SATELITNEWS.COM, SERANG – Petugas gabungan pemeriksa kesehatan hewan kurban, menemukan hewan berpenyakit ringan masih diperjual belikan. Temuan itu didapat, setelah petugas gabungan melakukan pemeriksaan di tiga lokasi berbeda sejak beberapa hari lalu.
Kepala Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Ari Mardani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon.
Hasilnya, kata dia, petugas gabungan belum menemukan adanya indikasi penyakit hewan menular strategis (PHMS), melainkan hanya menemukan hewan kurban mengalami sakit ringan dan masih diperjual belikan.
“Untuk hasil yang mengarah ke PHMS atau penyakit menular hewan strategis tidak kita temukan sementara hanya gejala gejala ringan saja seperti batuk, sakit mata mencret, dan ingusan,” katanya, Selasa (19/5/2026).
Ari Mardiana menegaskan, hewan kurban yang menderita sakit ringan tidak boleh diperjual belikan karena berbagai pertimbangan. Oleh karena itu, kepada para pemilik lapak diminta untuk merawat hewan kurban mereka sampai kembali normal.
“Untuk gejala tersebut, kita menyarankan untuk diisolasi tidak diperjualbelikan dulu dan kalau diperlukan pengobatan kita pakai pengobatan topikal saja atau dari luar, contohnya salep, mata, atau salah kulit,” ujarnya.
“Tetapi tidak disarankan untuk disuntik karena takutnya sudah kita larang, tapi masih tetap dijual juga ternaknya,” tambahnya.
Ari mengatakan, lapak pedagang hewan kurban yang akan dilakukan pemeriksaan lebih dari 1.825 tersebar disemua kabupaten/kota. Mengingat waktu perayaan Idul Adha semakin dekat, pihaknya terus melakukan pemeriksaan setiap hari bersama dengan tim gabungan.
“Kalau bicaranya pengalaman di tahun 2025, jumlah lokasi lapak itu ada 1825 lapak, tapi itu juga tidak diperiksa oleh provinsi, semua lebih banyak oleh teman teman kabupaten kota provinsi. fungsinya hanya melaksanakan pendampingan saja di beberapa titik lokasi,” ujarnya.
Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir M Daud menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban disemua kabupaten/kota. Oleh karena, setiap tahun banyak hewan dari luar masuk ke wilayah Banten.
“Makanya kita pasti intensifkan pemeriksaan kesehatan hewan yang dari luar maupun dari Banten itu sendiri. Kita ingin agar masyarakat yang akan menyembelih hewan kurban dalam kondisi sehat dan tidak berpenyakit,” pungkasnya. (adib)