Senin, 14 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Soal Situ Rancagede Jakung, Pemprov Banten Diminta Lakukan Tuntutan Pidana

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Kamis, 7 Mei 2026 14:40 WIB
Rubrik Banten Region, Pemprov Banten
Soal Situ Rancagede Jakung, Pemprov Banten Diminta Lakukan Tuntutan Pidana

Pengamat Kebijakan Publik, Ahmad Sururi. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Dugaan keterlibatan dua oknum pejabat dalam kasus jual beli Situ Rancagede Jakung, terus mendapat perhatian berbagai kalangan. Kali ini, pengamat kebijakan publik Ahmad Sururi angkat bicara, dan memberikan kritik keras.

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini mengatakan, persoalan keterlibatan dua orang pejabat publik di Banten terkait kasus Situ Rancagede Jakung, bukan lagi rahasia umum. Persoalan itu, menjadi bukti buruknya moralitas segelintir pejabat publik di Banten.

“Wah kalau benar ada oknum pejabat Banten terlibat, ini bahaya. Indikasi krisis integritas, moral dan mencoreng birokrasi Banten,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Sururi mengatakan, tindakan radikal yang dilakukan dua oknum pejabat itu menggambarkan berapa kuatnya oligarki mempermainkan aturan perundang-undangan. Artinya, kata dia, ada kerusakan dalam sistem birokrasi di Banten.

“Pesannya jelas, jika ada pejabat Banten terlibat kasus lahan situ gede ini, maka masyarakat Banten dengan mudah membaca ada persoalan oligarki, kekuasaan dan politik di birokrasi Banten,” ujarnya.

Sururi mengatakan, inti persoalan tersebut bukan hanya sebatas memenangkan gugatan, tetapi lebih kepada sikap dan tindakan pejabat yang seolah bisa melakukan banyak hal, termasuk mempermainkan hukum.

Baca Juga: DPRKP Dinilai Hambat Visi Misi Kepala Daerah, Pengamat: Gubernur Andra Harus Bersikap

Oleh karena itu, Gubernur Banten Andra Soni harus bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai kepala daerah, agar tidak ada lagi aset daerah yang dirampas.

“Gubernur Andra adalah kunci. Tergantung Political will gubernur, mau tidak menyelesaikan secara tuntas. Pilihan sikap Hati-hati atau solusi win-win solution sah-sah saja, tetapi jangan sampai memunculkan opini publik bahwa Gubernur tidak serius membongkar persoalan hukum kasus ini,” pungkasnya.

BeritaTerbaru

Kepala BKD Banten, Ai Dewi Suzana. (ISTIMEWA)

Tiga Jabatan Eselon II Masih Kosong, Pemprov Lakukan Pemetaan Pegawai

Minggu, 13 Sep 2026 19:10 WIB
POTO BERSAMA : Gubernur Banten poto bersama dengan anak SMK di Pandeglang. Saat ini, Pemprov Banten tengah melakukan evaluasi terhadap penjurusan mata pelajaran di SMK agar sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan.(DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Pemprov Evaluasi Jurusan SMK, Dindikbud Banten Lakukan Optimalisasi Kejurusan

Minggu, 13 Sep 2026 19:05 WIB
PEMBANGUNAN JALAN -- Ruas Jalan Mancak-Cikedung, merupakan ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui DPUPR. (ISTIMEWA)

DPUPR Kabupaten Serang Bangun Ruas Jalan Cikedung

Minggu, 13 Sep 2026 18:58 WIB
Abu GAK Mengintai Gangguan Pernapasan, Warga Lebak Diminta Tak Abai

Abu GAK Mengintai Gangguan Pernapasan, Warga Lebak Diminta Tak Abai

Minggu, 13 Sep 2026 18:22 WIB

Jika tidak segera diselesaikan secara tuntas, lanjutnya, kecurigaan maayarakat terkait adanya permainan dan bekingan orang berpengaruh di Banten akan terbukti. Oleh karena itu, Gubernur Banten harus bisa bersikap tegas sebagai abdi masyarakat yang diberikan amanah.

“Iya seolah-olah ada kompromi elite, kepentingan ekonomi yang jauh lebih besar, atau kekuatan tertentu yang membuat Pemprov Banten memilih jalan damai daripada pengusutan pidananya,” tuturnya.

“Memang tidak bisa langsung disimpulkan ada kekuatan backing tertentu, oleh karenanya untuk menghindari spekulasi, Pemprov Banten harus transparan menjelaskan kronologis dan alasan tidak menempuh jalur pidana,” timpalnya.

Sururi mengatakan, persoalan keterlibatan oknum pejabat publik itu bisa berakibat panjang, seperti sulit merumuskan kebijakan pro rakyat karena pejabatnya berorientasi rente atau bisnis.

Baca Juga: Pemprov Banten Diminta Kurangi Jumlah Tenaga Ahli

“Sederhananya, kalau pemerintah ingin dipercaya rakyat, maka buat kebijakan yang tanpa kompromi terhadap oknum pejabat rakus dan hadirkan akuntabilitas yang dimulai dari elite dan birokrasi terlebih dahulu, bukan rakyat yang terus diminta berkorban,” ujarnya lagi.

Secara prinsip, kata dia, Pemprov Banten seharusnya mempertimbangkan jalur perdata maupun pidana. Terlebih ada indikasi kerugian daerah, penyalahgunaan kewenangan atau pelanggaran hukum akan tetapi harus berbasis bukti dan audit yang kuat, bukan sekadar tekanan opini publik.

