SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang terus melakukan inovasi. Salah satunya melalui program Tangkab Moment yang fokus mengenalkan dan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi Z, tentang pentingnya membayar pajak, Kamis (16/10).
Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto, menjelaskan bahwa Tangkab Moment merupakan program yang dikemas dalam bentuk kegiatan kekinian yang digemari anak muda, seperti talk show, konser musik, ngopi di kafe, hingga fun run.
“Melalui Tangkab Moment ini, Gen Z dikumpulkan dalam event-event menarik yang menjadi sarana edukasi efektif untuk menyadarkan pentingnya membayar pajak,” ujar Slamet Budhi kepada Satelit News.
Ia menyebutkan, karakteristik Gen Z yang lekat dengan teknologi digital dan internet membuat pendekatan edukasi pajak menjadi lebih efektif dan tidak membosankan.
“Tangkab Moment adalah acara yang memadukan musik, kopi, obrolan publik, dan edukasi pajak dengan konsep santai dan menyenangkan,” tambahnya.
Slamet mengungkapkan bahwa Tangkab Moment telah beberapa kali digelar di berbagai tempat seperti kafe dan pusat perbelanjaan, dengan menghadirkan narasumber penting seperti Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
“Ada dialog interaktif. Suasananya happy, cair, dan akrab. Pak Bupati ikut turun langsung mengenalkan pajak, dan disambut antusias oleh Gen Z,” tuturnya.
Program ini, kata Slamet, merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas kreatif dalam mengajak anak muda untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui langkah-langkah kecil yang berdampak besar.
“Tangkab Moment dirancang sebagai ruang edukasi inovatif yang menggabungkan pertunjukan musik live, dialog publik, dan kampanye literasi pajak yang jauh dari kesan kaku dan formal,” ungkapnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menyadari bahwa aktivitas sehari-hari seperti ngopi, jajan, parkir, hingga belanja merupakan bentuk kontribusi mereka terhadap PAD melalui pajak restoran dan pajak parkir.
“Dengan pendekatan budaya populer dan suasana santai, acara ini mampu menjembatani kesenjangan pemahaman tentang pajak yang sering kali dianggap rumit,” jelasnya.
Slamet menegaskan, edukasi yang menyenangkan akan lebih mudah diterima. Program ini, menurutnya, menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas bisa melahirkan gerakan yang berdampak positif.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bahwa pajak daerah merupakan fondasi pembangunan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pajak daerah bukan sekadar kewajiban administratif. Kami ingin anak muda paham bahwa kontribusi mereka — sekecil apa pun — ikut menentukan wajah Kabupaten Tangerang ke depan. Bahkan hanya dengan membayar PBB lewat QRIS, itu sudah sebuah kontribusi,” pungkasnya. (alfian/aditya)




















