SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Juara bertahan Napoli kembali ke jalur kemenangan di Liga Italia. Partenopei mengantongi tiga poin setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor akhir 3-1.
Pertempuran Napoli vs Inter Milan berlangsung di Stadion Diego Maradona pada Minggu (26/10) dinihari WIB. Napoli unggul dua gol lebih dulu dari Kevin de Bruyne (penalti), dan Scott McTominay.
Nerazzuri kemudian menciptakan gol balasan melalui gol penalti Hakan Calhanoglu. Gol Andre-Zambo Anguissa mengembalikan selisih dua gol Napoli sekaligus memastikan kemenangan.
Tiga poin tambahan yang didapat ini, Napoli kembali ke Capolista usai mengumpulkan 18 poin dari delapan pertandingan. Inter Milan menduduki posisi empat dengan 15 poin.
Sebuah keributan terjadi di tepi lapangan dalam situasi Napoli unggul 2-1. Conte terlibat adu mulut dengan dua pemain Inter: Denzel Dumfries dan secara khusus Lautaro Martinez.
Conte dan Lautaro bahkan saling ejek, dan pada prosesnya pelatih Napoli tersebut dikartu kuning wasit. Usai pertandingan, Antonio Conte enggan mengomentari insiden itu sembari mengingatkan jasa-jasanya pada Inter dan Juventus. “Ketika Anda bermain di level seperti ini, hal-hal semacam itu memang bisa terjadi,” ungkap Conte kepada DAZN.
“Saya cuma ingin mengingatkan Inter bahwa saya lah yang membawa kembali Scudetto ke klub setelah 10 tahun, termasuk sembilan titel berturut-turut Juventus, dan Anda tahu apa artinya itu untuk saya. Saya menjaga kenangan-kenangan yang sangat indah dari pengalaman itu.”
“Lautaro itu seorang pemain yang sangat bagus, mungkin saya tidak terlalu mengenal dia dengan baik secara pribadi. Saya mengharapkan yang terbaik untuk dia,” Antonio Conte menambahkan.
Kemenangan atas Inter Milan harus dibayar mahal oleh Napoli. Kevin De Bruyne cedera dan terlihat harus memakai kruk. De Bruyne bahkan terlihat kesulitan berjalan meski sudah dibantu oleh dua staf medis Napoli. Ia kemudian terlihat kembali di babak kedua dengan menggunakan kruk untuk duduk di bangku cadangan dan menyaksikan 20 menit terakhir pertandingan.
Napoli pun waswas menanti hasil pemeriksaan pada cedera pemain berusia 34 tahun itu. Muncul kekhawatiran sebab posisi cederanya saat ini sama dengan yang pernah dialami De Bruyne di Manchester City, yang membuatnya menepi selama empat bulan pada Agustus-Desember 2023.
Napoli saat ini tengah dilanda masalah cedera. Romelu Lukaku sebelumnya sudah dipastikan absen cukup lama karena ada robekan di otot belakang pahanya.
Sementara itu, Presiden Inter Milan Beppe Marotta mengkritik keputusan wasit soal penalti untuk Napoli. Ia menilai wasit terlalu gampang terpengaruh.
Usai pertandingan, Marotta jadi orang pertama dari kubu Inter yang datang ke konferensi pers, alih-alih sang pelatih Cristian Chivu. Marotta menyampaikan keluhannya soal penalti Napoli.
Ia menyoroti wasit Maurizio Mariani yang memutuskan memberikan penalti beberapa detik setelah insiden terjadi, usai diberi tahu oleh asisten wasit. Awalnya, Mariani mengabaikan insiden di mana
Di Lorenzo jatuh di antara Henrikh Mkhitaryan dan Francesco Acerbi. “Meski Napoli pada akhirnya menegaskan kemenangannya, sebagian besar di 20 menit akhir, penalti tadi menentukan dalam menggeser keseimbangan permainan,” ujar Marotta kepada DAZN Italia.
“Penaltinya datang dari evaluasi asisten wasit. Jelas bahwa wasit ada di posisi yang sempurna untuk menilai, dia melihatnya dan berpaling, kemudian meniup peluit delapan detik kemudian.”
“Saya kira itu tadi situasi yang ideal bagi VAR untuk melakukan intervensi, mengingat wasit awalnya sudah mengevaluasi dan mengabaikan situasinya. Rekaman video akan memberi kesempatan wasit untuk meninjaunya lagi dan mengambil keputusannya sendiri.”
“Kita harus paham mana yang penalti dan tidak. Saya adalah orang yang lebih memilih untuk menempatkan wasit di tengah, dan jika dia melihat insidennya dan berpaling, dan kemudian mendengarkan asisten yang ada di posisi yang lebih buruk, maka dia membiarkan dirinya terlalu mudah dipengaruhi,” katanya. (dm)