SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Warga Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan melambungnya harga ayam potong (boiler) di pasar tradisional. Di Pasar Tigaraksa, harga ayam potong dilaporkan telah mencapai Rp 49.000 per kilogram, membuat pedagang kelimpungan dan pembeli lari mencari protein alternatif.
Pedagang ayam potong di Pasar Tigaraksa, Win, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sangat tidak wajar, terutama karena terjadi bukan pada momen hari besar nasional seperti Idul Fitri atau Tahun Baru.
“Saat ini tembus di angka Rp 49 ribu. Itu justru sudah mengalami penurunan sedikit, karena sebelumnya sempat mencapai angka Rp 55 ribu per kilogramnya,” kata Win, Kamis (23/10).
Menurut Win, harga Rp 49 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram, seharusnya hanya terjadi saat hari raya. Ia menduga kenaikan signifikan ini dipicu oleh naiknya harga DOC (ayam usia sehari) di tingkat peternak.
“Kemungkinan karena pengaruh DOC-nya, tapi pedagang kecil seperti saya hanya mengikuti harga harian saja, tidak tahu penyebab pastinya,” ujarnya.
Win mengaku kesulitan menjual ayam potong saat ini karena daya beli masyarakat yang anjlok. Harga normal ayam boiler biasanya berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
“Kalau sekarang tinggi sekali dan sulit untuk menjualnya juga, karena masyarakat lebih memilih makanan lain untuk kebutuhan protein, seperti ikan dan daging,” keluh Win.
Ia berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan harga. Win khawatir, jika kenaikan ini dibiarkan liar, harga ayam saat momen Tahun Baru dan Idul Fitri berikutnya akan melambung jauh lebih tinggi.
“Kami berharap ada solusi pasti untuk menekan harga ayam, supaya kembali normal,” tukasnya.
Pemkab Tangerang Janji Turun Tangan
Menanggapi lonjakan ini, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyoroti fluktuasi harga kebutuhan pokok, termasuk cabai, bawang merah, daging sapi, minyak goreng, dan terutama kenaikan signifikan harga ayam boiler.
Intan menyatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang kini tengah berkoordinasi lintas sektor, untuk menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga, mengingat momentum menjelang Tahun Baru dan Bulan Ramadhan.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
“Dari pantauan kami, memang ada komoditi dengan stok yang minim, terutama minyak goreng. Selain itu, juga ada ayam boiler yang naik signifikan. Itu akan menjadi pembahasan dan fokus kami untuk mengambil langkah-langkah cepat, agar kembali tersedia aman dan harga tetap stabil,” jelasnya. (alfian/aditya)




















