SATELITNEWS.COM TANGERANG – Pertanyaan yang selama bertahun-tahun mengemuka di kalangan warga Cluster Catalina akhirnya terjawab. Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) menegaskan akan segera memasang jaringan air bersih untuk ratusan rumah di kompleks pemukiman di kawasan Gading Serpong, Medang, Pagedangan, Kabupaten Tangerang tersebut.
Kepastian itu disampaikan langsung Direktur Utama Perumda TKR Sofyan Safar. “Saya sudah melaporkan kepada Bupati Tangerang dan Wakil Bupati Tangerang mengenai rencana pemasangan jaringan air bersih di Catalina untuk segera ditindaklanjuti,” kata Sofyan di hadapan sekitar seratusan perwakilan warga dalam sosialisasi pemasangan jaringan air bersih di Balai RW Catalina, Jumat (6/6/2026) malam.
Dalam pertemuan selama dua jam yang berlangsung hangat, Sofyan hadir bersama Yadi Treviyadi (Direktur Teknik), Sani Tora Wicaksono (Direktur Umum), serta tim teknis dan pelayanan. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Demokrat Aditya Wijaya turut mengawal aspirasi warga. Dari pihak warga, hadir Ketua RW 06 Cluster Catalina A Eko Priyono bersama para pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, aktivis Catalina Care Center (C3), PKK, dan Karang Taruna.
Menurut Sofyan, kehadirannya bersama jajaran pimpinan Perumda TKR menunjukkan besarnya perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap realisasi jaringan air bersih di Catalina.
“Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati juga menitipkan salam kepada warga. Hanya karena ada kegiatan lain, jadi berhalangan hadir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana pemasangan jaringan air bersih di Catalina sebenarnya telah bergulir sejak 2020. Namun, belum terealisasi karena sejumlah kendala nonteknis.
Baca Juga: Redam Gejolak PHK di Tangerang, Disnaker Bentuk Tim Deteksi Dini Konflik Ketenagakerjaan
“Tapi saat itu ada sosialisasi yang mungkin belum pas atau belum tepat, sehingga belum terlaksana. Itu sebabnya kali ini kami datang dengan tim lengkap,” kata Sofyan yang menjabat Direktur Utama Perumda TKR sejak 2020.
Dari sisi pembiayaan, Sofyan memastikan warga tidak akan dibebani biaya pembangunan jaringan distribusi atau retikulasi.
“Kami akan memasang pipa distribusinya secara gratis. Karena Pak Bupati berpesan PDAM itu jangan hanya mikiran bisnis, tetapi ada juga social oriented-nya,” tegasnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Perumda TKR akan segera memulai proses lelang setelah survei lapangan rampung dilakukan. “Proses pengadaan barang dan jasa lebih kurang satu sampai dua bulan,” kata Sofyan.
Aditya Wijaya mengapresiasi kehadiran lengkap jajaran pimpinan dan tim teknis Perumda TKR. Menurut dia, hal itu mencerminkan keseriusan dalam menindaklanjuti kebutuhan warga Catalina. “Semua lengkap hadir di sini. Wah, jarang sekali ini,” canda anggota dewan tiga periode tersebut.
Baca Juga: Hari Ketiga Pencarian, Remaja Tenggelam di Sungai Ciujung Lebak Ditemukan Meninggal
Aditya menilai sosialisasi semacam ini penting karena kebutuhan air bersih akan semakin krusial seiring pesatnya perkembangan kawasan perkotaan. “Catalina ini kan sudah wilayah perkotaan. Dulu memang banyak pohon kelapa. Sekarang di dekatnya ada apartemen, pemukiman-pemukiman baru, pertokoan. Otomatis air bawah tanah berkurang,” katanya.
