SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Seorang gadis berinisial B, warga Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, menjadi korban kekerasan sang kekasih, berinisial T. Peristiwa itu terjadi, ketika korban hendak pulang dari tempat kerjanya, lalu di jemput oleh pelaku.
Korban yang masih duduk dibangku sekolah kelas XI itu, kini mengalami trauma mendalam dan banyak melamun.
Pihak keluarga, sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pandeglang.
Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi diduga pelaku terbakar api cemburu, alih alih hendak mengantarkan korban pulang, ternyata pelaku membawa korban ke arah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dengan alasan akan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobilnya.
Korban B mengaku, ditengah perjalanan dari jalan Babakan Sompok, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, sampai kearah Kabupaten Lebak, ia babak belur. Pelaku tak henti menginterogasinya, dengan nada emosi sembari memukulinya.
“Deket sama siapa lu anjing,” kata korban, menirukan ucapan pelaku, Selasa (12/5/2026).
“Pertama rambut saya dijambak, mata saya di tonjok, baju saya dirobek, dada saya dicakar, muka saya digigit, dan kepala saya dibenturkan ke kepala dia,” akunya, dengan terbata bata.
Menurutnya, ia sempat melakukan upaya perlawanan dengan menendang pelaku, dan menendang kaca mobil. Bahkan, ia sempat pula berteriak kepada pedagang asongan, namun dibekap oleh pelaku.
Kini ia berharap, pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diketahui, pelaku warga Kampung Narimbang, Kabupaten Lebak.
Sementara, ayah korban, Beni, menjelaskan kejadian yang menimpa anaknya sangat membuatnya terkejut, ditambah adanya perubahan sikap anaknya yang kerap kali melamun pasca kejadian.
“Anak saya sekarang sering melamun pak, hancur hati saya sebagai ayahnya,” ungkap Beni, menahan air matanya.
Diakuinya, pihak keluarga sempat ragu untuk melanjutkan laporan atas kejadian ini, akan tetapi untuk memperjuangkan keadilan bagi anaknya dia bersama keluarga sepakat untuk melanjutkan proses hukum peristiwa ini.
“Awalnya saya ragu, tapi untuk keadilan anak saya, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan proses hukum, urusan hasil biar Allah SWT yang menentukan,” tukasnya.
“Saya berharap, keadilan berpihak pada kami, dan pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” imbuhnya. (mardiana)