SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Aksi pencurian terjadi di fasilitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Indria di Jalan Jombang Raya, Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pelaku membobol studio musik di PKBM tersebut serta membawa kabur empat keyboard serta dua gitar akustik.
Salah satu pelatih musik, Andre mengatakan pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut pada Senin, (11/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB setelah mendapat kabar dari pengelola yayasan.
“Kalau kami kan pengajaran jadi tadi dikabari setengah 8 pagi bahwa ruang kelas musik ini kemalingan, baru kami langsung kesini,” ujarnya saat ditemui, Senin (11/5/2026).
Menurut Andre, terakhir kali kondisi studio masih aman pada Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB saat kegiatan latihan selesai dilaksanakan. “Hari Sabtu kemarin masih ada sampai setengah enam sore kita latihan,” katanya.
Ia mengungkapkan, aksi pencurian di lingkungan tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kawasan itu sudah beberapa kali menjadi sasaran maling.
“Kalau di lingkungan sini memang sudah berulang kali kejadian pencurian,” ucapnya.
Meski sejumlah alat musik hilang, kegiatan latihan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dipastikan tetap berjalan. Pihak yayasan khawatir jika latihan dihentikan sementara, kondisi psikologis anak-anak akan terganggu.
“Latihan tidak ditiadakan karena anak berkebutuhan khusus kalau jadwalnya dihentikan bisa tantrum, jadi tetap diadakan,” jelas Andre.
Studio tersebut merupakan tempat pelatihan khusus bagi anak berkebutuhan khusus dengan jadwal latihan rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain kelas musik, yayasan juga memiliki pelatihan lain seperti barista dan angklung.
“Kalau total di yayasan ini anak bisa 100-an. Tapi tidak semua di musik, ada pelatihan barista, angklung, yang di musik ini sekitar 30 anak,” ungkapnya.
Akibat pencurian itu, kegiatan latihan dipastikan terganggu karena sebagian besar alat musik raib dibawa pelaku. Andre memperkirakan total kerugian akibat pencurian tersebut mencapai sekitar Rp10 juta. Barang yang hilang terdiri dari empat keyboard dan dua gitar akustik.
“Sekitar 10 juta karena ada satu yang besar. 4 keyboard dua gitar akustik. Gitar sekitar 700 ribuan,” ucapnya.
Selain alat musik yang dibawa kabur, pelaku juga sempat mencoba membawa amplifier dan speaker. Namun barang tersebut ditemukan berada di dekat pagar dan diduga batal dibawa. “Ampli dan speaker sempat dibawa, sudah ada di luar dekat pagar tetapi tidak jadi dibawa sepertinya,” bebernya.
Pantauan di lokasi, para pelaku merusak dua gembok besi hingga akhirnya bisa masuk ke dalam studio. Penampakan studio masih dalam kondisi berantakan. Tiga seat drumband yang menjadi saksi bisu pelaku masih terlihat didalam studio.
Sebelumnya, aksi pencurian di lingkungan itu disebut sudah terjadi hingga tiga kali. Polisi bahkan pernah menangkap tiga orang tersangka terkait kasus serupa. Namun demikian, aksi pencurian kembali terulang. (eko)