SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Rencana adanya program seragam sekolah gratis bagi siswa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada tahun ini mulai menemukan titik terang. Namun, tidak semua siswa akan mendapatkan seragam sekolah secara gratis.
Pemkot Tangsel akan mengutamakan siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.
“Kita dahulukan tentunya masyarakat yang masuk kategori desil 1, desil 2 kalau nanti masih mencukupi kita meluas lagi ke yang lain,” ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Selasa (30/6).
Walaupun begitu, dirinya belum bisa merinci berapa jumlah siswa yang akan menerima manfaat tersebut. Yang jelas, kata dia, anggaran sudah dialokasikan dan pihaknya masih menyusun mekanisme teknis penyaluran bantuan tersebut.
“Tahun ini kita sudah alokasikan anggarannya hanya nanti mekanismenya saya teknis ya itu apakah nanti misalnya penyiapannya ukuran S, M, L atau seperti apa, nanti distribusinya ke masing-masing sekolah kita ketahui berapa jumlahnya setelah penerimaan murid baru ini selesai,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan, Deden Deni menyampaikan bahwa seragam yang menjadi ciri khas sekolah, seperti seragam olahraga dan batik, akan disediakan sehingga tidak boleh diperjualbelikan kepada siswa.
Baca Juga: Damkar Tangsel Waspadai Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran di TPA
“Ya, dibiayai sama APBD. Kalau seragam yang umum kan ya putih merah, putih biru, pramuka, silakan tuh. Keluarga dari wali murid mau beli dimana,” jelasnya.
Sebagai informasi, program seragam sekolah gratis di Kota Tangerang Selatan guna meminimalisir adanya praktik pungutan liar (pungli) dilingkungan sekolah, khususnya jual beli seragam. Hal ini mengacu pada tahun ajaran baru tahun lalu, adanya kasus dugaan pungutan liar (pungli) uang seragam di SDN Ciledug Barat yang nilainya mencapai Rp1,1 juta.
Kepala SD Negeri Ciledug Barat saat itu, menjual seragam seharga Rp1,1 juta ke orang tua murid pindahan dan kelas satu. Adapun biaya tersebut hanya mendapatkan baju muslim, batik, rompi, topi dan atribut lainnya serta buku paket. Kepala sekolah meminta pembayaran dilakukan langsung ditransfer melalui rekening pribadinya. (eko)




























