SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Hujan deras disertai angin kencang, mengakibatkan tanah tebing di Kampung Cikaler Girang RT 005 RW 001, Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, longsor dan menimpa dua rumah warga setempat, Sabtu (16/5/2026) petang.
Diketahui, dua rumah warga milik Saepudin dan Sarijan mengalami kerusakan akibat tertimpa tanah longsor, ditaksir kerugian mencapai Rp20 jutaan.
Ketua Forum Koordinasi Kampung Siaga Bencana (FK-KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira menyatakan, dirinya mendapat laporan peristiwa tersebut dari anggota KSB di Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi.
Atas laporan itu, ia instruksikan kepada anggotanya untuk melakukan asessment dan pendataan di lapangan.
“Anggota KSB sudah langsung bergerak ke lokasi, selain pendataan juga membantu warga khususnya korban membereskan puing-puing sisa yang dapat dimanfaatkan,” kata Beni, Minggu (17/6/2026).
Katanya, pihaknya juga mengkoordinasikan peristiwa tersebut dengan para pihak terkait diantaranya Kadinsos Kabupaten Pandeglang, Kalak BPBD Kabupaten Pandeglang, Camat Mandalawangi, Dinas/Instansi Terkait, Kapolsek Mandalawangi, Danramil Mandalawangi dan Ketua KSB Kecamatan Mandalawangi.
Pihaknya berharap, korban tertimpa longsoran tanah tetap sabar dan tabah, serta menjadikan hal itu sebagai ujian untuk kemudian bangkit, serta membangun kembali rumahnya yang rusak.
“Bantuan kedaruratan diupayakan segera disalurkan kepada korban, sekaligus mengusulkan bantuan untuk perbaikan rumah korban,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, keluarga korban berupaya memperbaiki rumahnya secara swadaya dibantu warga setempat.
Ditambahkannya, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan lebih berhati-hati ditengah cuaca ekstrem yang kurang menentu.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pandeglang, M. Habibi Arafat menyatakan, pihak terkait harus bertindak cepat dan tepat mengatasi peristiwa semacam itu.
Jika ada korban, bantu sesegera mungkin sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Paling tidak ujarnya, bantuan kedaruratan diupayakan segera datang beberapa menit setelah peristiwa terjadi.
“Jangan biarkan korban bencana atau musibah, mereka butuh bantuan cepat dan tepat,” tukasnya.
Ditegaskannya, koordinasi mitigasi bencana harus ditingkatkan, dan berikan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat melakukan evakuasi mandiri ketika terjadi bencana. (mardiana)