Jumat, 9 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Popok Berlapis Emas, Modus Baru Penyelundupan Rp700 Juta Digagalkan

Di Bandara Soekarno-Hatta

Oleh Made Nusantara
Senin, 11 Mei 2026 17:07 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Popok Berlapis Emas, Modus Baru Penyelundupan Rp700 Juta Digagalkan

EKSPOSE: Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pengungkapan penyelundupan emas ke India dengan modus memasukkan dalam celanda dalam. FOTO: ARI SUJATMIKO/SATELIT NEWS.COM

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, BANDARA—Upaya penyelundupan emas lintas negara terungkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Kali ini modusnya tak biasa. Seorang warga negara India mencoba membawa emas mentah keluar dari Indonesia dengan cara menyembunyikannya di dalam popok yang dipakai di balik celana dalam. Nilai emas yang dibawa diperkirakan mencapai Rp700 juta.

Pengungkapan kasus itu diumumkan Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, dalam keterangan pers, Senin (11/5/2026). Menurut dia, petugas curiga terhadap gerak-gerik penumpang asing yang hendak terbang ke luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan emas berbentuk bubuk yang telah dicampur dengan gel khusus. Material itu ditempelkan pada bagian dalam popok, lalu dikenakan pelaku untuk mengelabui alat pemeriksaan maupun petugas keamanan bandara. “Jadi emas berupa bubuk yang menempel pada gel, lalu dimasukkan ke dalam popok dan dikenakan di celana dalam untuk menghindari pemeriksaan petugas,” ujar Hengky.

Dari hasil pemeriksaan, total emas yang diamankan memiliki berat mencapai 267,5 gram. Jika dikonversikan dengan harga emas saat ini, nilainya ditaksir sekitar Rp700 juta.

Hengky menjelaskan, berdasarkan pengakuan sementara, pelaku mengaku hanya berperan sebagai kurir. Ia datang ke Indonesia atas perintah seseorang yang juga berkewarganegaraan India. Kepada petugas, tersangka mengaku awalnya diminta datang ke Indonesia dengan kedok berwisata. “Dia datang ke Indonesia seperti turis biasa. Lalu ketika hendak pulang, dia diminta memakai popok yang sudah berisi emas,” kata Hengky.

Pihak Bea Cukai menduga pelaku sudah dipersiapkan sejak awal sebagai bagian dari rantai penyelundupan. Namun hingga kini aparat masih mendalami siapa pihak yang menyerahkan emas tersebut selama pelaku berada di Indonesia. Penyidik juga menemukan fakta bahwa tersangka berada di Indonesia selama sekitar tujuh hari sebelum akhirnya tertangkap saat hendak meninggalkan tanah air. “Kalau melihat data kedatangan dan pengakuannya, dia berada di Indonesia sekitar satu minggu,” ujar Hengky.

Baca Juga: Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi

Selama berada di Indonesia, pelaku diduga tinggal di sebuah hotel di Jakarta. Namun lokasi detail serta siapa yang mendampingi selama di Indonesia masih dalam penyelidikan aparat. Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku menerima bayaran sekitar Rp5 juta untuk membawa emas tersebut keluar dari Indonesia. Selain upah, biaya perjalanan hingga tiket disebut ditanggung oleh pihak yang merekrutnya. “Pengakuannya dibayar sekitar Rp5 juta. Tiket dan perjalanan kemungkinan juga difasilitasi,” kata Hengky.

Karena tersangka merupakan warga negara asing, proses pemeriksaan sempat mengalami kendala bahasa. Aparat harus melibatkan penerjemah untuk menggali informasi lebih dalam terkait jaringan penyelundupan tersebut. Meski pelaku mengaku baru pertama kali datang ke Indonesia, aparat belum sepenuhnya percaya. Bea Cukai dan kepolisian kini membuka kemungkinan adanya jaringan kurir lain yang telah atau sedang beroperasi melalui bandara-bandara internasional di Indonesia.

BeritaTerbaru

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, EcoSuLe Siap Tebar 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, EcoSuLe Siap Tebar 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai

Jumat, 9 Okt 2026 19:01 WIB

Pelaku Pelecehan di Cipondoh Tak Kunjung Tertangkap, Keseriusan Polisi Dipertanyakan

Jumat, 9 Okt 2026 18:40 WIB
Geger! Wanita 38 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Pasar Kemis

Geger! Wanita 38 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Pasar Kemis

Jumat, 9 Okt 2026 18:01 WIB
Sidang Isbat Nikah Terpadu di Sukamulya Diikuti 100 Lebih Pasangan

Sidang Isbat Nikah Terpadu di Sukamulya Diikuti 100 Lebih Pasangan

Jumat, 9 Okt 2026 16:20 WIB

“Kami tidak menutup kemungkinan ada kurir lain. Karena itu kami sudah melakukan koordinasi nasional untuk memperketat pengawasan di bandara-bandara lain,” ujar Hengky. Petugas juga mulai menelusuri kemungkinan adanya jaringan internasional yang mengendalikan operasi tersebut. Dari pengakuan tersangka, terdapat indikasi jaringan itu terhubung dengan Dubai. “Pengakuannya ada operator dari Dubai,” kata Hengky.

Namun hingga kini aparat belum menyimpulkan secara pasti pola distribusi maupun tujuan akhir emas tersebut. Bea Cukai menduga tingginya permintaan emas di luar negeri menjadi salah satu faktor meningkatnya upaya penyelundupan. “Sekarang mungkin permintaan emas di luar negeri sedang tinggi sehingga mereka mencari berbagai cara untuk membawa emas keluar,” ujarnya.

