SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan menggelontorkan Dana Belanja Tak Terduga (BTT), untuk pembiayan cartridge atau tinta Kartu Tanda Penduduk elektronik.
Karena Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diskdukcapil) Kabupaten Serang, saat ini tidak bisa melakukan cetak KTP akibat kehabisan anggaran untuk pengadaan cartridge.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada pelayanan Disdukcapil Kabupaten Serang, Kamis (2/7).
“Saya lihat pelayanan dari kependudukan dan pencatatan warga sudah berjalan sistemnya, dan Kecamatan kecamatan juga sudah ada UPT, tinggal nanti bagaimana mengedukasi masyarakat supaya tidak sepenuhnya datang kesini (Kantor Disdukcapil Kabupaten Serang,red),” kata Zaldi.
Kemudian permasalahan kedua, kata Zaldi Disdukcapil kehabisan cartridge atau tinta untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik, walaupun seandainya tidak ada KTP fisik bisa menggunakan IKD atau biodata WNI yang nilainya sama dengan KTP
“Jadi saya kesini sekaligus ingin memetakan pembiayaan untuk menambah cartridge tadi seperti apa, kan tidak mungkin harus menunggu anggaran perubahan, kebutuhan masyarakat kan mendesak,” ujarnya.
Baca Juga: Disdukcapil Kabupaten Serang Masih Simpan Akte Kelahiran Dari Zaman Belanda
Zaldi menuturkan, untuk pembiayaan cartridge ini peluangnya ada pergeseran anggaran dan kedua menggunakan anggaran BTT. Seperti pada kegiatan open biding eselon II tahun lalu karena memang tidak ada nggaran maka dilaksanakan dengan menggunakan anggaran BTT.
“Nanti kita hitung dan akan melihat kebutuhannya seperti apa, tapi penggunaan dana BTT itu pilihan terakhir kalau seandainyatidak ada yang bisa digeser anggarannya. Untuk BTT ini setahun kita anggarkan Rp12 miliar, itu belum digunakan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnery Poetri membenarkan bahwa sejak Juli 2026 persediaan cartridge sudah mulai menipis. Sehingga pihaknya tidak bisa melakukan cetak KTP.”Jadi kita alihkan untuk aktifasi IKD dan cetak Biodata WNI. Dua instrumen tersebut bisa menggantikan KTP Fisik,” tandasnya.
Warnery menuturkan,menipisnya persediaan cartridge tersebut akibat adanya efisiensi anggaran.
“Kami hanya diberikan anggaran sebesar Rp500 juta, seharusnya Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar, itu kan terbagi ke dalam beberapa instrumen seperti cartridge,, film dan untuk KIA juga,” ujarnya. (sidik)




























