SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Sebanyak 155.809.294 penumpang menggunakan layanan kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) sepanjang Januari–April 2026. Sekitar 136,5 juta diantaranya merupakan pengguna layanan commuter line.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut layanan PSO dijalankan sebagai bagian dari penugasan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk menjaga keterjangkauan tarif transportasi publik.
“Negara hadir melalui skema PSO atau subsidi tarif angkutan kereta api,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Minggu (17/5/2026).
Layanan PSO mencakup kereta ekonomi jarak jauh, KA lokal/perintis, seluruh commuter line, LRT Jabodebek, hingga sebagian layanan KAI Bandara. Untuk kereta bandara, layanan bersubsidi antara lain KA YIA Reguler menuju Bandara Yogyakarta International Airport serta KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai.
Menurut Anne, layanan tersebut menjadi salah satu penopang mobilitas masyarakat karena menyediakan akses transportasi massal yang aman, efisien, dan terjangkau di berbagai daerah.
“Kehadiran layanan ini membantu menjaga keterhubungan antarwilayah dan mendukung aktivitas produktif masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, selain commuter line, LRT Jabodebek melayani 10.667.038 penumpang pada periode yang sama. Sementara itu, KA jarak jauh dan KA lokal mencatat 6.221.378 pelanggan, serta layanan KAI Bandara sebanyak 2.334.929 pelanggan.
Di luar pola PSO, KAI mencatat layanan kereta api bandara secara keseluruhan melayani 3.246.711 pelanggan pada periode Januari–April 2026. Angka ini mencakup Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara YIA, KA Srilelawangsa di Medan, KA Minangkabau Ekspres di Padang, hingga layanan terintegrasi seperti LRT Sumatera Selatan dan KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS).
Anne mengatakan, peningkatan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas transportasi yang semakin terintegrasi. “Konektivitas transportasi kini menjadi bagian penting dalam pola perjalanan masyarakat,” ujarnya.
Pola mobilitas tersebut juga terlihat selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 13–17 Mei 2026. Hingga Sabtu (16/5) pukul 10.00 WIB, penjualan tiket mencapai 861.926 tiket, termasuk untuk keberangkatan hari terakhir.
Sebanyak 554.407 pelanggan telah menggunakan layanan KA jarak jauh dan KA lokal di Jawa dan Sumatra dalam tiga hari pertama masa libur. KAI mencatat penjualan tiket harian masing-masing 196.370 pada Rabu (13/5), 197.368 pada Kamis (14/5), 160.668 pada Jumat (15/5), 147.851 pada Sabtu (16/5), dan 159.669 pada Minggu (17/5).
“Perjalanan menuju kota wisata, pusat kuliner, dan kawasan pendidikan mengalami peningkatan,” kata Anne.
Data tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan harian maupun perjalanan selama periode libur panjang. (rmg/xan)