Hengky juga menyinggung adanya kemiripan dengan kasus penyelundupan yang sebelumnya terungkap di Bandara Halim Perdanakusuma. Meski demikian, belum ada bukti kuat yang menghubungkan kedua perkara tersebut. “Kesamaannya baru pada kewarganegaraan pelaku yang sama-sama warga India,” katanya.

Kasus tersebut kini turut didalami Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Metro Jaya. Kasubdit Tipiter, AKBP Anton Hermawan, mengatakan emas yang diamankan masih berupa bahan mentah sehingga memerlukan beberapa tahap pemrosesan sebelum bisa dijual di pasar. “Ini masih emas mentah. Masih perlu dua sampai tiga kali pengolahan lagi sampai menjadi emas siap jual,” ujar Anton.

Baca Juga: Jenazah 2 Hari Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Keluarga Tanggung Biaya Tambahan

Karena masih berbentuk bahan mentah, polisi belum dapat memastikan kadar kemurnian emas tersebut. Pemeriksaan laboratorium forensik akan dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kandungan emas secara detail. Selain itu, polisi juga tengah melakukan pemeriksaan digital terhadap telepon seluler pelaku, rekaman CCTV bandara, hingga pola komunikasi yang digunakan jaringan tersebut.

“Kami akan melakukan pemeriksaan laboratorium forensik dan siber untuk mengetahui jaringan mereka, termasuk modus operandi yang digunakan,” kata Anton. Menurut dia, salah satu tantangan penyidikan adalah bahasa yang digunakan para pelaku. Aparat menduga komunikasi antarjaringan menggunakan bahasa India sehingga memerlukan penerjemah khusus. “Kemungkinan komunikasi mereka menggunakan bahasa India dan itu sedang kami dalami,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang penyelundupan emas melalui jalur udara internasional. Modus yang digunakan pun semakin berkembang, mulai dari disembunyikan di tubuh, barang bawaan, hingga kini menggunakan media popok dan gel khusus. Bea Cukai memastikan akan memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional, terutama yang berasal dari negara-negara dengan riwayat kasus serupa.

Pengawasan tak hanya dilakukan melalui pemeriksaan bagasi, tetapi juga profiling penumpang dan pemantauan gerak-gerik mencurigakan di area keberangkatan internasional. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya,” ujar Hengky. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Aparat gabungan Bea Cukai dan kepolisian masih memburu kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan emas lintas negara tersebut. (ari)

 

 

 

Tags: bandara soekarno-hattaBea Cukai Bandara Soekarno-HattaModus Baru Penyelundupan Rp700 Juta DigagalkanPopok Berlapis Emas
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kantor Pertanahan Kota Tangerang Serahkan 18 Sertipikat BMN Jalan Tol Senilai Rp729 Miliar
Kota Tangerang

Kantor Pertanahan Kota Tangerang Serahkan 18 Sertipikat BMN Jalan Tol Senilai Rp729 Miliar

Jumat, 9 Okt 2026 15:58 WIB
Penumpang Rampok Taksi Online di Pamulang, Ditangkap di Rangkasbitung
Kota Tangsel

Penumpang Rampok Taksi Online di Pamulang, Ditangkap di Rangkasbitung

Jumat, 9 Okt 2026 15:46 WIB
Kepala Bappeda Provinsi Banten, Babar Suharso. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Tahun 2027, Anggran Mamin dan Perdin Pemprov Banten Dikurangi

Jumat, 9 Okt 2026 15:17 WIB
Headline

Pemkot Tangerang Target Bedah 1.000 Rumah pada 2026, Masih Ada PR 373 Unit

Jumat, 9 Okt 2026 13:32 WIB
Cegah Bullying di Sekolah, Dindik Lebak Andalkan Program Pagi Menyapa
Banten Region

Cegah Bullying di Sekolah, Dindik Lebak Andalkan Program Pagi Menyapa

Jumat, 9 Okt 2026 10:31 WIB
BPKP dan Biro OrtalaMR ATR/BPN Evaluasi Maturitas SPIP Kantah Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

BPKP dan Biro OrtalaMR ATR/BPN Evaluasi Maturitas SPIP Kantah Kabupaten Tangerang

Jumat, 9 Okt 2026 08:53 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Warga Miskin Tak Tersentuh Bansos, DPRD Lebak Desak Desil Dibongkar

Warga Miskin Tak Tersentuh Bansos, DPRD Lebak Desak Desil Dibongkar

Minggu, 4 Okt 2026 14:56 WIB
Dari Ranah Minang hingga Tigaraksa Tangerang, Perjalanan Dr. M. Yusuf, Hakim yang Menapaki Nusantara demi Keadilan

Dari Ranah Minang hingga Tigaraksa Tangerang, Perjalanan Dr. M. Yusuf, Hakim yang Menapaki Nusantara demi Keadilan

Kamis, 8 Okt 2026 19:19 WIB
Jangan Buru-buru! Ini Alasan Ariel Tatum Pilih Telat Nikah Daripada Salah Pilih

Jangan Buru-buru! Ini Alasan Ariel Tatum Pilih Telat Nikah Daripada Salah Pilih

Rabu, 7 Okt 2026 17:46 WIB
Bupati Tangerang Lepas 7 Penerima Beasiswa Kuliah ke China

Bupati Tangerang Lepas 7 Penerima Beasiswa Kuliah ke China

Rabu, 7 Okt 2026 13:12 WIB
Warga Kresek Geger, Temukan Pria Tewas Dalam Parit

Warga Kresek Geger, Temukan Pria Tewas Dalam Parit

Senin, 5 Okt 2026 07:42 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.