SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sebuah toko aksesoris dan variasi kendaraan milik Rian Variasi Mobil Auto Car Accessories di Jalan Raya Cadas Mauk, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, hangus terbakar pada Minggu (17/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB. Meski penyebab pasti kebakaran belum diketahui, pemilik toko ditaksir mengalami kerugian materiel hingga Rp800 juta.
Komandan Pos Damkar Sepatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Safrullah, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kobaran api pertama kali muncul di lantai satu bangunan ruko tersebut. Melihat api yang mulai membesar, warga sekitar langsung berteriak histeris agar pemilik ruko yang tengah terlelap di lantai dua bisa segera menyelamatkan diri.
“Warga melihat api sudah membakar ruko aksesoris mobil di lantai bawah. Lalu warga berteriak memberi kabar kepada warga lain dan kepada pemilik yang sedang tidur di lantai atas,” kata Safrullah kepada Satelit News, Minggu (17/5/2026).
Berkat teriakan peringatan dari warga sekitar, pemilik toko variasi mobil tersebut akhirnya terbangun. Ia berhasil keluar dan menyelamatkan diri tepat waktu sebelum kobaran api mengepung seluruh bangunan ruko.
“Alhamdulillah, pemilik toko berhasil menyelamatkan diri,” lanjut Safrullah.
Usai menyelamatkan diri, pemilik ruko bersama saksi mata langsung melaporkan peristiwa tersebut ke BPBD Kabupaten Tangerang. Sembari menunggu armada pemadam kebakaran tiba di lokasi, warga setempat sempat bergotong-royong mencoba memadamkan api secara swadaya.
“Sambil menunggu kami tiba, warga sekitar sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api tidak kunjung mereda,” jelasnya.
Merespons laporan tersebut, BPBD Kabupaten Tangerang langsung menerjunkan 12 personel pemadam kebakaran gabungan yang berasal dari Pos Sepatan, Mauk, dan Pakuhaji. Setelah sekitar 1,5 jam berjibaku menjinakkan si jago merah, petugas akhirnya berhasil memadamkan api dan melokalisasi perambatan agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar ruko.
“Setelah berjibaku dengan api selama 1,5 jam, sebanyak 12 personel damkar dibantu masyarakat berhasil menjinakkan api,” urai Safrullah.
Ketika dikonfirmasi mengenai pemicu kebakaran, Safrullah mengaku belum bisa memastikan penyebab utamanya. Pihak BPBD kini menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan tersebut kepada aparat kepolisian setempat.
“Penyebabnya belum diketahui, dan kami serahkan kepada pihak Kepolisian Sektor Sepatan perihal penyelidikan penyebab kebakaran itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menambahkan bahwa musibah kebakaran hebat ini dipastikan tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Kendati demikian, kerugian materiel yang diderita korban tergolong besar karena api turut melalap kendaraan yang ada di dalam lokasi.
“Kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta. Selain bangunan dan peralatan aksesoris, terdapat satu unit mobil dan sepeda motor yang ikut hangus terbakar,” pungkas Taufik. (alfian/aditya)