Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 19 Mei 2026 06:28 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangsel, Metro Tangerang
Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

KRONOLOGI: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, Firdaus Saadi membeberkan kronologi dugaan child grooming, Senin (18/5). (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Kasus dugaan child grooming yang menyeret mantan Kepala SMK Letris Indonesia 2 Pamulang berinisial AMA alias Alan mulai menemukan fakta baru. Pihak sekolah dan yayasan akhirnya membeberkan kronologi lengkap awal mula kasus tersebut mencuat hingga viral di media sosial.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, Firdaus Saadi, mengaku pihak sekolah sangat terkejut saat isu tersebut viral di media sosial.

“Peristiwa ini sangat mengagetkan sekali dari pihak sekolah. Kami shock banget dengan kejadian ini,” ujar Firdaus saat ditemui, Senin (18/5/2026).

Firdaus menjelaskan, kasus itu mulai mencuat pada 13 Mei 2026 setelah beredarnya sebuah saluran WhatsApp bernama “Spill”. Saluran tersebut berisi kumpulan foto, video, hingga potongan percakapan yang diambil dari saluran WhatsApp pribadi milik seorang siswi berinisial S.

Menurut Firdaus, siswi tersebut memang memiliki kebiasaan mencurahkan isi hati atau aktivitas pribadinya melalui kanal WhatsApp pribadi bernama “Em Anu”. Konten-konten di dalam kanal itu kemudian diambil dan disebarluaskan ulang oleh akun“Spill”.

 

“Kontennya sebenarnya diunggah sendiri oleh siswi itu. Ada foto, video, sampai curhatan pribadinya. Lalu diambil oleh akun Spill dan disebarkan luas,” jelasnya.

Baca Juga: Ayah Siswi Korban Child Grooming Bakal Laporkan Pelaku ke Polres Tangsel

Dalam unggahan tersebut, muncul sejumlah foto dan video yang memperlihatkan kedekatan antara siswi dengan kepala sekolah. Konten itu kemudian memicu perdebatan di kalangan siswa dan alumni karena dianggap tidak wajar.

BeritaTerbaru

Cegah Balap Liar di Puspemkab Tangerang, Polisi Amankan Empat Motor

Sabtu, 12 Sep 2026 20:05 WIB
FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini

FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini

Sabtu, 12 Sep 2026 16:58 WIB
Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB

Helikopter HR-3604 Perluas Pencarian Rombongan Wartawan di Selat Sunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:04 WIB

Pihak sekolah menegaskan, selama aktivitas belajar mengajar berlangsung, tidak pernah terlihat adanya hubungan khusus antara kepala sekolah dengan siswi tersebut.

“Si anak ini saat ini posisinya anak ini kan usianya sudah hampir 18 tahun, satu bulan lagi, dan sudah kelas 12 dan dia sudah dinyatakan lulus dari sekolah per tanggal 4 Mei kemarin,”ucapnya.

 

Firdaus mengatakan, siswi itu diketahui tinggal di kos bersama kakaknya karena kedua orang tuanya telah berpisah. Ibunya disebut tinggal berpindah-pindah antara Bali dan Sumba, sedangkan ayahnya berada di Jakarta. Menurut pengakuan pihak sekolah, orang tua siswi sempat menitipkan anaknya kepada kepala sekolah sekitar Maret 2026 agar diperhatikan.

“Ibunya ini komunikasi dengan kepala sekolah yang intinya nitip anak nih biar dijaga, anak ini biar dijaga karena sekali lagi posisinya dia kan sama kakaknya tinggal di kosan, untuk diperhatikanlah,” paparnya.

Namun demikian, pihak sekolah mengklaim tidak mengetahui hubungan di luar lingkungan sekolah.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Dugaan Childgrooming Siswa SMK Letris Pamulang

“Kita kan di sekolah itu dari jam 7 sampai jam 4. Tidak ada sama sekali kedekatan antara kepala sekolah dengan siswi ini. Kalau di luar sekolah kita enggak tahu, kita enggak tahu nih di luar sekolah kayak gimana,” katanya.

Kasus tersebut semakin ramai setelah isi saluran “Spill” tersebar luas di media sosial seperti Instagram, Twitter/X, dan TikTok.

Banyak siswa mulai melakukan tangkapan layar hingga siaran langsung membahas isu tersebut. Puncaknya pada 13 Mei isi tersebut semakin menguat saat ada perpisahan sekolah di Jogja.

“Itu tanggal 14 Mei itu kita dipanggil langsung sama yayasan. Setelah tanggal 13 ini ramai nih akun saluran ini ramai, tanggal 14 Mei kita dipanggil sama yayasan untuk mendengarkan kayak gimana sih sebenarnya kejadiannya,” sebutnya.

Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah dan siswi membantah memiliki hubungan terlarang. Bahkan, ibu siswi yang dihubungi melalui sambungan telepon juga mengaku mengetahui kedekatan mereka. Meski demikian, yayasan menilai hubungan tersebut telah melanggar kode etik guru.

