SATELITNEWS.COM, BEKASI–Korban kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur (27/4/2026) terus bertambah. Hingga hingga Rabu (29/4/2026), tercatat total 107 orang. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 terluka. Korban meninggal terbaru sebelumnya dirawat di RSUD Kota Bekasi .
Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, mengatakan pasien tersebut berada dalam kondisi kritis pascaoperasi sebelum akhirnya tidak tertolong.
“Hari ini pasien yang dirawat di kami ada 22. Satu baru datang di IGD. Yang di ICU ada tiga, dan satu baru saja meninggal,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi pembaruan jumlah korban meninggal menjadi 16 orang. “16 orang meninggal dunia. Update 29 April 2026 pukul 11.00 WIB, satu pasien meninggal atas nama Mia Citra (25 tahun),” kata dia.
Perkembangan jumlah korban tercatat dinamis. Sebelumnya, pada Rabu pagi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan total korban terdampak dalam insiden ini mencapai 106 penumpang, terdiri dari 15 korban meninggal dan 91 luka-luka berdasarkan data awal di lapangan.
“Total korban baik meninggal maupun luka-luka adalah 106 penumpang, dengan rincian 15 meninggal dan 91 luka-luka,” ujarnya saat konferensi pers bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, di Stasiun Bekasi Timur.
Baca Juga: Pria Tewas Tersetrum di Pamulang, Damkar Tangsel Bongkar Plafon untuk Evakuasi Korban
Bobby Rasyidin merinci, dari 91 korban luka sebanyak 38 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan. Sementara 53 korban luka lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi mengatakan sejumlah pasien menunjukkan perkembangan kondisi.
“Kalau yang lainnya sudah bisa senyum, sudah bisa saya ajak bicara,” ujarnya.
Dampak kecelakaan juga berimbas pada operasional perjalanan kereta api jarak jauh. PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan total 24 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh keberangkatan Rabu (29/4/2026). Pembatalan dilakukan karena proses pengujian sarana dan sistem persinyalan di lokasi kejadian serta normalisasi jalur.
“KAI memastikan bahwa pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920, melibatkan KRL rute Cikarang–Jakarta dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Baca Juga: Korban Kasus Hanania Capai 1.286 Orang, Total Kerugian Rp35,34 Miliar
Peristiwa bermula ketika sebuah taksi mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang kawasan Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL yang melintas menuju Jakarta. Benturan itu membuat satu rangkaian KRL berhenti di jalur stasiun, sebelum kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di lintasan yang sama.
Seluruh korban, baik yang luka maupun meninggal dunia, merupakan penumpang KRL. Sedangkan sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam peristiwa tersebut.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan perkeretaapian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian dalam insiden itu.
“Apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujarnya. “Sedang dalam penyidikan, berkoordinasi dengan KAI dan KNKT,” sambungnya.
Dalam waktu dekat, polisi akan memeriksa sopir taksi online yang diduga memicu kecelakaan, serta masinis kereta yang terlibat. Pemeriksaan dilakukan untuk memperjelas kronologi dan menentukan tanggung jawab dalam insiden yang menewaskan belasan penumpang tersebut.
“(Mereka) Dijadwalkan untuk diperiksa guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut,” kata Budi. (rmg/xan)
Berikut identitas korban meninggal dunia:
RS Polri 10 korban yang telah teridentifikasi: (1) Tutik Anita Sari (31), Cikarang Barat, (2) Harum Anjasari (27), Cipayung, Jakarta Timur, (3) Nur Alimantun Citra Lestari (19), Jambi, (4) Farida Utami (50), Cibitung, Bekasi, (5) Vica Acnia Fratiwi (27), Cikarang Barat, (6) Ida Nuraida (48), Cibitung, Bekasi, (7) Gita Septia Wardani (20), Cibitung, Bekasi, (8) Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan, (9) Arinjani Novita Sari (25), Tambun Selatan, (10) Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), Tambun Selatan.
RS sekitar Stasiun Bekasi Timur (6 korban): 11. Nuryati (41), RSUD Kota Bekasi, 12. Nurlaela (39), RSUD Kota Bekasi, 13. Enggar Retno Krisjayanti (35), RSUD Kota Bekasi, 14. Mia Citra (25), RSUD Kota Bekasi, 15. Ristuti Tustirahato, RS Bella Bekasi, 16. Adelia Rifani, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
