Senin, 28 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Prabowo Kunci BBM Subsidi, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 10 Jun 2026 18:05 WIB
Rubrik Nasional
Prabowo Kunci BBM Subsidi, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap

Pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina. Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter. (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pemerintah mempertahankan harga BBM dan LPG bersubsidi di tengah kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku 10 Juni 2026. Kebijakan ini mencerminkan upaya menjaga harga kebutuhan masyarakat tetap stabil, sementara BBM nonsubsidi menyesuaikan kondisi pasar global.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. “Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah presiden, tidak ada kenaikan,” kata Bahlil dalam pembukaan Musyawarah Nasional HIPMI XVII di Lampung, Rabu (10/6/2026).

PT Pertamina Patra Niaga sejak 10 Juni 2026 menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, atau meningkat Rp3.950 per liter—setara sekitar 32 persen. Pertamax Green 95 ikut naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar bersubsidi bertahan di Rp6.800 per liter. LPG bersubsidi juga tidak mengalami perubahan.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan mengatakan harga Pertamax di pasar internasional sebenarnya sudah berada jauh di atas harga jual di dalam negeri.

“RON 92 itu kalau di market itu harganya sudah Rp20 ribu–Rp21 ribu-an. Di Thailand, RON 91 itu Rp23 ribuan kalau dikonversi ke rupiah,” ucap Sigit dalam Sarasehan Energi di Universitas IPB, Bogor, Rabu.

Baca Juga: MK Pertegas Pasal Penghinaan Terhadap Presiden Dan Wapres Masuk Delik Aduan

Ia menambahkan, berdasarkan formula Harga Indeks Pasar (HIP) dan kurs, batas atas harga Pertamax pada April 2026 sebenarnya sudah mencapai Rp18.745 per liter, naik dari Rp12.397 per liter pada Maret. Kenaikan itu dipengaruhi konflik geopolitik yang mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Batas atas harga Pertamax kembali meningkat menjadi Rp20.157 per liter pada Mei 2026, dan naik lagi menjadi Rp20.942 per liter pada Juni 2026. “Namun kami masih tahan di Rp12.300 per liter. Pertamax Green juga seperti itu, masih kami tahan. Meskipun akhirnya, dua produk itu per hari ini kami naikkan,” ujarnya.

BeritaTerbaru

Uji Coba Kedua MLFF Tol Dipercepat, Menentukan Tahap Semikomersial

Uji Coba Kedua MLFF Tol Dipercepat, Menentukan Tahap Semikomersial

Minggu, 27 Sep 2026 21:34 WIB
KPK Dalami Valas dan Emas Dari Penggeledahan BPN Jatim

KPK Dalami Valas dan Emas Dari Penggeledahan BPN Jatim

Minggu, 27 Sep 2026 21:31 WIB
Serangan Siber Tembus Rp111 T, Penyalahgunaan Data, Fraud, dan Scam

Serangan Siber Tembus Rp111 Triliun, Penyalahgunaan Data, Fraud dan Scam

Kamis, 24 Sep 2026 17:23 WIB
Hukuman Hanya Dipangkas 1 Tahun, Nadiem Makarim Pilih Kasasi

Hukuman Hanya Dipangkas 1 Tahun, Nadiem Makarim Pilih Kasasi

Kamis, 24 Sep 2026 17:20 WIB

Sigit menjelaskan, penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan BBM di dalam negeri. Selisih antara biaya dan pendapatan membuat kapasitas impor Pertamina ikut tertekan sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan stok.

Ia menegaskan keputusan penyesuaian harga telah melalui konsultasi dengan pemerintah dan bertujuan menjaga keseimbangan suplai energi di pasar. “Kami ingin memberikan pesan bahwa harga ini memang perlu naik karena kondisinya memang harus kami pastikan terkait ketersediaan suplai di market,” ujar Sigit.

Di balik penyesuaian harga tersebut, pemerintah disebut menghadapi tekanan fiskal akibat selisih harga jual dan harga keekonomian yang selama ini ditanggung negara. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan pemerintah sebelumnya menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi, namun ruang tersebut kini semakin terbatas.