“Walaupun kejadiannya di luar sekolah, walaupun kejadiannya oleh anak yang tanda kutip dia sudah lulus, tapi tetap ini melanggar kode etik,” katanya.

Sehari setelah pemeriksaan internal, tepatnya 15 Mei 2026, pihak yayasan kembali menggelar audiensi bersama sejumlah pihak, termasuk perwakilan kepolisian dari Polsek Pamulang. Dalam pertemuan itu, Alam resmi mengajukan surat pengunduran diri di atas materai.

Di saat bersamaan, yayasan juga menerbitkan surat penonaktifan permanen terhadap yang bersangkutan. Firdaus menyebut mantan kepala sekolah tersebut juga mendatangi Polres Tangerang Selatan untuk berkonsultasi terkait pemberitaan yang viral.

“Mungkin yang dimaksud hoaks oleh beliau adalah tuduhan soal hubungan seksual. Karena beliau membantah melakukan hal tersebut,” katanya.

Kasus ini juga memicu sejumlah alumni dan siswa mulai berani angkat bicara. Menurut Firdaus, setelah isu viral, muncul berbagai pengakuan mengenai dugaan perilaku tidak pantas yang diduga dilakukan kepala sekolah terhadap siswi lain.

Beberapa alumni mengaku pernah menerima pesan langsung (direct message) dari yang bersangkutan melalui media sosial.

“Ada siswi yang mengaku pernah di-DM kepala sekolah. Isinya mengajak curhat atau datang ke rumah,” ungkap Firdaus.

Meski demikian, pihak sekolah menyebut sebagian besar laporan baru muncul setelah kasus ini viral. Pihak sekolah dan yayasan mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah.

Firdaus mengatakan sekolah akan memperbaiki SOP interaksi guru dan siswa, membentuk tim mitigasi, hingga meningkatkan edukasi terkait kekerasan seksual dan keberanian untuk melapor.

“Kita akan bentuk tim khusus agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sekolah juga akan mengadakan edukasi dan seminar agar siswa berani speak up,” tutupnya.

Buntut dari kejadian ini, para siswa dan alumni sekolah melakukan aksi di sekolah, pada Senin (18/5) siang. Pihak sekolah pun mengajak mereka untuk berdialog guna menampung aspirasi dan keluhan untuk menjadi catatan pihak sekolah ke depannya. Salah satu alumni sekolah yang hadir dalam aksi tersebut, Helina mengaku bahwa tidak ada yang mencurigakan. Hanya saja terduga pelaku meminta bertemandi media sosial.

 

“Pas tau ini kaget juga, sedikit malu juga baru kali ini nama sekolah tercemar. Kita datang sebagai aksi damai agar pihak sekolah mengusut tuntas,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Tangerang Selatan tengah menyelidiki dugaan child grooming yang menyeret mantan kepala sekolah tersebut. Kasat Reskrim Polres Tangsel, Wira Graha Setiawan, mengatakan penyelidikan dilakukan setelah pihak kepolisian menemukan sejumlah pemberitaan dan konten viral di media sosial.

KRONOLOGI: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, Firdaus Saadi membeberkan kronologi dugaan child grooming, Senin (18/5). (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)”Kita lakukan penyelidikan berdasarkan hasil patroli siber terdapat beberapa link berita viral di medsos,” ujarnya. (eko)

Tags: Child GroomingfotoSMK Letris Pamulangvideo
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Banten Region

Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut

Sabtu, 12 Sep 2026 12:34 WIB
Kota Tangsel

HUT ke-24, Polsek Serpong Santuni Anak Yatim dan Doakan Lima Jurnalis Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 12:02 WIB
Banten Region

Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Mesin Air, Warga Kab Serang Jatuh ke Sumur

Sabtu, 12 Sep 2026 11:53 WIB
Kota Tangerang

DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa

Sabtu, 12 Sep 2026 09:52 WIB
Banten Region

Doa dari Ratusan Masyarakat Carita untuk Keselamatan Rombongan Jurnalis yang Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 09:01 WIB
Headline

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

BERI KETERANGAN -- Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya di dampingi para pejabat saat akan menghadiri rapat paripurna pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 di DPRD Lebak, Kamis (10/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Anggaran Belanja Snack Pemkab Lebak Rp3,1 Miliar Dipangkas

Kamis, 10 Sep 2026 17:34 WIB
CEK UDARA -- Petugas Dinas LH Kabupaten Lebak, saat melakukan pengecekan kondisi udara di Kabupaten Lebak, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Abu Vulkanik GAK Masih Terdeteksi, Kualitas Udara di Lebak Level Sedang

Selasa, 8 Sep 2026 20:14 WIB
Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat

Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat

Selasa, 8 Sep 2026 16:06 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Tangerang Rampung Bertahap, PJU Diperbaiki

Sabtu, 12 Sep 2026 08:21 WIB
Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029

Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029

Senin, 7 Sep 2026 19:37 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.