SATELITNEWS.COM, LEBAK—Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam menekan angka kemiskinan ekstrem menunjukkan hasil. Melalui strategi tiga pilar yang dijalankan secara terarah, angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut berhasil ditekan secara drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengungkapkan bahwa strategi penanggulangan kemiskinan difokuskan pada rumah tangga miskin dan rentan melalui tiga pilar utama, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan. “Program ini kami arahkan langsung menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan, sehingga dampaknya bisa dirasakan secara nyata,” ujar Widy, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, pada 2025 Pemkab Lebak telah merealisasikan sejumlah program, di antaranya perbaikan 50 unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta penyaluran bantuan sosial kepada 4.239 penyandang disabilitas. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan jaminan kesehatan melalui skema PBPU dan BP kelas 3 bagi 186.146 warga. “Upaya ini bagian dari pengurangan beban pengeluaran masyarakat, agar mereka bisa lebih fokus meningkatkan taraf hidup,” katanya.
Tak hanya itu, program pemberdayaan ekonomi juga digulirkan bagi keluarga miskin di sektor produktif sesuai potensi masing-masing wilayah. Di sisi infrastruktur dasar, Pemkab Lebak membangun sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tiga lokasi serta membangun SPAM jaringan perpipaan di 14 titik kawasan perdesaan. “Termasuk pembangunan kamar mandi dan tangki septik skala individu di lima lokasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lebak terus menunjukkan tren penurunan. Dalam periode 2021 hingga 2025, angka kemiskinan ekstrem turun dari 2,21 persen menjadi 0,53 persen.
Sementara, tingkat kemiskinan secara umum juga mengalami penurunan dari 10,29 persen pada 2021 menjadi 8,03 persen pada 2025. “Penurunan ini menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang terus membaik seiring dengan berbagai program yang dijalankan,” jelas Widy.
Baca Juga: Pemkab Lebak Terima Bantuan 905 Unit PJU
Wakil Pimpinan DPRD Lebak, Acep Dimyati, mengapresiasi langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai program yang telah dan sedang dilaksanakan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan. “Kami berharap program-program ini terus ditingkatkan agar dampaknya semakin luas dan angka kemiskinan di Lebak terus menurun,” ujarnya. (mulyana)
