SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Aksi demontrasi gara-gara kisruh Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 kembali terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini giliran SMAN 10 Kota Tangerang yang didemo warga, Jumat (4/7/2025). Dalam aksinya, warga sempat memblokir depan gerbang sekolah.
Dalam orasinya, warga menuntut keadilan kepada pihak sekolah terkait puluhan murid di Tegal Rotan yang tidak lolos SPMB tingkat SMA. Pantauan di lokasi, terlihat para warga memblokade gerbang masuk SMAN 10 Tangsel dengan menggunakan bambu. Lalu, mereka memasang spanduk dengan bertuliskan ‘KAMI MENUNTUT WARGA TEGAL ROTAN’
Diketahui, puluhan warga ini berasal dari RW 07 dan 08 di Jalan Tegal Alur, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat. Dalam aksinya, para warga juga membentangkan spanduk yang berisikan tanda tangan para warga.
Salah satu calon wali siswa, Saiful mengaku kecewa dengan sikap sekolah yang tidak meloloskan siswanya. Ini karena dirinya tinggalnya tak jauh dari sekolah SMAN 10 Tangsel.
“Kita taunya domisili bisa difasilitasi, ternyata domisili itu tetep nilai. Artinya buat apa domisili kalau nilai, mending masukin jalur prestasi kalau nilai,” ujarnya saat ditemui di lokasi hari ini.
Saiful juga mempertanyakan terkait keadilan dari pihak pemerintah dan sekolah. Dalam sosialisasinya, mereka menyebut hal yang diutamakan adalah domisi, lalu nilai. “Kemarin sosialisasinya, dia pertama kali menyebutnya adalah domisili. Baru nilai. Tapi kenapa saat ini justru nilai terlebih dahulu,” katanya.
Baca Juga: Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan
Kepala SMAN 10 Tangsel, Usman menyampaikan bahwa ini merupakan aksi kesekian kalinya yang dilakukan oleh warga. Bahkan menurutnya, sebelum adanya penolakan soal SPMB, pihak sekolah sudah lebih dulu mensosialisasikannya.
“Bahwa SPMB tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, takutnya mindset dari masyarakat tahun sebelumnya masih yang lama, makanya saya perlu datangkan aparat desa, minimal kalau ditanya sama warganya bisa diberikan jawaban. Kalau jawabanya belum jelas silakan ke sekolah untuk diperjelas,” tandasnya. (eko/gatot)
























