SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Sebanyak 278 ribu situs judi online (judol) telah diblokir sepanjang 2026 oleh Polri. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberantas kejahatan siber yang meresahkan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Menurut Sigit, penindakan terhadap judi online sejalan dengan program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam pemberantasan judi online, narkoba, dan penyelundupan.
Ia menjelaskan, pemblokiran ratusan ribu situs judi online dilakukan melalui kerja sama antara Polri dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Selain itu, aparat kepolisian juga berhasil mengungkap ratusan perkara dan menetapkan ribuan tersangka.”Kami meningkatkan pemberantasan terhadap dampak negatif perjudian daring dengan melakukan pengungkapan 718 kasus dan menetapkan 1.164 tersangka,” beber Sigit.
Dalam operasi tersebut, Polri juga menyita barang bukti senilai Rp 1,75 triliun. Salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah jaringan judi online internasional yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Kasus itu melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) yang mengelola puluhan hingga ratusan domain perjudian daring.
“Salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah perjudian daring jaringan internasional yang melibatkan 322 WNA yang mengelola 145 domain. Pada kasus tersebut, 291 warga negara asing telah ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Sigit.
Baca Juga: Ribuan Warga Tangsel Rela Antre Demi Sembako Murah di Bazar HUT Bhayangkara ke-80
Kapolri menegaskan, korps baju cokelat akan terus memperkuat langkah penindakan dan pencegahan terhadap praktik judi online untuk melindungi masyarakat dari dampak sosial maupun ekonomi yang ditimbulkan.
Langkah Polri bersama Kementerian Komdigi itu menuai apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Kepala Negara, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang terus berkembang, termasuk praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan. “Membongkar dan mengungkap bersama Komdigi memberantas judi online,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan, tantangan yang akan dihadapi Indonesia semakin kompleks. Selain dampak konflik global yang memengaruhi berbagai negara, perkembangan teknologi juga melahirkan pola-pola kejahatan baru yang harus diantisipasi secara serius. “Tantangan kita tidak semakin ringan. Dunia penuh konflik dan ketegangan. Perang di suatu belahan bumi berpengaruh kepada kita. Kejahatan pun semakin canggih dan terus berubah. Teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan,” imbaunya. (rm)




























