SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Hima PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) kegiatan Pesona PGSD.
Kegiatan ini bertujuan tidak hanya mencetak calon guru sekolah dasar yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, karakter, dan jiwa kepemimpinan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pesona PGSD, sebuah agenda tahunan yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa.
Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD FKIP UMT, Dr. Yayah Huliatunisa, mengatakan Pesona PGSD merupakan kegiatan yang baru dua tahun terakhir menggunakan nama tersebut. Namun, kegiatan serupa sebenarnya telah lama dilaksanakan di lingkungan PGSD dengan berbagai nama, seperti Gebyar PGSD dan sejumlah kegiatan lain yang disesuaikan dengan tujuan penyelenggaraannya.
Menurut Yayah, kegiatan tersebut pertama kali digagas oleh Himpunan Mahasiswa PGSD (HIMA PGSD) yang telah berdiri sejak tahun 2012. Kehadiran Pekan PGSD menjadi salah satu sarana bagi organisasi mahasiswa untuk terus produktif sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pekan PGSD ini sebenarnya merupakan ajang atau wadah kreativitas mahasiswa, ajang untuk mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan-kemampuan mahasiswa yang terkadang tidak bisa kita gali secara maksimal di dalam kelas,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan pada Rabu (10/6/2026) sore di Kampus Pusat UMT, Cikokol, Kota Tangerang.
Ia menjelaskan, dalam proses pendidikan calon guru sekolah dasar, tidak semua kompetensi dapat diukur melalui pembelajaran formal. Mahasiswa membutuhkan ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan kemampuan, terutama pada bidang-bidang yang berkaitan dengan kreativitas dan seni.
Baca Juga: Demo Tuntut Usut Dugaan Korupsi BGN dan Evaluasi Total MBG di Kota Tangerang
Hal tersebut sejalan dengan kurikulum PGSD yang tidak hanya menekankan penguasaan materi akademik, tetapi juga dibekali berbagai mata kuliah penunjang seperti seni tari, seni musik, kepramukaan, dan keterampilan lainnya yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan hasil pengembangan kemampuan yang mereka peroleh selama perkuliahan. Mereka bisa berkreasi secara langsung dan menampilkan berbagai potensi yang dimiliki,” katanya.
Lebih dari sekadar ajang unjuk bakat, Pesona PGSD juga dirancang sebagai media pembentukan karakter bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. Menurut Yayah, tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut guru untuk memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar menyampaikan materi pelajaran.
Guru sekolah dasar, lanjutnya, harus mampu menghadirkan berbagai stimulus pembelajaran yang menarik agar proses belajar siswa dapat berlangsung secara optimal. Mengingat masa pendidikan di tingkat sekolah dasar berlangsung selama enam tahun, guru dituntut kreatif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.
Karena itu, pembentukan karakter mahasiswa menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan Pekan PGSD. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, mahasiswa didorong untuk memiliki rasa tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi.
Selain penguatan karakter, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa. Kepanitiaan Pesona PGSD melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan yang bekerja sama dalam merancang dan menjalankan seluruh rangkaian kegiatan.
Sistem kepanitiaan yang bergiliran setiap tahun memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengelola organisasi, menyusun program kerja, membangun kolaborasi, hingga menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan. “Nilai-nilai kepemimpinan itu muncul ketika mereka mengorganisasi kegiatan, bekerja sama dengan tim, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kegiatan ini. Itu menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa calon guru SD,” jelasnya.
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
Yayah menilai pengalaman berorganisasi dan mengelola kegiatan seperti Pesona PGSD menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ketika nantinya terjun ke dunia pendidikan. Sebab, seorang guru tidak hanya bertugas mengajar di dalam kelas, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin, penggerak, dan inspirator bagi peserta didiknya.
Melalui penyelenggaraan Pekan PGSD yang rutin digelar setiap tahun, Program Studi PGSD FKIP UMT berharap dapat terus melahirkan calon-calon guru sekolah dasar yang kreatif, inovatif, berkarakter kuat, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan pendidikan di masa depan. Selain berbagai lomba, pada Kamis (11/6/2026) PGSD FKIP UMT juga berencana menggelar seminar dengan tema “Kepimpinan Warisan Budaya dan Teknologi dalam Pendidikan”. (made)
