SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pertanian Provinsi Banten, segera melakukan pengetatan kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Banten. Tindakan itu dilakukan, guna memastikan tidak ada hewan berpenyakit diperjual belikan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Provinsi Banten Ari Mardiana mengatakan, ada beberapa jenis yang harus diwaspadai pada hewan kurban. Seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), Antraks, dan Brucellosis.
“Untuk kasus PMK ditahun 2025 kita nol kasus. Kalau LSD itu jenis penyakit berbenjol pada sapi yang mempengaruhi kondisi fisik hewan, untuk penyakit antraks perlu pengawasan ketat,” katanya, Rabu (6/5/2026).
Ari mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi kendala pihaknya dalam melakukan pengawasan kesehatan hewan, seperti pemotongan hewan masih banyak dilakukan dengan cara tradisional tanpa pengawasan veteriner yang memadai. Kemudian keterbatasa jumlah dokter hewan dibanding besarnya jumlah hewan kurban yang tersebar ribuan titik.
“Tetapi kita tetap terus memperkuat koordinasi lintas dinas dan meningkatkan kapasitas petugas teknis di lapangan,” tandasnya.
Ari mengatakan, menjelang perayaan Idul Adha pihaknya bakal meningkatkan pengawasan hewan kurban yang masuk ke wilayah Provinsi Banten. Tindakan itu penting dilakukan guna memastikan tidak ada hewan berpenyakit dijual bebas pada momen perayaan Idul Adha.
Baca Juga: Harga Cabai Hingga Bawang di Pasar Kabupaten Serang Naik
“Pengawasan dokumen lalulintas ternak melalui aplikasi ISIKHNAS, pelaku usaha yang melalulintaskan ternak wajib membawa sertifikat veteriner atau surat keterangan kesehatan hewan. Kita lakukan monitoring di lapak juha dari 11-25 mei 2026 di delapan kabupaten dan kota,” ujarnya.
“Pembinaan teknis, sekarang lagi dilaksankan. Pemeriksaan ante mortem dan post mortem di menjelangbpemotongn dan pasxa di potong,” sambungnya.
Ditanya terkait kebutuhan hewan kurban di Banten, dia mengatakan setiap tahun mengalami peningkatan. Ditahun 2025 lalu, ada sebanyak 14.266 sapi potong, 543 ekor kerbau, serta 25.512 ekor kambing, 21.369 ekor domba. Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban di Provinsi Banten selama 2025 sebanyak 61.690 ekor.
Ditahun 2026 ini, pihaknya memprediksi jumlah sapi potong yang masuk ke Banten sebanyak 14.409 ekor, kerbau sebanyak 516 ekor, kambing sebanyak 26.002 ekor, dan domba sebanyak 22.224 ekor. Secara keseluruhan, kebutuhan hewan kurban ditahun 2026 diprediksi sebanyak 63.171 ekor.
“Kalau ketersediaan hewan kurban tahun 2026 ada 11.969 ekor. Untuk sapi potong ada 1.946 ekor, kerbau 652 ekor, kambing 6.122 ekor, sedangkan domba 3.249 ekor,” pungkasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Provinsi Banten Nasir M Daud mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dengan semua instansi terkait dalam upaya memaksimalkan pemeriksaan kesehatan hewan menjelang Idul Adha.
Baca Juga: Diskan Banten Sarankan Hewan Kurban Yang Terkena Penyakit Tidak Diperjual Belikan
“Kita sudah rapatkan dan kita juga segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kesehatan hewan untuk kurban. Kita ingin agar tidak ada hewan kurban berpenyakit dijual bebas,” imbuhnya. (adib)

















