SATELITNEWS.COM, LEBAK–Malapetaka nyaris dialami oleh sopir truk ini. Kendaraan yang dibawanya mengalami rem blong pada Sabtu (20/6/2026) malam di Tanjakan Bang Arum, Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Papango Pintu, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung.
Akibatnya truk bernomor dengan nomor polisi B 1964 UVW menabrak palang perlintasan sebidang hingga nyaris terjun ke jurang dan menghantam rumah warga.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan tunggal tersebut terjadi saat truk yang belum diketahui identitas pengemudinya itu diduga mengangkut material batu melaju dari arah Narimbang menuju wilayah Kota Rangkasbitung. Kendaraan diduga kehilangan kendali akibat rem tidak berfungsi hingga akhirnya menabrak palang pintu perlintasan.
Beruntung, truk tidak sampai masuk ke jurang. Kendaraan tertahan oleh pembatas berbahan besi rel kereta yang berada di sisi jalan sehingga tidak meluncur ke bawah dan menabrak rumah warga. Hingga Minggu (21/6/2026), truk tersebut masih berada di lokasi kejadian. Sejumlah petugas dari PT KAI terlihat berjaga di sekitar perlintasan sebidang untuk mengatur arus kendaraan. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.
Warga sekitar, Nurul mengatakan, kecelakaan serupa di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Tanjakan Bang Arum itu cukup sering menjadi lokasi kecelakaan kendaraan besar, terutama akibat gangguan rem. “Di sini, Tanjakan Bang Arum itu sering terjadi. Rata-rata akibat rem blong,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Agus, warga sekaligus saksi mata kejadian. Ia mengatakan, saat kejadian palang perlintasan sudah dalam kondisi tertutup, namun truk tetap melaju karena tidak mampu dikendalikan. “Kejadiannya pintu di atas sudah tutup, rem blong sampai sini tidak terkontrol. Truk nyaris masuk jurang,” katanya. Agus menyebut, keberadaan pembatas besi rel menjadi penyelamat karena mampu menahan laju kendaraan tersebut.
Baca Juga: Pemotor di Lebak Tewas Usai Tabrakan dengan Mobil
“Anginnya habis jadi rem blong. Kejadian seperti ini sering. Dua bulan ini baru terjadi lagi, sebelumnya bisa sampai beberapa kali dalam sebulan,” tuturnya. Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait terhadap kondisi jalur tersebut, terutama karena kawasan itu kerap dilalui kendaraan besar pengangkut material.(mulyana)
























