Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Pertamina Klarifikasi Struk Rp18.040, Biodiesel B50 Mulai 1 Juli

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 16 Jun 2026 21:08 WIB
Rubrik Nasional
Pertamina Klarifikasi Struk Rp18.040, Biodiesel B50 Mulai 1 Juli

Petugas SPBU mengisi BBM ke kendaraan pelanggan. Pertamina menyebut harga Pertalite Rp18.040 per liter yang tercantum dalam struk pembelian di SPBU bukanlah harga yang dibayar masyarakat karena Pertalite masih mendapat subsidi dari pemerintah. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pertamina akhirnya buka soal soal harga Pertalite yang tercantum dalam struk pembelian di SPBU, yang telah lama dipertanyakan publik. Angka Rp18.040 per liter disebut bukanlah harga yang dibayar masyarakat karena Pertalite masih mendapat subsidi dari pemerintah.

“Menanggapi informasi yang beredar terkait angka Rp18.040 per liter di struk pembelian Pertalite yang disebut sebagai harga keekonomian BBM, Pertamina Patra Niaga menyampaikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Roberth MV Dumatubun mengatakan Pertalite termasuk Jenis Bahan Bahan Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang harganya ditetapkan pemerintah melalui skema subsidi.

“Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi. Harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat saat ini merupakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan ekonomi,” papar Roberth.

Ia menjelaskan, angka Rp18.040 per liter yang muncul dalam struk merupakan harga keekonomian BBM, yakni hasil perhitungan berdasarkan harga pasar minyak, biaya pengadaan, hingga komponen distribusi energi. Angka tersebut tidak mencerminkan harga jual di SPBU.

“Angka tersebut merupakan harga keekonomian. Bukan harga yang dibayar masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok Pertalite Aman dan Distribusi Berjalan Normal

Selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar konsumen ditutup melalui subsidi pemerintah. Skema ini, menurut Pertamina, digunakan untuk menjaga keterjangkauan energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat yang masih bergantung pada BBM untuk mobilitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi skala kecil.

Di luar Pertalite, Pertamina juga mengelola Pertamax yang berstatus BBM nonsubsidi. Untuk jenis ini, harga mengikuti dinamika pasar, termasuk pergerakan harga minyak dunia, meski penyesuaian tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional.

BeritaTerbaru

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Senin, 7 Sep 2026 08:03 WIB
Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Minggu, 6 Sep 2026 17:23 WIB

Pada 10 Juni 2026, harga Pertamax sempat disesuaikan setelah sebelumnya ditahan agar tidak mengalami kenaikan. Penyesuaian itu, kata Pertamina, dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar energi, daya beli masyarakat, kebijakan fiskal pemerintah, serta keberlanjutan usaha badan usaha penyedia BBM.

Pertamina juga menyebut harga BBM nonsubsidi yang berlaku saat ini masih berada di bawah level keekonomian penuh. Jika mengikuti perhitungan harga minyak dunia secara ketat, harga Pertamax disebut akan berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan posisi saat ini.

“Apabila harga Pertamax sepenuhnya mengacu pada harga keekonomian berdasarkan kondisi pasar dan harga minyak dunia, maka harga jualnya seharusnya berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan harga Pertalite tanpa subsidi,” tandas Roberth.

Sementara itu, di tengah kebijakan harga energi yang terus disesuaikan, pemerintah menyiapkan langkah lain di sektor bahan bakar melalui program biodiesel B50 yang ditargetkan mulai berlaku 1 Juli 2026.

Baca Juga: Warga Tangsel Keluhkan Kenaikan Harga Pertamax

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan program tersebut masih dalam tahap evaluasi akhir setelah uji coba menunjukkan hasil yang dinilai cukup positif oleh pemerintah.

“B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Kami masih melakukan evaluasi dan akan rapat final dengan tim uji coba,” kata Bahlil, Senin (15/6/2026).

Ia menyebut sekitar 80–90 persen parameter uji coba telah menunjukkan hasil baik, termasuk aspek teknis seperti kadar air yang disebut lebih rendah dibandingkan biodiesel B40 yang selama ini digunakan. “Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final,” ujarnya.

B50 sendiri merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Pemerintah menilai kebijakan ini tidak hanya penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil di tengah fluktuasi harga energi global. (rmg/xan)

Tags: BiodieselPertaminastruk
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Nasional

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Nasional

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Ditebus Nyaris Rp 3 Triliun, Chelsea Jual Enzo Fernandez ke Man City

Ditebus Nyaris Rp 3 Triliun, Chelsea Jual Enzo Fernandez ke Man City

Rabu, 2 Sep 2026 21:07 WIB
Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BUTUH PERBAIKAN : Rumah warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, butuh perhatian, karena kondisinya dalam keadaan tidak layak. (ISTIMEWA)

DPRKP Dinilai Hambat Visi Misi Kepala Daerah, Pengamat: Gubernur Andra Harus Bersikap

Selasa, 1 Sep 2026 13:09 WIB
MUI Kabupaten Tangerang Berduka, KH Ahmad Fudoli Wafat Usai Kecelakaan

MUI Kabupaten Tangerang Berduka, KH Ahmad Fudholi Wafat Usai Kecelakaan

Senin, 7 Sep 2026 12:47 WIB
Inter Milan vs Napoli, Misi Inter Akhiri Puasa Kemenangan

Inter Milan vs Napoli, Misi Inter Akhiri Puasa Kemenangan

Jumat, 4 Sep 2026 07:51 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.