Sabtu, 27 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Popok Berlapis Emas, Modus Baru Penyelundupan Rp700 Juta Digagalkan

Di Bandara Soekarno-Hatta

Oleh Made Nusantara
Senin, 11 Mei 2026 17:07 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Popok Berlapis Emas, Modus Baru Penyelundupan Rp700 Juta Digagalkan

EKSPOSE: Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pengungkapan penyelundupan emas ke India dengan modus memasukkan dalam celanda dalam. FOTO: ARI SUJATMIKO/SATELIT NEWS.COM

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, BANDARA—Upaya penyelundupan emas lintas negara terungkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Kali ini modusnya tak biasa. Seorang warga negara India mencoba membawa emas mentah keluar dari Indonesia dengan cara menyembunyikannya di dalam popok yang dipakai di balik celana dalam. Nilai emas yang dibawa diperkirakan mencapai Rp700 juta.

Pengungkapan kasus itu diumumkan Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, dalam keterangan pers, Senin (11/5/2026). Menurut dia, petugas curiga terhadap gerak-gerik penumpang asing yang hendak terbang ke luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan emas berbentuk bubuk yang telah dicampur dengan gel khusus. Material itu ditempelkan pada bagian dalam popok, lalu dikenakan pelaku untuk mengelabui alat pemeriksaan maupun petugas keamanan bandara. “Jadi emas berupa bubuk yang menempel pada gel, lalu dimasukkan ke dalam popok dan dikenakan di celana dalam untuk menghindari pemeriksaan petugas,” ujar Hengky.

Dari hasil pemeriksaan, total emas yang diamankan memiliki berat mencapai 267,5 gram. Jika dikonversikan dengan harga emas saat ini, nilainya ditaksir sekitar Rp700 juta.

Hengky menjelaskan, berdasarkan pengakuan sementara, pelaku mengaku hanya berperan sebagai kurir. Ia datang ke Indonesia atas perintah seseorang yang juga berkewarganegaraan India. Kepada petugas, tersangka mengaku awalnya diminta datang ke Indonesia dengan kedok berwisata. “Dia datang ke Indonesia seperti turis biasa. Lalu ketika hendak pulang, dia diminta memakai popok yang sudah berisi emas,” kata Hengky.

Pihak Bea Cukai menduga pelaku sudah dipersiapkan sejak awal sebagai bagian dari rantai penyelundupan. Namun hingga kini aparat masih mendalami siapa pihak yang menyerahkan emas tersebut selama pelaku berada di Indonesia. Penyidik juga menemukan fakta bahwa tersangka berada di Indonesia selama sekitar tujuh hari sebelum akhirnya tertangkap saat hendak meninggalkan tanah air. “Kalau melihat data kedatangan dan pengakuannya, dia berada di Indonesia sekitar satu minggu,” ujar Hengky.

Baca Juga: Maryono Dorong Penataan Kawasan Penyangga untuk Dukung Transformasi Bandara Soetta

Selama berada di Indonesia, pelaku diduga tinggal di sebuah hotel di Jakarta. Namun lokasi detail serta siapa yang mendampingi selama di Indonesia masih dalam penyelidikan aparat. Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku menerima bayaran sekitar Rp5 juta untuk membawa emas tersebut keluar dari Indonesia. Selain upah, biaya perjalanan hingga tiket disebut ditanggung oleh pihak yang merekrutnya. “Pengakuannya dibayar sekitar Rp5 juta. Tiket dan perjalanan kemungkinan juga difasilitasi,” kata Hengky.

Karena tersangka merupakan warga negara asing, proses pemeriksaan sempat mengalami kendala bahasa. Aparat harus melibatkan penerjemah untuk menggali informasi lebih dalam terkait jaringan penyelundupan tersebut. Meski pelaku mengaku baru pertama kali datang ke Indonesia, aparat belum sepenuhnya percaya. Bea Cukai dan kepolisian kini membuka kemungkinan adanya jaringan kurir lain yang telah atau sedang beroperasi melalui bandara-bandara internasional di Indonesia.

BeritaTerbaru

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Harga Obat Naik 20 Persen, RSUD Banten Dituntut Tingkatan Pelayanan

Jumat, 26 Jun 2026 13:48 WIB

Dishub Tangsel Siapkan Sanksi Gembos Pentil untuk Parkir Liar di Trotoar

Jumat, 26 Jun 2026 13:45 WIB
Kabid Humas Polda Banten, Maruli Ahiles Hutapea. (ISTIMEWA)

Belasan Orang Kena Tipu Berangkat Haji, Kerugian Capai Rp7,65 Miliar

Jumat, 26 Jun 2026 13:41 WIB

Caddy Dianiaya di Lapangan Golf Kota Tangerang, Begini Penjelasan Polisi

Jumat, 26 Jun 2026 11:27 WIB

“Kami tidak menutup kemungkinan ada kurir lain. Karena itu kami sudah melakukan koordinasi nasional untuk memperketat pengawasan di bandara-bandara lain,” ujar Hengky. Petugas juga mulai menelusuri kemungkinan adanya jaringan internasional yang mengendalikan operasi tersebut. Dari pengakuan tersangka, terdapat indikasi jaringan itu terhubung dengan Dubai. “Pengakuannya ada operator dari Dubai,” kata Hengky.

Namun hingga kini aparat belum menyimpulkan secara pasti pola distribusi maupun tujuan akhir emas tersebut. Bea Cukai menduga tingginya permintaan emas di luar negeri menjadi salah satu faktor meningkatnya upaya penyelundupan. “Sekarang mungkin permintaan emas di luar negeri sedang tinggi sehingga mereka mencari berbagai cara untuk membawa emas keluar,” ujarnya.

