SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kabar mengenai terganggunya layanan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang mulai beredar di tengah masyarakat, Kamis (2/7/2026). Informasi tersebut muncul menyusul masih berlangsungnya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, yang hingga kini belum sepenuhnya padam.
Ketua TPS3R EcoGreen Sukamulya Lestari (EcoSuLe), Aden Lukman Nurhakim, membenarkan bahwa informasi mengenai penghentian sementara layanan pengangkutan sampah telah beredar di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan masih adanya titik api di tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin.
“Iya, ada informasi itu yang beredar di masyarakat. Ya, semoga kebakaran di TPA Jatiwaringin bisa segera tertangani hingga tuntas,” kata Aden.
Di balik kondisi darurat tersebut, Aden berharap masyarakat dapat memandangnya sebagai momentum untuk mulai mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah. Ia mengajak warga membudayakan pemilahan sampah sejak dari rumah agar volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat terus berkurang.
Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam masih memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang. Adapun sisa makanan juga tidak harus berakhir di tempat pembuangan, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot yang mampu mengurai limbah organik secara efektif.
“Semoga kondisi ini menjadi pelajaran bersama bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah, beban yang masuk ke TPA akan jauh berkurang dan dampak lingkungan juga bisa diminimalkan,” ujarnya.
Baca Juga: TPA Jatiwaringin Terbakar, Pemkab Tangerang Pastikan Angkutan Sampah Tetap Normal
Aden berharap penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin segera selesai sehingga aktivitas pengangkutan sampah dapat kembali berjalan normal. Di saat yang sama, ia menilai kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Sebelumnya diberitakan Satelit News, kebakaran yang melanda tempat pembuangan akhir (TPA) Jatiwaringin Kabupaten Tangerang masih terus meluas hingga hari kedua, Rabu (1/7). Lahan yang terbakar sudah mencapai 15 hektare dari
total 33 hektare. Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api, mulai dari menurunkan 11 mobil pemadam kebakaran hingga meminta bantuan helikopter pengangkut air dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.
Hingga kemarin malam, kebakaran masih belum padam. Titik api masih berada di area tengah TPA. Lantaran api berada di tengah, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tangerang tidak dapat menjangkaunya.
Dua helikopter yang dikerahkan BNPB kemudian menjatuhkan bom air di lokasi tersebut. Namun proses penyiraman air melalui helikopter terhenti pada pukul 17.00 WIB sore. Pemadaman menggunakan helikopter akan dilanjutkan hari ini Kamis (2/7).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik berharap hujan turun sehingga membantu pemadaman api di TPA Jatiwaringin. (aditya)




