“Ini persoalan asset daerah, dan melibatkan banyak pihak, jadi pointnya pada inventarisasi asset, pendataan sertifikat dan pengawasan. Dan Pemprov Banten cenderung terlambat melakukan tiga hal tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, proses penanganan dugaan kasus pidana dalam pembebasan lahan Situ Rancagede Jakung di Desa Babakan, Kecamatan Bandung kembali menjadi sorotan publik.

Meski Pemprov Banten telah memenangkan Kasasi di Mahkamah Agung (MA), namun ada kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut. Yaitu luputnya dua orang pejabat di Provinsi Banten yang namanya sempat muncul pada saat dilakukan Berita Acara Penyelidikan (BAP) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Dua sosok pejabat itu yakni, saat ini menjabat sebagai pimpinan lembaga Legislatif berinisial FH dan satu orang lagi saat ini menjabat sebagai pimpinan eksekutif di Kota Serang berinisial BR.

Pemeriksaan keduanya tidak dilanjutkan, karena alasan sedang masuk tahapan Pileg dan Pilkada, sehingga penanganannya dihentikan sementara.

Kini, kasus pidana pada dugaan penyerobotan dan jual beli lahan milik Pemprov Banten itu dihentikan dan hanya menetapkan satu tersangka, yaitu mantan Kepala Desa (Kades) Babakan, Kecamatan Bandung Johadi karena didakwa menerima aliran dana atau suap sebesar Rp700 juta lebih.

Terkait hal itu, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banten mendesak aparat penegak hukum untuk segera melanjutkan proses hukum secara transparan dan akuntabel, menyusul telah diperiksanya dua pejabat yang diduga terlibat dalam proses tersebut.

Desakan ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap lambannya penanganan perkara yang dinilai cenderung stagnan. Bahkan, muncul dugaan adanya keterlibatan pihak eksternal dalam proses pembebasan lahan, termasuk figur publik yang memiliki posisi strategis di daerah.

Ketua ESDM Badko HMI Jabodetabeka-Banten Entis Sumantri menegaskan, aparat penegak hukum tidak boleh ragu dalam menindaklanjuti kasus ini hingga tuntas. Oleh karena, persoalan tersebut menjadi perhatian publik sejak bertahun-tahun lalu.

“Penanganan kasus ini tidak boleh berhenti di tengah jalan. Kami mendesak agar proses hukum dilanjutkan secara serius, profesional, dan tanpa tebang pilih. Jika memang terdapat indikasi kuat keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat publik, maka harus diperiksa secara terbuka,” imbuhnya. (adib)

Tags: Ahmad SururiPengamat Kebijakan PublikSitu Rancagede Jakung
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Udara Dinyatakan Aman, DLH Lebak Tetap Siaga Pantau Abu GAK
Banten Region

Udara Dinyatakan Aman, DLH Lebak Tetap Siaga Pantau Abu GAK

Minggu, 13 Sep 2026 18:14 WIB
BERI BANTUAN -- Babinsa Koramil 0104/Cimanuk Kodim 0601/Pandeglang, turut mendampingi Pemerintah Desa Kadumadang untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran. (ISTIMEWA)
Banten Region

Babinsa Koramil 0104/Cimanuk Pandeglang Dampingi Penyaluran Bantuan Korban Kebakaran

Minggu, 13 Sep 2026 17:33 WIB
Perubahan APBD Lebak 2026, Pendapatan Daerah Menyusut
Banten Region

Perubahan APBD Lebak 2026, Pendapatan Daerah Menyusut

Minggu, 13 Sep 2026 17:23 WIB
MAULID NABI MUHAMMAD SAW -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Ponpes Al-Kalam, Kecamatan Jiput, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026) malam. (ISTIMEWA)
Banten Region

Doa Bersama bagi Jurnalis yang Hilang di GAK pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

Minggu, 13 Sep 2026 15:25 WIB
PERSIAPAN PENCARIAN -- Lima orang delegasi PWI Banten, bergabung dengan tim Ditpolair Polda Banten, untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal, yang masih dalam pencarian. (ISTIMEWA)
Banten Region

PWI Banten Utus 5 Orang Perwakilan di Hari Keenam Pencarian Wartawan Hilang di GAK

Minggu, 13 Sep 2026 14:45 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim SAR Gabungan, melakukan pencarian rombongan wartawan yang hilang di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Hari Keenam Pencarian, Tim SAR Gabungan Kembali Sisir Ribuan Mil Perairan Selat Sunda

Minggu, 13 Sep 2026 14:22 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi'i menyampaikan keterangan mepada wartawan terkait perkembangan pencarian rombongan wartawan yang hilang di Selat Sunda. (ISTIMEWA)

Pencarian Hari Ketiga Nihil, Kabasarnas: Belum Ada Tanda-tanda

Kamis, 10 Sep 2026 19:35 WIB
Polresta dan Kodim Tigaraksa Kerahkan Water Canon Bersihkan Abu Vulkanik

Polresta dan Kodim Tigaraksa Kerahkan Water Canon Bersihkan Abu Vulkanik

Selasa, 8 Sep 2026 08:27 WIB
KERING -- Pengunjung saat menikmati suasana Kampung Somang, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, yang kini kering akibat menyusutnya Waduk Karian. (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Waduk Karian Lebak Semakin Mengering, Jejak Permukiman Lama Jadi Magnet Wisata

Jumat, 11 Sep 2026 14:39 WIB
Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029

Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029

Senin, 7 Sep 2026 19:37 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 8 September, Cek Lokasinya

Selasa, 8 Sep 2026 07:50 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.