Hengky juga menyinggung adanya kemiripan dengan kasus penyelundupan yang sebelumnya terungkap di Bandara Halim Perdanakusuma. Meski demikian, belum ada bukti kuat yang menghubungkan kedua perkara tersebut. “Kesamaannya baru pada kewarganegaraan pelaku yang sama-sama warga India,” katanya.

Kasus tersebut kini turut didalami Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Metro Jaya. Kasubdit Tipiter, AKBP Anton Hermawan, mengatakan emas yang diamankan masih berupa bahan mentah sehingga memerlukan beberapa tahap pemrosesan sebelum bisa dijual di pasar. “Ini masih emas mentah. Masih perlu dua sampai tiga kali pengolahan lagi sampai menjadi emas siap jual,” ujar Anton.

Baca Juga: Buron Kasus Penipuan Batu Bara Rp 7 Miliar Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Karena masih berbentuk bahan mentah, polisi belum dapat memastikan kadar kemurnian emas tersebut. Pemeriksaan laboratorium forensik akan dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kandungan emas secara detail. Selain itu, polisi juga tengah melakukan pemeriksaan digital terhadap telepon seluler pelaku, rekaman CCTV bandara, hingga pola komunikasi yang digunakan jaringan tersebut.

“Kami akan melakukan pemeriksaan laboratorium forensik dan siber untuk mengetahui jaringan mereka, termasuk modus operandi yang digunakan,” kata Anton. Menurut dia, salah satu tantangan penyidikan adalah bahasa yang digunakan para pelaku. Aparat menduga komunikasi antarjaringan menggunakan bahasa India sehingga memerlukan penerjemah khusus. “Kemungkinan komunikasi mereka menggunakan bahasa India dan itu sedang kami dalami,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang penyelundupan emas melalui jalur udara internasional. Modus yang digunakan pun semakin berkembang, mulai dari disembunyikan di tubuh, barang bawaan, hingga kini menggunakan media popok dan gel khusus. Bea Cukai memastikan akan memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional, terutama yang berasal dari negara-negara dengan riwayat kasus serupa.

Pengawasan tak hanya dilakukan melalui pemeriksaan bagasi, tetapi juga profiling penumpang dan pemantauan gerak-gerik mencurigakan di area keberangkatan internasional. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya,” ujar Hengky. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Aparat gabungan Bea Cukai dan kepolisian masih memburu kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan emas lintas negara tersebut. (ari)

 

 

 

Tags: bandara soekarno-hattaBea Cukai Bandara Soekarno-HattaModus Baru Penyelundupan Rp700 Juta DigagalkanPopok Berlapis Emas
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kota Tangerang

Maryono Dorong Penataan Kawasan Penyangga untuk Dukung Transformasi Bandara Soetta

Jumat, 26 Jun 2026 10:08 WIB
Headline

Menyamar Jadi Perempuan Lengkap dengan Hijab, 2 Pria Curi Mobil di Pinang Tangerang

Jumat, 26 Jun 2026 07:30 WIB
Kejurnas Panjat Tebing Piala Wali Kota Tangerang 2026 Diikuti 371 Atlet dari 19 Provinsi
Bola & Sport

Kejurnas Panjat Tebing Piala Wali Kota Tangerang 2026 Diikuti 371 Atlet dari 19 Provinsi

Kamis, 25 Jun 2026 20:48 WIB
LONGSOR - Tanah tebing di area Hunian Tetap (Huntap), Kampung Palimping RT 02 RW 03, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, longsor. (ISTIMEWA)
Banten Region

LIPP Banten Desak DPUPR Pandeglang Tak Abai Terhadap Longsor Di Huntap Tunggal Jaya

Kamis, 25 Jun 2026 19:40 WIB
Tahap I Bedah Rumah Tangsel Rampung Akhir Juni, 186 Unit Selesai Digarap
Kota Tangsel

Tahap I Bedah Rumah Tangsel Rampung Akhir Juni, 186 Unit Selesai Digarap

Kamis, 25 Jun 2026 19:34 WIB
Giliran TPS Ilegal di Benda Ditertibkan DLH Kota Tangerang
Kota Tangerang

Giliran TPS Ilegal di Benda Ditertibkan DLH Kota Tangerang

Kamis, 25 Jun 2026 18:15 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Benyamin Davnie Gagas Homeschooling untuk Anak Kurang Mampu

Benyamin Davnie Gagas Homeschooling untuk Anak Kurang Mampu

Rabu, 24 Jun 2026 20:19 WIB

Dilaporkan Masyarakat, Tiga Bangunan Karaoke Ilegal di Taman Jaletreng Tangsel Dibongkar

Senin, 22 Jun 2026 14:09 WIB
Pura-pura Hendak Salat, Pelaku Curanmor Beraksi di Area Masjid di Wilayah Larangan

Pura-pura Hendak Salat, Pelaku Curanmor Beraksi di Area Masjid di Wilayah Larangan

Rabu, 24 Jun 2026 18:35 WIB

Libur Sekolah, Mal Ciputra Tangerang Hadirkan Wahana Salju dan Meet & Greet Pororo

Sabtu, 20 Jun 2026 20:04 WIB
Sampah Berserakan di Jalan Soekarno-Hatta Rangkasbitung

Sampah Berserakan di Jalan Soekarno-Hatta Rangkasbitung

Kamis, 25 Jun 2026 20:27 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.