“Pemerintah mencoba menahan beberapa waktu yang lalu, dan sekarang dilepas karena itu adalah ketahanan fiskal kita,” ujarnya di Bogor.

Baca Juga: Bansos dan Subsidi Satu Pintu, Kopdes Merah Putih “Kantor Tunggal” Distribusi

Ia menambahkan, selisih harga Pertamax yang mencapai ribuan rupiah per liter, jika dikalikan volume konsumsi nasional, menjadi beban yang tidak kecil bagi anggaran negara.

“Sekarang Rp16.250 dikurangi yang kemarin Rp12.300 per liter. Itu dikalikan sekian juta liter yang sudah pemerintah tanggung,” katanya.

Karena itu, harga BBM nonsubsidi dikembalikan mengikuti mekanisme pasar dan fluktuasi minyak dunia.

“BBM nonsubsidi dikembalikan kepada nature-nya. Mereka bisa naik harga sesuai fluktuasi harga minyak dunia,” ujarnya.

Meski terjadi kenaikan signifikan pada Pertamax, pemerintah menilai dampaknya terhadap inflasi nasional relatif terbatas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Pertamax bukan komponen utama dalam distribusi barang kebutuhan pokok.

“Harusnya relatif minim, karena kan Pertamax enggak dipakai buat angkutan barang,” ujarnya di DPR, Senayan.

Ia menegaskan dampaknya terhadap inflasi bersifat terbatas karena sektor logistik dan transportasi barang tidak bergantung pada Pertamax. Namun pemerintah mengakui adanya potensi pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite akibat melebar-nya selisih harga.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian masih mengkaji dampak kenaikan harga Pertamax terhadap biaya distribusi dan rantai pasok industri. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief menyebut efeknya mungkin terasa pada biaya pengiriman barang, meski masih perlu perhitungan lebih rinci. (rmg/xan)

Tags: bbmHARGAprabowopresidensubsidi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Gerindra Tetap Teratas, PDI-P dan Golkar Membuntuti
Nasional

Gerindra Tetap Teratas, PDI-P dan Golkar Membuntuti

Kamis, 24 Sep 2026 08:21 WIB
Tahan Suku Bunga, BI Perkuat Rupiah
Bisnis

Tahan Suku Bunga, BI Perkuat Rupiah

Kamis, 24 Sep 2026 08:18 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 24 September, Cek Lokasinya

Kamis, 24 Sep 2026 07:48 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Senin 31 Agustus, Ada di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Rabu 23 September, Cek Lokasinya

Rabu, 23 Sep 2026 08:03 WIB
Beras Ilegal Bikin Kesal 2 Menteri, Rp27,3 Miliar Barang Selundupan Ditindak
Nasional

Beras Ilegal Bikin Kesal 2 Menteri, Rp27,3 Miliar Barang Selundupan Ditindak

Selasa, 22 Sep 2026 17:10 WIB
Musim Hujan Telat, El Nino Hingga Awal 2027
Nasional

Musim Hujan Telat, El Nino Hingga Awal 2027

Selasa, 22 Sep 2026 17:03 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, DPRD "Mencak-mencak"

Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, Anggota DPRD “Mencak-mencak”

Senin, 28 Sep 2026 14:28 WIB
PB Porprov Banten 2026 Libatkan 31 Rumah Sakit

Wakil Wali Kota Tangsel Minta Warga Setop Kebiasaan Bakar Sampah

Kamis, 24 Sep 2026 08:02 WIB
Oknum Guru Madrasah di Tangerang Selatan Diduga Lecehkan Siswi

Polres Tangsel Lakukan Penyelidikan Kasus Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswa

Jumat, 25 Sep 2026 16:09 WIB
BARANG BUKTI : Dua alat berat yang biasa digunakan menggali tanah, diamankan penyidik Polda Banten sebagai barang bukti pertambangan ilegal. (ISTIMEWA)

Tambang Ilegal Kembali Ditutup, Dua Tersangka Diamankan ke Mapolda Banten

Minggu, 27 Sep 2026 13:00 WIB
Sekda Banten Deden Apriandhi Hartawan. (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Janji Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepsek

Rabu, 23 Sep 2026 13:52 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.