SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sempat berada di ambang penutupan akibat minimnya jumlah peserta didik, Sekolah Dasar Swasta (SDS) Dewi Supraba di Kecamatan Tigaraksa kini kembali bangkit. Program Sekolah Swasta Gratis dari Pemerintah Kabupaten Tangerang menjadi titik balik yang menghidupkan kembali sekolah yang berdiri sejak 2006 tersebut.
Kepala Yayasan SDS Dewi Supraba, Parsono, mengatakan yayasan yang dikelolanya merupakan lembaga nirlaba yang sejak awal didirikan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak di Perumahan Puri 1 dan Puri 2, Kecamatan Tigaraksa. Namun, keterbatasan anggaran membuat sekolah kesulitan membenahi sarana dan prasarana sehingga jumlah siswa terus menurun.
“Minimnya sarana prasarana yang kami miliki sangat luar biasa, hingga gedung pun hampir runtuh pada tahun 2015,” kata Parsono kepada Satelit News, Rabu (1/7).
Parsono mengisahkan, saat mulai bergabung pada 2015, kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Jumlah siswa hanya 28 orang, sementara lingkungan sekolah tidak terawat.
“Waktu saya masuk ke sini tahun 2015, murid hanya 28 orang. Rumput setinggi pinggang dan pintu-pintu sekolah pun tidak ada. Alhamdulillah dengan adanya program sekolah gratis ini sangat membantu kami dalam pengelolaan sekolah. Insentif guru bisa berjalan dengan lancar dan program-program sekolah juga bisa terus mengikuti kegiatan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Bersama para guru, Parsono kemudian melakukan pembenahan secara bertahap hingga kepercayaan masyarakat mulai kembali tumbuh. Menurutnya, perubahan paling signifikan terjadi setelah SDS Dewi Supraba bergabung dalam Program Sekolah Swasta Gratis pada 2025.
Baca Juga: Di PT Adis Balaraja, Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif
Selain membantu operasional sekolah, program tersebut juga meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Insentif guru naik sekitar 10 persen, sementara jumlah siswa bertambah dari 54 orang menjadi 66 siswa pada tahun ini.
Meski demikian, Parsono mengatakan manfaat program belum sepenuhnya dirasakan seluruh peserta didik. Dari total 66 siswa, baru 53 siswa yang menerima bantuan sebesar Rp100 ribu per bulan karena adanya persyaratan kepemilikan Kartu Keluarga (KK) Kabupaten Tangerang.
Ia berharap besaran bantuan dapat ditingkatkan menjadi Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per siswa agar kesejahteraan guru semakin baik. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga diharapkan segera merealisasikan revitalisasi sekolah karena ruang kelas yang ada masih berukuran kecil dan belum memadai.
“Harapannya program revitalisasi sekolah ini bisa segera diwujudkan di SDS Dewi Supraba,” harapnya.
Sementara itu, Guru SDS Dewi Supraba, Siti Nur Halimah, menilai program sekolah gratis turut mengubah stigma masyarakat yang selama ini menganggap sekolah swasta identik dengan biaya mahal. Menurutnya, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang membuat kebutuhan operasional sekolah, termasuk pengadaan buku dan peningkatan kesejahteraan guru, dapat terpenuhi.
Sekolah pun kini mampu menghadirkan berbagai program baru, seperti kegiatan keputrian, keputraan, dan English Club. Siti juga menyaksikan perubahan pada para siswanya. Sebelum program berjalan, beberapa anak kerap merasa malu datang ke sekolah karena orang tuanya belum mampu membayar SPP. Kini mereka dapat belajar dengan lebih percaya diri karena seluruh biaya sekolah telah ditanggung melalui program tersebut.
Baca Juga: Gerai Samsat Baru Resmi Beroperasi di 29 Kecamatan dan 10 Kelurahan Kabupaten Tangerang
“Dulu ada anak yang tidak mau sekolah karena malu belum bayar SPP. Sekarang semua anak mendapatkan hak yang sama untuk belajar sehingga mereka lebih percaya diri,” ujarnya.
Hal senada disampaikan guru lainnya, Euis Lisdawati. Menurutnya, meningkatnya kesejahteraan guru berdampak positif terhadap proses belajar mengajar. Ia juga melihat para siswa kini lebih antusias mengikuti berbagai kegiatan maupun perlombaan yang diselenggarakan sekolah maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah setelah ada program ini anak-anak lebih semangat. Kalau ada perlombaan atau kegiatan mereka antusias untuk ikut,” katanya. (alfian/aditya)




























