SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Asap tebal akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, memaksa puluhan warga mengungsi. Merespons kondisi tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau lokasi pengungsian di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Rabu (1/7/2026) dini hari.
Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) atau 52 jiwa, yang mayoritas terdiri atas ibu-ibu dan anak-anak, dievakuasi ke lokasi pengungsian untuk menghindari paparan asap yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, seluruh warga terdampak telah ditempatkan di lokasi yang aman hingga proses penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin benar-benar selesai.
“Warga yang diungsikan sebanyak 30 KK atau 52 jiwa kini sudah ditempatkan di lokasi yang aman dari asap, yakni di Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg,” kata Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Rabu (1/7/2026).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu memastikan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memenuhi seluruh kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari makanan, air bersih, layanan kesehatan, hingga tempat istirahat yang layak.
Menurutnya, sebagian warga sudah kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, ibu hamil dan anak-anak masih tetap berada di Kantor Desa Tanjakan Mekar sebagai langkah antisipasi hingga kondisi benar-benar aman.
Baca Juga: Ingatkan Target Juara Porprov VII Banten, Bupati Tangerang Bakar Semangat Atlet
“Tadi saya sudah bertanya langsung kepada warga. Alhamdulillah semuanya dalam kondisi sehat. Kebutuhan makan dan minum sudah tersedia sejak sore hari. Obat-obatan juga sudah disiapkan dan ada dua dokter beserta perawat yang berjaga hingga pagi untuk memantau kondisi kesehatan warga,” ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan tambahan, seperti kasur, alas tidur, vitamin, serta ambulans siaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan medis lebih lanjut.
“Air bersih sudah tersedia, alas tidur sudah ada, dan kasur sedang dalam perjalanan dari pemerintah daerah. Kami juga menyiapkan ambulans untuk mengantisipasi jika ada warga yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut. Seluruh kondisi warga terus kami kontrol dan pantau,” jelasnya.
Maesyal meminta warga tetap bertahan di lokasi pengungsian sementara hingga kebakaran di TPA Jatiwaringin sepenuhnya teratasi dan asap tidak lagi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Saya minta sebelum kondisi TPA benar-benar teratasi dan masih ada asap, warga tetap berada di sini dulu. Makan, minum, vitamin, dan pelayanan kesehatan semuanya kami siapkan,” tegasnya. (alfian/aditya)




























