SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Puluhan massa yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) menggelar aksi unjuk rasa di Kota Tangerang, Rabu (10/6/2026). Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) serta meminta evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi diawali di kawasan Tugu Adipura dan dilanjutkan dengan long march menuju Taman Gajah Tunggal pada siang hari. Dalam aksi tersebut, massa membawa bendera merah putih dan membawa sepanduk berbagai tuntutan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG yang saat ini menjadi salah satu program strategis nasional.
Koordinator Aksi dari Lingkar Aspirasi Publik, Saipul Basri mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat atas berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.
“Kami atas nama Lingkar Aspirasi Publik melakukan kegiatan penyampaian aspirasi di Tugu Adipura, Kota Tangerang. Hari ini kami menyampaikan berbagai keresahan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Tangerang dan pada umumnya masyarakat Indonesia,” katanya.
Menurutnya, LAP menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional, terutama setelah adanya kasus hukum yang menyeret mantan Kepala BGN. “Setelah adanya penangkapan terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional, kami meminta seluruh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan-dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Selain meminta pengusutan kasus dugaan korupsi, massa juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. “Kami juga berharap adanya evaluasi total terhadap Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis. Evaluasi tersebut penting agar program dapat berjalan tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan berbagai persoalan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG,” jelasnya.
Baca Juga: Protes Pedagang Berulang, Gate Parkir Pasar Sampay Lebak Disetop Sementara
Rakor Forkopimda
Terpisah, Wali Kota Tangerang Sachrudin, bersama Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang, guna memperkuat sinergi dan menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai isu strategis daerah, Rabu (10/06/2026).
Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang tersebut, menjadi forum penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi antar unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mengawal berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, menegaskan, kondusivitas daerah merupakan faktor penting yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, suasana yang aman dan stabil akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan nyaman serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. “Kondusivitas daerah harus terus kita jaga bersama. Ketika situasi daerah aman dan stabil, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, dunia usaha berkembang, dan pembangunan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Sachrudin.
Ia menjelaskan, Rakor tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada Rakor Forkopimda Jawa-Bali, yang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai dinamika global maupun nasional yang berpotensi memberikan dampak hingga ke tingkat daerah.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian bersama, di antaranya penanganan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi daerah, penurunan angka pengangguran, peningkatan investasi dan daya saing daerah, hingga penguatan stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.
Baca Juga: Polri Proses 583 Kasus Demo Ricuh, Dalang Masih Diburu
Selain itu, perkembangan ruang digital juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Sachrudin menuturkan, penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk provokasi di media digital perlu diantisipasi melalui penguatan literasi masyarakat serta koordinasi lintas sektor yang lebih efektif.
“Kita harus terus membangun komunikasi publik yang baik serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pendekatan persuasif, edukatif, dan preventif harus terus di kedepankan,” tambahnya.
Sachrudin, juga menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial. Menurutnya, koordinasi yang solid antar unsur Forkopimda menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, serta langkah yang cepat dan tepat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah. Karena itu, sinergi seluruh unsur Forkopimda harus terus diperkuat agar setiap tantangan dapat diantisipasi dan ditangani bersama,” ungkapnya.
Melalui Rakor tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berharap kolaborasi yang selama ini terjalin dapat semakin solid, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memastikan Kota Tangerang tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (ari)
Baca Juga: Takjiah ke Rumah Pelajar Korban Demo di Tangerang, Menteri PPPA Soroti Dugaan Mobilisasi Anak
Baca Juga: Polresta Tangerang Jamin Keamanan Pendemo, Asal Tidak Anarkis