Ia berharap pemasangan jaringan air bersih dapat segera diwujudkan mengingat pembangunan di kawasan ini masih akan terus berlangsung. “Apalagi berapa ratus hektare lahan di kawasan ini sudah dimiliki pengembang. Jadi, Pak Dirut, kami berharap pemasangan jaringan air bersih di Catalina ini dapat segera direalisasikan,” tandasnya.
Dalam sesi dialog yang dinamis, berbagai pertanyaan mengemuka. Mulai dari biaya pemasangan, tekanan air, kualitas layanan, hingga sumber pasokan air bersih.
Perumda TKR menjelaskan bahwa tarif pemasangan disesuaikan dengan jenis layanan yang dipilih pelanggan. Untuk sambungan konvensional, biaya pemasangan sebesar Rp1.880.000, sedangkan sambungan digital sebesar Rp3.600.000.
Untuk tarif pemakaian air, terdapat empat kategori pelanggan, yakni R1, R2, R3, dan R4. “Nah, untuk Catalina ini masuk kategori mana nanti akan ketahuan dari hasil survei. Karena biarpun luas rumahnya sama, tapi kan ada juga yang sudah direnovasi menjadi dua tingkat misalnya,” ujar Kepala Pelayanan Pelanggan, Oka D.
Mengenai sumber dan kualitas air, Sofyan memastikan pasokan berasal dari Sungai Cisadane yang diolah melalui instalasi milik Perumda TKR di kawasan Sempora, BSD. “Jadi kualitas air di Catalina itu nantinya sama dengan kualitas air perumahan elit di BSD lho,” jelas Sofyan.
Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Pedagang Cilok di Cikupa Dibekuk, Pelaku Ternyata Teman Korban
Ia menambahkan, Perumda TKR selama lima tahun terakhir berturut-turut meraih predikat Perumdam terbaik se-Indonesia, salah satunya karena konsistensi dalam menjaga kualitas layanan dan air bersih kepada pelanggan.
Mengenai kemungkinan diskon biaya pemasangan, Sofyan mengatakan pihaknya telah memberikan keringanan dengan menggratiskan pembangunan jaringan distribusi. Warga juga diberi kemudahan untuk mencicil biaya pemasangan hingga 12 kali atau selama satu tahun. “Selain itu kami juga akan memasang hidran gratis,” ujarnya.
Ketua RW 06 Catalina Eko Priyono menyampaikan apresiasi atas perhatian berbagai pihak terhadap kebutuhan air bersih warga. “Alhamdulillah, kedatangan Dirut TKR dan tim, anggota dewan Pak Aditya memantapkan kami bahwa harapan warga memang akan benar-benar terealisasi,” katanya di sela acara.
Cluster Catalina berada di kawasan strategis di antara wilayah Paramount dan BSD. Kawasan ini mulai dibangun dan dihuni sekitar tahun 2000 oleh pengembang yang kemudian berkembang menjadi dua entitas, yakni Paramount dan Summarecon.
Catalina sendiri awalnya merupakan proyek Rumah Sangat Sederhana (RSS) yang pada masa itu diwajibkan pemerintah untuk dibangun sebagai bagian dari pengembangan hunian menengah atas. Saat ini pemukiman ini dihuni sekitar 1.000 kepala keluarga. “Dari jumlah itu peminat air PDAM sudah hampir menyentuh angka 600 KK,” kata Eko.
Ia berharap proses pembangunan jaringan nantinya juga diikuti dengan penanganan yang baik terhadap bekas galian pipa.“Harapan kami, lubang galian bisa ditutup kembali dengan rapi seperti semula,” ujarnya.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Mulai Sosialisasikan E-Ijazah SD
Harapan yang sama dikemukakan warga lainnya. Mereka berharap secepatnya dapat menikmati air PDAM, mengingat kualitas dan debit air tanah belakangan menurun. “Tapi ya kalau bisa sih tetap ada diskon ya. Mungkin Pak Bupati bisa bantu soal itu,” harap Ependi, mantan Ketua RW Catalina.(xan)
