SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memperoleh bantuan sebanyak 905 unit penerangan jalan umum (PJU) dari PT Signify Commercial Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan infrastruktur dasar di wilayah yang menjadi prioritas penanganan kemiskinan ekstrem.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengatakan bantuan itu berawal dari informasi yang diterima pemerintah daerah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Pemkab Lebak kemudian melakukan pendataan dan pemetaan wilayah berdasarkan Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Hasilnya, Kecamatan Wanasalam dan Banjarsari tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi sehingga menjadi prioritas dalam pengajuan bantuan.
“Data yang kami gunakan mengacu pada P3KE. Dari hasil pemetaan, wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem cukup tinggi berada di Kecamatan Wanasalam dan Banjarsari,” kata Widy, Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, pemerintah daerah mengusulkan agar setiap desa di dua kecamatan itu memperoleh alokasi 15 unit PJU. Secara keseluruhan, jumlah yang diajukan mencapai 495 unit. Namun, jumlah bantuan yang akhirnya disetujui oleh pihak pemberi bantuan ternyata jauh lebih besar. Pemkab Lebak akan menerima total 905 unit PJU atau bertambah 410 unit dari kebutuhan yang sebelumnya diajukan.
“Awalnya kami mengusulkan 495 unit. Tetapi bantuan yang diberikan mencapai 905 unit. Untuk kelebihan jumlah tersebut, kami masih menyusun skema distribusinya,” ujarnya.
Baca Juga: Strategi Tiga Pilar Tekan Kemiskinan Ekstrem di Lebak
Menurut Widy, pemerintah daerah akan terlebih dahulu memastikan seluruh kebutuhan penerangan jalan di wilayah prioritas terpenuhi. Setelah itu, ratusan unit tambahan akan diarahkan ke lokasi lain yang dinilai membutuhkan penerangan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Sejumlah indikator tengah disiapkan sebagai dasar penentuan lokasi penerima. Selain mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat, pemerintah juga akan melihat tingkat aktivitas pada ruas jalan tertentu, termasuk aspek keselamatan dan keamanan lingkungan pada malam hari.
“Akses jalan utama yang banyak digunakan masyarakat tentu menjadi salah satu pertimbangan. Misalnya jalur menuju kawasan Baduy dan sejumlah titik lainnya yang membutuhkan penerangan demi menunjang keamanan dan kelancaran aktivitas warga,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain membantu mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem, keberadaan PJU juga diyakini mampu meningkatkan aksesibilitas antarwilayah serta mengurangi potensi gangguan keamanan di kawasan yang selama ini minim penerangan. “Penerangan jalan memiliki dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga menciptakan rasa aman saat beraktivitas pada malam hari,” pungkasnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, Abdurazak, menyambut baik bantuan PJU yang diberikan melalui program CSR tersebut. Menurutnya, tambahan penerangan jalan akan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih membutuhkan dukungan infrastruktur penerangan. “Pada prinsipnya kami mendukung program ini. Bantuan PJU tentu akan sangat membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat, khususnya di lokasi-lokasi yang membutuhkan penerangan jalan,” ujarnya.
Ia mengatakan, terkait lokasi pemasangan, pihaknya akan menyesuaikan dengan hasil penetapan dan koordinasi pemerintah daerah. Saat ini, pemerintah masih melakukan penataan dan penyusunan skala prioritas untuk wilayah penerima bantuan. “Nantinya pemasangan akan disesuaikan dengan hasil pemetaan dan kebijakan pemerintah daerah. Kami siap mendukung agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” katanya. (mulyana)
Baca Juga: Pemkab Lebak Targetkan Perbaikan 250 RTLH Pada 2026
