SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Masih ingat peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut, yang terjadi di Jalan Raya Cikole – Cipacung, tepatnya depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 7 orang luka – luka, beberapa waktu lalu.
Kini, pelaku yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian setempat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, IPDA Sofyan Sopian, menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, baik korban maupun warga di lokasi kejadian.
Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), di sekitar area kecelakaan, sebagai bagian dari proses penyelidikan, serta mengamankan kendaraan yang dikemudikan pelaku.
“Setelah dilakukan gelar perkara, statusnya resmi naik ke penyidikan, dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Sofyan. Selasa (12/5/2026).
Langkah hukum berikutnya, tambahnya, pihaknya akan melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, untuk diteliti lebih lanjut. Jika dinyatakan lengkap, proses akan berlanjut ke tahap berikutnya sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Baca Juga: Sempat Jalani Perawatan Intensif, Ahmad Mursidi Tutup Usia
Meski telah berstatus tersangka, Ahmad Mursidi, hingga kini belum ditahan. Pihak kepolisian menyatakan, yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis karena menderita penyakit kronis.
Diketahui, jabatan Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang sudah di Plh-kan per tanggal 29 April 2026. Artinya, sejak kejadian laka lantas maut tersebut, Ahmad Mursidi sedang bebas tugas.
Diberitakan sebelumnya, laka lantas maut terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, yang mengakibatkan 1 pelajar meninggal dunia di tempat, dan 1 korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan tim medis RSUD Berkah Pandeglang.
Saat kejadian, di depan SDN Sukaratu 5 itu sedang banyak pelajar yang jajan karena bersamaan dengan jam istirahat. Tiba-tiba, dari arah Cikole sebuah mini bus ber Nomor Polisi A 1633 BF hilang kendali, dan menyeruduk kerumunan pelajar yang sedang jajan itu.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas, menggemparkan terjadi di Jalan Raya Cikole – Cipacung, tepatnya di depan SDN Sukaratu 5, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/4/2026).
Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika anak – anak SDN setempat sedang beristirahat, dan sebagian dari mereka sedang jajan di depan sekolah yang kebetulan berada tepat di pinggir jalan raya.
Baca Juga: Horor Rem Blong, Truk di Lebak Tabrak Palang Perlintasan Hingga Nyaris Terjun ke Jurang
Seorang guru SDN Sukaratu 5, di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memberikan penjelasan terkait tujuh siswanya yang menjadi korban kecelakaan tunggal di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kamis (30/4/2026).
Akibat peristiwa tragis itu, sebanyak sembilan orang menjadi korban. Tujuh orang siswa, satu orang seles dan satu orang pedagang.
Sementara, satu orang siswa kelas 4 SDN Sukaratu 5, berjenis kelamin laki-laki dinyatakan meninggal dunia ditempat, atasnama TB. Muhammad Atharul Milal.
Para saksi mata mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.30 WIB, tepat berada di depan SDN Sukaratu 5.
Diketahui, mobil yang menabrak para korban tersebut jenis Inova ber Nomor Polisi A 1633 BF, diduga dikemudikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, berinisial M.
Seorang guru SDN Sukaratu 5 Rika Novianti mengungkapkan, pada saat kejadian para siswa tengah berburu jajan di waktu jam istirahat di halaman depan sekolah.
Namun secara tiba-tiba, mobil yang dikendarai oleh Kepala DPMPTSP tersebut langsung menghantam para siswa yang tengah jajan.
“Posisi pada lagi jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, sales dan pedagang, yang ada di depan, secara tiba – tiba,” ujarnya.
“Ada yang ke bawa, ada yang masuk kolong, ada juga yang masuk solokan,” tambahnya.
“Pas kita denger benturan mobil kencang, guru-guru langsung berlarian ke depan, bahkan ada guru yang gotong siswa,” sambungnya.
Ia mengatakan, mobil yang menabrak para siswa termasuk dua orang lainya bermerk Kijang Innova, diduga dikendarai Kepala DPMPTSP Pandeglang.
Usai kejadian, para korban langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang.
“Semua korban di bawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Tadi juga Bupati sudah jenguk ke sini,” tukasnya.
Ia mengaku, para guru sering menegur para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan halaman sekolah.
“Sering kita tegur, bukan hanya satu dua kali. Tapi mereka tetap jualan di situ,” ujarnya.
“Kalau pelaku katanya lagi, dibawa sama Polisi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta mencari keterangan para saksi. (mardiana)
























