SATELITNEWS.COM, LEBAK — Polemik penerapan sistem gate parkir berbayar di Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung, kembali memicu aksi protes pedagang. Meski penolakan telah berulang kali disuarakan, kebijakan tersebut sempat tetap berjalan hingga akhirnya dihentikan sementara oleh pemerintah daerah.
Sejumlah pedagang menggelar unjuk rasa pada Kamis (30/4/2026) di area pasar. Mereka menilai sistem parkir berbayar memberatkan aktivitas jual beli dan berdampak langsung pada penurunan pendapatan harian. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat, diwarnai penyampaian tuntutan melalui poster dan orasi.
Ketua Ormas Badak Banten Perjuangan Kabupaten Lebak, Eli Sahroni, menilai kebijakan itu lebih berpihak kepada pengusaha parkir ketimbang pedagang kecil. Ia menyoroti kewajiban membayar parkir setiap kali keluar-masuk pasar di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum stabil.
“Pedagang harus membayar berulang kali, sementara penghasilan mereka tidak menentu,” ujar Eli, Jumat (1/5/2026).
Ia juga mengkritik belum adanya langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Lebak meski aksi serupa telah beberapa kali terjadi. Bahkan, Eli menyinggung dugaan adanya kepentingan tertentu di balik tetap berjalannya kebijakan tersebut. Namun, tudingan itu belum mendapat tanggapan resmi dari pihak terkait.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Paguyuban Pasar Tradisional Sampay, Azis. Ia menyebut sejak gate parkir diberlakukan, jumlah pengunjung menurun signifikan sehingga berdampak pada omzet pedagang.
Baca Juga: Demo Tuntut Usut Dugaan Korupsi BGN dan Evaluasi Total MBG di Kota Tangerang
“Pembeli berkurang drastis. Ada pedagang yang sampai menutup kios,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, menjelaskan bahwa penerapan gate parkir merupakan bagian dari upaya penataan pasar sekaligus peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Sistem tersebut juga diklaim untuk meminimalisasi kebocoran retribusi melalui pembayaran non-tunai. “Kami ingin pengelolaan retribusi lebih tertib dan transparan,” ujar Rully.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah menampung seluruh aspirasi pedagang. Sebagai langkah sementara, operasional gate parkir dihentikan sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari Bupati Lebak.
“Untuk sementara kami hentikan operasionalnya sambil dievaluasi,” tandasnya. (mulyana)




























