronaldo
Pelatih: Roberto Martinez
UZBEKISTAN (3-4-2-1): Utkir Yusupov; Abdukodir Khusanov, Abdulla Abdullaev, Jakhongir Urozov; Bekhruz Karimov, Akmal Mozgovoy, Otabek Shukurov, Sherzod Nasrulloev; Abbosbek Fayzullaev, Oston Urunov; Eldor Shomurodov
Pelatih: Fabio Cannavaro
