SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menuai keluhan dari sejumlah warga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Perubahan harga tersebut diketahui terjadi, pada Rabu (10/6/2026) pukul 00.00 WIB. Kenaikan harga ini dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan berpenghasilan rendah yang saat ini juga dihadapkan pada kenaikan harga kebutuhan pokok.
Rafli (53), warga Serpong mengaku keberatan dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah cukup sulit sehingga kenaikan harga bahan bakar semakin menambah beban pengeluaran.
“Iya keberatan, apalagi rakyat kecil boro-boro untuk makan aja apa-apa sekarang naik. Jadi rakyat kecil makin lama makin digencet,” ujarnya saat ditemui seusai mengisi BBM di kawasan Serpong, Rabu (10/6).
Meski demikian, ia menyadari masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti kebijakan yang berlaku. “Iya bagaimana lagi namanya rakyat kecil harus nurutin, harusnya sih harganya turun,” katanya.
Rafli mengaku baru mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax saat berada di SPBU. Ia menilai harga Pertamax sebenarnya masih sebanding dengan kualitas yang ditawarkan, namun lonjakan harga kali ini cukup terasa bagi masyarakat.
“Ada kenaikan harga saya baru tau di sini. Biasanya memang isi Pertalite tadi lagi habis, tadi isi Rp20 ribu kok sebentaran amat. Harga Pertamax lumayan tergantung kualitasnya sih,” jelasnya.
Warga Ciater, Yudi (28) mengaku telah mengetahui kabar kenaikan harga Pertamax. Namun, ia tidak terlalu terdampak karena saat ini menggunakan Pertalite untuk kendaraan bermotornya.
Menurut Yudi, dirinya sebelumnya merupakan pengguna Pertamax. Namun, ia memutuskan beralih ke Pertalite setelah mencuatnya isu terkait kualitas bahan bakar beberapa waktu lalu.
“Saya sebelumnya memang isi Pertamax, tetapi setelah ada kasus Pertamax dioplos, saya mengisi Pertalite sampai sekarang,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Resty Jelita Chintya (27), dirinya mengaku kaget adanya kenaikan harga BBM secara mendadak untuk jenis non subsidi. Menurutnya, tidak semua masyarakat yang menggunakan Pertamax merupakan orang yang mampu dari segi ekonomi.
“Sebel sih, kan ngga semua motor bisa pake Pertalite. Salah satunya motor saya, kalau dipakein bunyi mesinnya beda. Pasti akan lebih boros, ada alokasi yang harus lebih besar ke uang bensin,” sebut wanita yang tinggal di wilayah Ciputat tersebut.
Dirinya berharap semestinya pemerintah lebih bijak dalam mengambil tindakan, terlebih yang sangat berkaitan dengan masyarakat. Walaupun begitu, Resty enggan sepeda motornya diisi bahan bahan bakar jenis Pertalite.
“Pemerintah harus berpikir dan harus bijak, nggak semua orang pake bensin yamg non subsidi itu adalah orang mampu. Sejauh ini masih belum, karena takut mesin motor rusak,” paparnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ujar Roberth dalam keterangan yang diterima.
Kata dia, Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” jelasnya. (eko)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
