Jumat, 15 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Rubrik Nasional
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengecek ompreng MBG, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menemukan sejumlah pelanggaran serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah inspeksi mendadak ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Temuan itu muncul di tengah catatan sekitar 240 SPPG di berbagai daerah yang dihentikan sementara operasionalnya.

Dalam sidak perdana KSP ke dapur MBG sejak program diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu tersebut, Dudung mendapati kondisi dapur yang memprihatinkan, jauh dari standar kebersihan dan keamanan pangan.

Area pengolahan makanan terlihat kotor, sementara di beberapa titik ditemukan belatung. Ada pula penggunaan pallet yang tidak sesuai standar serta fasilitas pencucian yang tidak layak digunakan.

Selain itu, sistem tata ruang dapur dinilai bermasalah. Area dapur kering, penyimpanan bahan basah, hingga gudang kering tidak dipisahkan sebagaimana mestinya.

Sistem pembuangan limbah (IPAL) disebut tidak memenuhi syarat, sementara alur pencucian bahan nabati dan hewani juga tidak dipisahkan. Kondisi ruang dapur pun panas.

“Ini tidak bisa dianggap sepele,” ujar Dudung usai sidak di SPPG di Kebon Jeruk dan Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026).

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

Menurut dia, pemisahan area bersih dan kotor merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan dapur makanan. Ketidaksesuaian standar berpotensi berdampak langsung pada keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat MBG.

Dudung meminta agar dapur yang tidak memenuhi standar segera diperbaiki dalam waktu dekat. “Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja,” kata dia.

Ia juga mengingatkan bahwa temuan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut risiko kesehatan. “Jangan menganggap ini hal yang gampang. Kalau sampai terjadi keracunan, anak-anak yang jadi korban,” ujarnya.

Lebih jauh, KSP akan melakukan audit dan verifikasi nasional terhadap seluruh SPPG. Hasilnya akan digunakan untuk mengklasifikasikan kelayakan operasional dapur dalam tiga kategori, layak penuh, layak bersyarat, atau tidak layak beroperasi.

Dudung menegaskan proses verifikasi tidak boleh berhenti pada aspek administratif seperti sertifikat. “Yang paling penting adalah kondisi nyata, terutama kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan,” ujarnya.

Ia juga telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menindaklanjuti temuan tersebut. “BGN ya, untuk segera ditutup saja. Ini kan belatung di mana-mana coba perhatikan. Ini sangat dekat sekali, ya, kalau enggak segera dikasih waktu. Kalau misalnya tidak bisa diperbaiki, dalam waktu dekat segera akan ditutup aja saya sampaikan demikian,” ujar kata mantan Pangdam Jaya itu.

Dudung menilai pelaksanaan MBG tidak boleh hanya berorientasi pada target jumlah makanan yang disalurkan. Esensi program justru terletak pada kualitas gizi dan keamanan pangan bagi penerima manfaat.

“Kalau hanya mengejar target, catering juga bisa. Tapi yang utama adalah nilai gizi dan kesehatannya,” ujarnya.

Ia menekankan program ini menggunakan uang negara sehingga pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Dudung meminta keterlibatan masyarakat, termasuk perangkat wilayah seperti RT, untuk ikut mengawasi pelaksanaan program di lapangan.

“Ini uang rakyat. Harus dipastikan benar-benar untuk membentuk generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

KSP menyebut inspeksi mendadak akan dilakukan ke sejumlah daerah lain, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat, secara acak untuk memastikan standar pelaksanaan MBG diterapkan konsisten di seluruh wilayah.

Sehari sebelumnya (11/5/2026), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan sekitar 240 SPPG dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi standar yang ditetapkan. Saat ini terdapat 28.390 SPPG di seluruh Indonesia yang melayani sekitar 62 juta penerima manfaat.

Menurut Dadan, penghentian sementara dilakukan karena sejumlah SPPG belum memenuhi persyaratan kesehatan dan kelayakan operasional, mulai dari sertifikasi hingga kondisi ruangan yang dinilai belum memadai.

Beberapa SPPG harus meningkatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan Dinas Kesehatan. SLHS menjadi syarat wajib bagi seluruh SPPG yang menjalankan Program MBG.

“Biasanya setelah satu bulan kalau SLHS-nya belum keluar, operasinya akan dihentikan sementara,” kata Dadan. (rmg/xan)

Tags: belatungdapurKSPMBGSPPG
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

SIM Keliling Kota Tangerang Jumat 12 Desember, Cek Di Sini Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 9 Mei, Cek Lokasinya

Sabtu, 9 Mei 2026 07:53 WIB
IMG_20260512_152457

Siloam Tahan Dividen 2025, Fokus Ekspansi Layanan

Selasa, 12 Mei 2026 15:31 WIB
Wakil Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Isbat Nikah Terpadu

Wakil Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Isbat Nikah Terpadu

Rabu, 13 Mei 2026 13:44 WIB
FP SPS IKBA Kabupaten Serang Beri Pelatihan Kesehatan Mental Bagi Guru

FP SPS IKBA Kabupaten Serang Beri Pelatihan Kesehatan Mental Bagi Guru

Kamis, 14 Mei 2026 12:02 WIB
Universitas Raharja Jadi Tuan Rumah Penguatan Kekayaan Intelektual Kampus di Banten

Universitas Raharja Jadi Tuan Rumah Penguatan Kekayaan Intelektual Kampus di Banten

Selasa, 12 Mei 2026 17:04 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.