SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi isu yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri atau bakal dicopot dari jabatannya. Sambil tertawa, Purbaya menegaskan, rumor yang berkembang di media sosial itu cuma gosip.
Hal itu disampaikan Purbaya saat menghadiri konferensi pers APBN KiTA Edisi Juni 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Awalnya, Purbaya menyinggung besarnya perhatian publik terhadap gosip dirinya akan mundur dibandingkan capaian positif sektor perbankan.
Padahal, kata dia, terdapat peningkatan penyaluran kredit di sejumlah bank milik negara yang mencerminkan kondisi ekonomi masih bergerak baik. Kredit di Bank Rakyat Indonesia (BRI) tumbuh 13,8 persen pada Mei 2026. Sementara pembiayaan di Bank Syariah Indonesia (BSI) meningkat lebih dari 10 persen dan kredit di Bank Tabungan Negara (BTN) tumbuh sekitar 15 persen.
“Kenapa nggak nulis itu? Nggak menarik ya? Yang menarik nulis Menteri Keuangan mau mundur katanya, ha ha ha ha,” kata Purbaya sambil tertawa.
Ia mengaku heran karena informasi mengenai pertumbuhan kredit perbankan yang menunjukkan aktivitas ekonomi positif justru kurang mendapat perhatian publik.
“Itu kan tiga bank besar seperti itu keadaannya, tapi kita semua luput meng-cover itu. Untuk saya agak aneh. Bahkan bank-nya juga nggak mau publish tadinya kan. Bagus tuh ngomong dong, baru dia ngomong,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Prabowo Patok Defisit APBN, Optimistis Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen
Sebelumnya, Purbaya juga secara tegas membantah kabar yang menyebut dirinya akan mundur ataupun dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. “Nggak benar lah,” tandasnya.
Rumor mengenai posisi Purbaya yang terancam mencuat seiring tekanan yang terjadi dalam pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok ke bawah level 6.000, sementara rupiah anjlok ke angka Rp 18 ribuan per dolar AS.
Namun, pemerintah memastikan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo Subianto tidak berencana melakukan perombakan kabinet.
“Reshuffle? Belum ada reshuffle,” tegas Prasetyo.
Prasetyo juga membantah kabar yang menyebut Purbaya akan diganti atau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bendahara Negara. “Tidak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga. Tidak ada rencana pergantian,” ujarnya.
Ia menegaskan hingga saat ini pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas sektor keuangan dan perekonomian nasional.
Baca Juga: CELIOS Nilai Skema Kopdes Merah Putih Berpotensi Bebani APBN
“Jadi, belum ada rencana (pergantian) ini,” sebut politisi Partai Gerindra tersebut.
Terpisah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Negeri Surabaya Mubarok Eltran menilai, pemerintah saat ini sebaiknya lebih fokus mengantisipasi dampak politik dari gejolak ekonomi. Menurut Mubarok, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan sinyal yang perlu mendapat perhatian serius.
Karena itu, fokus utama pemerintah seharusnya diarahkan pada upaya menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kepercayaan pasar. Bukan pada wacana perombakan kabinet yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian baru.
“Jangan sampai kondisi ekonomi ini memicu gejolak politik,” ujar Mubarok kepada Rakyat Merdeka. (rmg)
