SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten mencatat, di tahun 2026 ini ada sebanyak 360 Aparatur Sipil Negara (ASN) pensiun. Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pensiun itu, dari jabatan struktural, fungsional, staf, hingga Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Kepala BKD Provinsi Banten Ai Dewi Suzana mengatakan, secara keseluruhan akan ada 360 pegawai Pemprov Banten yang pensiun hingga akhir Desember 2026 ini. Kebanyakan dari pegawai itu, untuk posisi pelaksana dan fungsional.
“Ada 360 kurang lebih, untuk tahun ini, kalau esselon II ada dua orang, eselon III ada IV lima orang lebih, eselon IV itu lebih sedikit, sisanya pelaksana, fungsional, dan lainnya,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Untuk JPT Pratama atau sekelas kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang mengalami kekosongan ada satu jabatan, yaitu posisi Kepala Dinas Pertanian (Distan) dan sudah diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Sedangkan satu jabatan lagi, yang akan ditinggal pensiun yaitu untuk posisi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), yang saat ini diisi oleh Tri Nurtopo.
Sedangkan untuk kekosongan jabatan eselon III dan IV, sudah dilakukan penempatan sebanyak 132 orang beberapa waktu lalu, meskipun masih ada jabatan kosong dan diisi oleh Plt. Saat ini, Pemprov Banten melalui BKD Provinsi Banten tengah mempersiapkan pengisian kekosongan jabatan tersebut.
“Kosong jabatannya eselon III 12 orang, IV lima orang atau enam orang, untuk pengisiannya sedang dalam proses. Untuk waktunya nanti, setelah prosesnya selesai, kita lakukan pelantikan,” tambahnya.
Ai mengatakan, kekosongan jabatan itu tidak terlalu memberikan pengaruh terhadap pelayanan publik, karena sudah ada penunjukkan Plt. Meski demikian, pihaknya berupaya agar kekosongan jabatan bisa segera terselesaikan.
“Sudah ada yang mulai terisi 132 orang, itu untuk mengisi kekosongan sampai Maret, ini kan yang April sampai Desember, secepatnya ya,” pungkasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi mengatakan, pihaknya masih melakukan proses untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Mekanisme pengisian jabatan yang dilakukan, menggunakan manajemen Talenta.
“Sesuai arahan dan instruksi Bapak Gubernur, kita diminta untuk cepat mengisi kekosongan jabatan, agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin dimaksimalkan,” ungkapnya.
Kekosongan jabatan eselon III dan IV, untuk sementara diisi oleh Plt sampai dilakukan pelantikan pejabat selanjutnya. Terkait waktu pelantikan tersebut, pihaknya belum bisa menyampaikan karena masih dalam tahapan.
“Kurang lebih ada sekitar 40 jabatan eselon tiga dan empat, yang masih kosong, tetapi kita sudah tempatkan Plt untuk menutupi kekosongan itu. Yang pasti di tahun ini kita akan isi semua kekosongan jabatan itu,” ujarnya. (adib)