SATELITNEWS.COM, SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten, diminta fokus untuk mengembangkan sektor usaha keuangan yang relative mempunyai resiko kecil seperti, pengelolaan kredit ASN, pengelolaan RKUD atau BLUD.
Beberapa sektor itu, dinilai lebih aman dibandingkan dengan mengembangkan kredit komersil yang mempunyai potensi macetnya cukup besar.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, jumlah ASN di Pemprov dan secara umum di Provinsi Banten sangat potensial, apalagi jumlahnya cukup banyak sekitar 81.480 orang tercatat sampai akhir tahun 2024. Belum lagi dari RKUD dan BLUD.
“Jika dalam setahun bisa memproyeksikan keuntungan sekitar Rp400 miliar, Bank Banten sudah bisa mandiri,” katanya, Senin (8/9/2025).
Saat ini, Bank Banten baru mengelola RKUD di tiga Pemda yang meliputi Pemprov, Kabupaten Lebak dan Kota Serang dengan total pengelolaan keuangan sekitar Rp16,02 Triliun dari total RKUD dari Sembilan Pemda sebesar Rp42,58 Triliun.
Selain mengelola RKUD, Bank Banten dipercaya untuk mengelola gaji honorer dan PPPK, dana hibah, Bansos, dana BOS, PAD Pajak dan Retribusi, dana desa serta beberapa turunan dari RKUD seperti dana di BUMD, BUMN dan swasta. Walhasil, sejak tahun 2023 Bank Banten telah mencatatkan keuntungan Rp26,59 Miliar dan Rp39,33 Miliar di akhir 2024.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
“Laba itu juga seiring dengan total asset, kredit dan dana pihak ketiga yang terus tumbuh dan menguat,” kata Direktur Utama (Dirut) Bank Banten, Muhammad Busthami.
Bahkan, lanjutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri secara khusus telah mencatat peningkatan kinerja Bank Banten yang jauh semakin membaik. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi seluruh Stakeholder untuk merasa ragu dan khawatir untuk melakukan transaksi perbankan dengan Bank Banten.
“Karena Bank Banten adalah BUMD yang sehat, profit, modal terjaga dan sejak tahun 2023 tidak pernah mengalami kesulitan likuiditas dan gagal bayar kepada siapapun juga,” ujarnya.
Menurut Busthami, kontribusi aktif dari seluruh masyarakat dan pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Banten, akan memaksimalkan pemanfaatan potensi bisnis dalam rangka meningkatkan pendapatan dan mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Apalagi saat ini, penguatan permodalan sudah dilakukan baik melalui Kerjasama Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim, penambahan modal dari Pemprov Banten selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) eksisting, baik berupa Fresh Fund maupun Inbreng serta diperkuat dengan keikutsertaan seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Banten menjadi Pemegang Saham Bank Banten.
Kemudian, pengembangan bisnis di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten melalui pengelolaan RKUD, kredit ASN/P3K/Honorer, penerimaan pajak dan retribusi daerah serta pengembangan SDM dan infrastruktur system teknologi informasi yang tegrus dilakukan dalam Upaya diversifikasi produk dan layanan berbasis digital & pengelolaan ekosistem keuangan Pemerintah Daerah dan simplifikasi proses peningkatan kualitas pelayanan.
Baca Juga: Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini
“Tak kalah penting juga, Bank Banten saat ini sudah melakukan perbaikan proses bisnis, operasional dan pelayanan. Memperkuat Tata Kelola (GCG), Manajemen Risiko serta internalisasi budaya perusahaan “TRUST” secara berkelanjutan,” jelasnya.
Meski demikian, Pemprov Banten meyakini masih banyak potensi lainnya yang belum dimaksimalkan oleh Bank Banten. oleh karena itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kantor perwakilan Provinsi Banten akan melakukan pengawasan dan pendampingan kepada Bank Banten agar bisa lebih optimal menggali seluruh potensi yang bisa dikembangkan.
Kepala BPK Perwakilan Provinsi Banten Firman Nurcahyadi mengakui, jika Bank Banten saat ini sudah mulai tumbuh positif, meskipun usianya masih terhitung cukup muda. Dalam pengawasan yang akan dilakukan, BPK akan melihat terlebih dahulu sejauh mana operasional Bank Banten dalam mengembangkan usahanya.
“Kedepan tentu sesuai dengan harapan bapak Gubernur Banten, Bank Banten harus bisa setara dengan BPD lainnya di Indonesia,” imbuhnya. (luthfi)
























