SATELITNEWS.COM, SERANG – Forum Pendidikan Satuan Paud Sejenis dan Kader Bina Keluarga Balita (FP SPS IKBA) Kabupaten Serang memberikan pelatihan eksklusif bagi guru tentang kesehatan mental sebagai fondasi guru untuk mewujudkan generasi paripurna 2045, Kamis (14/5).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aber Nurhadi, Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Haerofiatna. Hadir juga dalam kegiatan Pokja Bunda Paud, Salah satu Perwakilan Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PAN.
Ketua Forum Pendidikan Satuan Paud Sejenis dan Kader Bina Keluarga Balita (FP SPS IKBA) Kabupaten Serang, Kuratu Akyun mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan ini pihaknya menginginkan guru guru di Kabupaten Serang memiliki mental yang sehat. Sehingga nanti bisa mentransfer ilmu kepada muridnya dengan rasa penuh menyenangkan dan bahagia.
“Pesertanya sebanyak hampir 250 dari guru SD, Guru PAUD bahkan ada dari SMP. Jumlahnya sekolah ada 148 yang tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Kuratu menuturkan, guru memiliki label pahlawan tanpa tanda jasa. Namun bukan berarti seorang guru tidak pernah lelah, tidak pernah cape, tidak pernah jenuh untuk menjaga marwahnya.
“Jadi kesehatan mental guru perlu diperhatikan, karena kalau satu guru bermasalah mentalnya, maka sama dengan merusak 30 mental murid,” tuturnya.
Namun demikian, kata Kuratu bukan berarti guru harus sempurna. Melainkan bagaimana guru dapat mengelola emosinya dengan baik.”Ketika berhadapan dengan murid guru tetap miliki keteladanan dan memberikan contoh kebaikan,” ujarnya.
Kuratu mengungkapkan dalam kegiatan ini pihaknya menghadirkan narasumber pakar sikolog dan pakar parenting Nyimas Diane.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Aber Nurhadi menyampaikan terimkasih terhadap SPS IKBA yang sudah mempelopori kegiatan pelatihan ekslusif ini. Karena ini dalam rangka mempersiapkan pendidikan yang semakin hari semakin besar tantangannya.
“Jadi sekarang pendidikan kita sangat luar biasa, masyarakat atau orang tua kurang perhatian terhadap anaknya, bahkan ada orang tua yang datang ke rumah anaknya sudah tidur dan berangkat anaknya masih tidur, maka guru harus menggantikan menjadi orang tua,” tuturnya.
Oleh karena itu, kata Aber agar guru bisa mendidik secara baik anak anak, maka harus memiliki kesehatan mental yang luar biasa. Sehingga kegiatan ini sangat relevan dengan program Kementerian Pendidikan dasar dan menengah.
“Ada tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, pertama anak harus cepat tidur, kedua bangun pagi, beribadah, makan makanan sehat dan bergizi, bermasyarakat, gemar belajar. Ini harus diberi contoh oleh gurunya,” tuturnya.
Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Haerofiatna menambahkan bahwa kegiatan hari ini yang digelar oleh Forum Pendidikan Satuan Paud Sejenis dan Kader Bina Keluarga Balita memang cukup positif.”Ini keren banget untuk menciptakan generasi utuh paripurna menuju Indonesia emas 2045,” ujarnya.
Namun Haerofiatna mengaku punya persepsi sendiri terhadap kegiatan hari ini. Menurutnya, Forum Pendidikan Satuan Paud Sejenis dan Kader Bina Keluarga Balita sedang menciptakan MAUNG atau Manusia Unggul dalam rangka 2045.
“Jadi dalam menciptakan manusia unggul ini butuh sekali perhatian terutama dari mulai pendidikan, karena pendidikan ini berdampak tethadap indeks pembangunan manusia. Pendidikan ini tidak hanya kualih, tapi dari mulai PAUD, TK, SD, SMP dan SMA,” pungkasnya. (sidik)