SATELITNEWS.COM, LEBAK – Sebanyak 8 jemaah haji asal Kabupaten Lebak dipulangkan lebih cepat ke Indonesia melalui mekanisme tanazul. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi kesehatan para jemaah, yang sebagian besar merupakan lanjut usia, dinilai tidak memungkinkan untuk menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter asal.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, mengatakan proses pemulangan lebih awal dilakukan dalam dua gelombang. Dua jemaah diberangkatkan lebih dahulu pada 5 Juni, sedangkan enam lainnya menyusul pada 7 Juni 2026. Menurutnya, kebijakan tanazul ditempuh demi menjaga keselamatan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji wajib di Tanah Suci.
“Jemaah yang kondisi kesehatannya menurun kami usulkan untuk pulang lebih cepat. Apalagi sebagian sudah berusia lanjut. Yang penting seluruh rangkaian ibadah hajinya telah selesai dilaksanakan,” ujar Halimatusadiah melalui sambungan teleponnya, Kamis (11/6/2026). Ia menjelaskan, seluruh jemaah yang dipulangkan lebih awal berasal dari kelompok terbang (kloter) JKB 18. Namun, mereka diberangkatkan ke Indonesia dengan menumpang penerbangan kloter lain yang memiliki jadwal lebih cepat.
Saat ini seluruh jemaah tersebut telah tiba di Indonesia. Beberapa di antaranya sempat menjalani perawatan medis setibanya di tanah air, namun kondisi mereka kini dilaporkan membaik dan telah kembali ke rumah masing-masing. Selain delapan jemaah tersebut, pihaknya juga tengah mengajukan dua jemaah lainnya dari kloter JKB 22 untuk mengikuti skema tanazul. Salah satunya mengalami cedera akibat terjatuh saat hendak menaiki bus.
“Usianya sudah lanjut dan kondisi di sana cukup padat. Demi keselamatan dan kenyamanan, kami mengusulkan agar yang bersangkutan bisa pulang lebih awal,” katanya.
Sementara, jemaah haji asal Lebak lainnya masih berada di Makkah untuk menjalani sejumlah ibadah sunah sebelum bertolak ke Madinah. Mereka dijadwalkan mengikuti rangkaian ibadah Arbain serta kegiatan ziarah pada pertengahan Juni.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter JKB 18 Asal Lebak Wafat di Arab Saudi
Adapun jadwal kepulangan reguler ke Indonesia untuk kloter JKB 18 direncanakan berlangsung pada 26 Juni 2026, sedangkan kloter JKB 22 dijadwalkan tiba dua hari kemudian, yakni 28 Juni 2026.
Terkait situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang belakangan menjadi perhatian publik, Halimatussadiah meminta keluarga jemaah di Kabupaten Lebak tidak perlu cemas. Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan proses pemulangan jemaah haji Indonesia.
“Pemerintah tentu sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Sampai saat ini proses pemulangan berjalan lancar dan keamanan jemaah tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, jumlah jemaah haji asal daerah tersebut pada musim haji tahun ini tercatat sebanyak 751 orang. Namun satu jemaah dari kloter JKB 18 meninggal dunia di Tanah Suci, sehingga jumlah jemaah yang akan kembali ke Kabupaten Lebak menjadi 750 orang. (mulyana)
