SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Arsenal berhasil ke final Liga Champions 2025/2026. Hal ini menyudahi penantian 20 tahun publik London Utara dan the Gooners di seluruh dunia.
Arsenal mengalahkan Atletico Madrid 1-0 di Emirates Stadium dalam leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama.
Arsenal mencetak gol kemenangannya lewat Bukayo Saka di penghujung babak pertama. Gol itu membuat Arsenal melaju ke final dengan menang agregat 2-1.
Pasukan Mikel Arteta kini menanti lawan dari pemenang di semifinal lainnya antara Bayern Munich vs Paris Saint-Germain. Saat ini keunggulan agregat 5-4 ada pada PSG.
Final Liga Champions ini adalah yang kedua dalam sejarah Arsenal. The Gunners pertama kali ke final pada musim 2005/2006 atau 20 tahun yang lalu. Arsenal saat itu kalah 1-2 dari Barcelona di final.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, menyebut suasana ruang ganti sedang kacau karena kegembiraan. Dia pun mengingatkan bahwa keberhasilan ini memang pantas dirayakan sejenak. “Suasananya kacau (di ruang ganti). Saya rasa Anda tidak bisa meremehkan apa yang telah kami lakukan di kompetisi ini hingga saat ini,” kata Rice kepada Amazon Prime.
Baca Juga: Kutukan 22 Tahun Berakhir, Arsenal Juara Liga Inggris
“Saya pikir kami berhak merayakan momen ini. Kompetisi paling bergengsi di sepakbola antarklub (Eropa). Kami hanya mencoba menikmati semuanya,” sambungnya.
Hal ini sekaligus menyudahi penantian Arsenal selama 20 tahun. Meriam London terakhir kali ke final pada musim 2005/2006.
“Kami tahu apa yang dipertaruhkan sebelum pertandingan. Jika Anda tidak bisa bersemangat untuk itu, maka Anda tidak bisa bersemangat untuk pertandingan sepakbola apa pun,” Rice menegaskan.
Dalam laga tersebut, Bukayo Saka menjadi penentu kelolosan Arsenal ke final Liga Champions musim ini. Sang winger berharap perjalanan The Gunners yang sudah sampai sejauh ini bisa berakhir manis. “Kau menculikku dari perayaan ini, kawan! Ini sangat indah. Kau lihat apa artinya bagi kami dan apa artinya bagi para penggemar,” ujar Saka saat diwawancara Amazon Prime.
“Ya, kami sangat bahagia. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Laga ini penuh tekanan. Ini sangat berarti bagi kedua belah pihak. Kami berhasil mengatasinya dengan baik, dan membawa diri kami ke final. Semuanya dimulai sebelum laga ketika kami tiba dengan bus. Aku belum pernah melihat yang seperti ini.”
Arsenal tinggal berjarak satu laga lagi dari kejayaan Eropa. Mereka harus mengalahkan salah satu dari Paris Saint-Germain atau Bayern Munich untuk menjadi juara Liga Champions. Final akan digelar di Budapest, Hungaria pada 30 Mei nanti. “Ini adalah kisah yang indah dan aku berharap ini berakhir dengan baik di Budapest,” tegas Saka.
Baca Juga: Arsenal Menunggu Dua Partai Final
Sementara itu, pelatih Diego Simeone menerima hasil itu dan enggan membahas keputusan kontroversial wasit. “Yah, jika kami tersingkir, itu karena lawan kami pantas lolos, mereka memanfaatkan peluang emas di babak pertama dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai,” ujar Simeone usai laga kepada UEFA.
“Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami membaik di babak kedua. Ada hal-hal yang bisa menguntungkan kami tetapi nyatanya tidak. Kami telah memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini.”
“Terima kasih kepada para fan dan pemain kami, saya merasa bangga berada di posisi kami sekarang. Saya mengatakan kami ingin bersaing dan kami telah melakukannya. Sayangnya kami belum memenangi apa pun, tetapi kami telah mencapai posisi yang sulit dicapai.” (dm)




























