SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN Gebang Raya 1, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, kembali terlihat pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Meski banyak orang tua yang berharap anaknya diterima, pihak sekolah menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan mengikuti sistem yang telah ditetapkan.
Kepala SDN Gebang Raya 1, Hj Suryati mengatakan, sekolahnya mendapatkan kuota penerimaan sebanyak 6 rombel, di mana setiap rombel terdiri atas 28 siswa. Dengan tingginya animo masyarakat, sekolah tetap berkomitmen menjalankan seluruh tahapan penerimaan sesuai aturan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
“Animonya luar biasa setiap tahun. Bahkan ada saja orang tua yang sangat berharap anaknya bisa diterima. Ada yang baru pindah dari luar daerah dan meminta bantuan agar bisa masuk. Namun kami tetap mengikuti sistem yang berlaku,” ujar Suryati, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, jalur lingkungan atau domisili masih menjadi jalur yang paling banyak diminati calon peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan SDN Gebang Raya 1. Meski demikian, Suryati menegaskan pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengubah hasil seleksi karena seluruh proses telah terintegrasi dalam sistem digital yang dapat dipantau secara terbuka.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa di luar ketentuan. Sistem yang berbicara. Kalau ada yang tidak sesuai aturan pasti akan langsung terlihat. Karena itu kami selalu mengingatkan panitia untuk menjalankan seluruh proses sesuai mekanisme yang ada,” katanya.
Suryati menjelaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini justru lebih mudah dibandingkan sebelumnya karena mayoritas proses dilakukan secara daring. Sekolah menyediakan barcode yang dapat dipindai oleh orang tua untuk mengakses laman pendaftaran secara mandiri.
Baca Juga: Hambat SPMB, Disdik Minta Madrasah di Kota Tangerang Input e-Rapor
Menurutnya, kendala yang muncul bukan berasal dari sistem, melainkan dari sebagian kecil orang tua yang belum terbiasa menggunakan teknologi informasi. “Kalau ada kesulitan biasanya karena orang tua belum terlalu menguasai IT. Mereka meminta bantuan untuk membuka link atau mengisi data. Namun secara umum proses pendaftaran berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penerapan sistem digital turut memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan SPMB. Setiap kuota pada masing-masing jalur penerimaan sudah diatur secara jelas sehingga tidak memungkinkan adanya penambahan siswa di luar ketentuan. Suryati mencontohkan, apabila terdapat kuota khusus yang harus dipenuhi, maka kuota pada jalur lain akan otomatis menyesuaikan sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau kita menambah satu siswa saja secara tidak sesuai aturan, pasti akan ketahuan. Semua sudah tercatat dalam sistem. Karena itu kami memilih patuh terhadap aturan dan tidak melawan sistem,” tegasnya.
Di tengah tingginya persaingan masuk sekolah negeri, SDN Gebang Raya 1 terus berupaya menjaga kualitas pendidikan sebagai modal utama untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. Selain prestasi akademik, sekolah juga aktif mengembangkan potensi siswa di bidang non-akademik.
“Kalau keunggulan kita di akademik, kita buktikan lewat prestasi akademik. Kalau di non-akademik, kita juga terus berprestasi. Alhamdulillah belum lama ini siswa kami berhasil meraih juara tingkat Kota Tangerang pada cabang olahraga renang,” katanya.
Dengan pelaksanaan yang berbasis sistem dan dukungan teknologi digital, Suryati optimistis seluruh tahapan SPMB di SDN Gebang Raya 1 dapat berjalan lancar, objektif, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik. “Yang penting kita jangan melawan sistem. Selama semua mengikuti aturan, Insyaallah proses penerimaan murid baru berjalan lancar dan transparan,” pungkasnya.(made)
Baca Juga: Event “Pesona PGSD” UMT Jadi Ajang Pengembangan Kreativitas Calon Guru SD
